Articles with islam

Sadar Allah “Yes” Amanah “No”

Trend di masyarakat barat banyak yang mengakui Tuhan tapi tidak dengan agama, God Yes, Religion No. Jadi menerima Allah tapi tidak mematuhi perintahnya. Allah memerintah Shalat Allah memerintah kita menjalankan amanah tidak untuk Allah tapi untuk kita sendiri. Kita ini hidup yang membuat Allah maka segala aturan jika sesuai dengan aturan Allah maka akan bahagia. Maka saya menuliskan status di Fb bahwa jika kita amanah maka rejeki berlimpah. Maka bisa dipastikan bahwa jika tidak amanah maka yang terjadi adalah sebaliknya. Ini sudah rumus pasti tidak bisa tidak. Allah akan memenuhi janjinya.

Sadar Allah itu adalah itu tidak harus kita dalami sampai mat sampai dalam , tapi untuk segera di aplikasikan dalam kehidupan jika memang sudah ada perintah. Saat inilah perintah Allah untuk mengaplikasikannya. anda bisa belajar Allah sambil menjalankan amanah Allah itu lebih sesuai karena apa karena ilmu sadar Allah sudah terbentang saya sudah banyak menguraikan. Kalaupun anda mendalami sampai dalam intinya tidak apa apa nah itu sudah saya tulis dan uraikan. Untuk apa anda mempelajari apa apa yang sudah di tulis orang. Lebih baik anda mengamalkan amanah yang anda emban dan Allah memberikan petunjuknya dan anda akan dapat ilmu baru yang aplikatif.

Jaman Rasulullah semua ikut berjuang berperang menjalankan amanah Allah masing masing, tidak perlu lagi ke gua hira, tidak perlu lagi beruzlah, ya karena Rasulullah masih ada dan semua seudah tertulis di Al quran. nah kita sekarang sudah membuktikan isi al quran bahwa kita harus amanah maka tunggu apa lagi. take action.

Kalau kita tidak mau menerima amanah dari Allah hanya menerima Allah saja maka siksaan hidup akan kita terima. Kita akan di usir dari surganya Allah. Lha kok seperti iblis… ya iblis menerima Allah, dekat dengan Allah dan makrifat kepada Allah, gara gara tidak amanah yaitu menerima perintah sujud kepada nabi adam dia menolak maka dia diusir dari syurganya Allah. Berdoa kita jangan sampai kita seperti iblis “Allah yes amanah no”.

sekarang ini strategi perang kita adalah pada diri kita masing masing, yang perlu dirapatkan barisan adalah barisan kesadaran ke Allah untuk tetap lurus ke Allah dan kita sama sama maju perang di kehidupan kita masing masing.

Allah tidak menghendaki derajat pangkat dalam agama

kasta dalam islam jelas tidak ada, itu adalah jelas dari agama lain adanya kasta dan derajat. termasuk juga dalam islam tidak mengenal kasta awam, kasta alim, kasta syeh apalagi kasta habib. Semua umat islam adalah sama. Hanya satu hal yang membedakan dalam islam yaitu tingkat ketakwaan. dan derajat ketakwaan ini tidak ada hubungannya dengan surban, jubah, baju ala arab dan asesoris lainnya. Bahkan dalam islam tidak di bedakan antara yang bisa bahasa arab dan tidak, yang bisa baca tulisan arab dan tidak.. yang membedakan adalah bagaimana tingkat menjalankan atau tidak.

Maka sebagai orang awam jangan menempatkan diri orang awam tapi jadilah umat islam yang sama derajarnya disisi Allah SWT, demikian pula yang pernah belajar agama atau yang pandai bahasa arab tidak perlu mendudukkan dirinya lebih dari pada yang lain, dan berusahalah untuk tidak membagakan bahwa telah lulus kairo, mesir atau meksiko. tidak ada yang dibanggakan dari pada pandai bahasa arab, karena yang pandai bahasa inggris atau pandai bahasa jawapun juga tidak membanggakan kepandaiannya. jadilah muslim yang sama dengan yang lain.

penyebab kasta yang paling parah di masyarakat islam adalah kemampuan di bidang ghoib, seperti mampu menyembuhkan, menghilangkan penyakit, kesaktian seperti kebal dan sejenisnya serta model kesaktian lain misalnya penglarisan dan sejenisnya juga. seolah kalau sudah memiliki kemampuan ini seolah menjadi orang suci yang dipuja dan di kultuskan. Padahal ..tahu nggak sih.. kalau sebenarnya kesaktian dan sejenisnya tadi tidak ada hubungannya dengan ketakwaan, kesucian dan lainnya. Masyarakat kita banyak tertipu mengenai hal ini. sehingga kalau baru di panggil kyai kalau sudah sakti kalau belum kelasnya baru ustad.

membongkar paradigma ini sangat sulit, yang awam merasa nyaman dengan kawamannya karena dijamin masuk surga oleh kasta di atasnya seperti kyai atau kelas yang lebih tinggi, sedangkan yang kyai atai kasta tinggi sangat nyaman karena kemana mana di sanjung dipuja dikultuskan, hidupnya  dijamin dengan sedekah oleh kasta di bawahnya. sebuah penyakit yang sulit untuk disembuhkan. kesadaran untuk sederajat memang belum ada tapi saya akan membangun sebuah kesadaran akan Allah pada orang awam awam, saya akan sadarkan mereka seolah mereka ini orang terjajah yang tidak sadar kalau sedang dijajah. terjajah tauhidnya karena lebih menuhankan ulama kyai dari pada menuhankan Allah SWT. sampai sampai berdoa sendiri saja harus kyai dan ulama yang mendoakan, doa sendiri katanya tidak makbul kalau kyai makbul.. sungguh ini sebuah tanda bahwa pengkastaan itu ada. cara saya untuk menghilangkan budaya kasta dalam islam ini adalah dengan menyadarkan umat kepada Allah. dengan kesadaran akan Allah ini umat yang awam akan meninggalkan kyai dan ulama dalam hal berhubungan dengan Tuhan Allah. namun tentunya ini juga akan ditentang oleh para kyai dan ulama yang merasa berada di kasta lebih tinggi dari orang awam, mereka pasti marah dan jengkel dengan ajakan dan dakwah saya karena eksistensinya sebagai kasta yang lebih tinggi akan terganggu dan akan turun. tapi bagi kyai dan ulama yang tidak menganggap dirinya memiliki kasta yang lebih tinggi dari orang awam pasti beliau akan dengan senang hati dengan dakwah sadar Allah ini. Karena kyai dan ulama tersebut tugas nya terbantukan dengan program sadar Allah yang saya dakwahkan ini.

jangan jadi umat islam protesan

jangan-menjadiMenjadi islam artinya juga menerima semua perbuatan Allah, bukan menjadi umat yang suka protes kepada Allah SWT. apa ada yang salah kalau Allah menggerakkan alam semesta ini, apa ada yang salah kalau Allah menjadikan Amerika negara adi daya, apa salah kalau Allah menghancurkan syria, menjadikan gempa di aceh, apa Allah salah? jadilah umat islam yang menerima semua perbuatan Allah SWT. inilah makna dari subhanallah. Tidak menyalahkan sedikitpun dari apa apa yang sudah Beliau perbuat.

Menerima perbuatan Allah memang harus menerima apa adanya, tidak pilah dan pilih. Mekah ramai itu ya dari Allah, palestina selalu di buat bulan bulanan oleh israel itu juga perbuatan Allah jadi semua adalah sudah perbuatan Allah. kita saja yang suka menyangka negatif atau positif, padahal semua itu netral saja. Prasangka negatif membuat kita jadi sakit hati menjadi umat islam protesan. Sedangkan prasangka positif membuat kita jadi bangga … ya sebaiknya jangan berprasangka saja , anggap saja netral ya demikianlah kehendak Allah. Sesuka suka Allah dalam berkehendak. Kita tidak ada hak sama sekali untuk protes. semakin kita protes maka akan semakin kita sakit hati dan semakin kita jauh dari ajaran tauhid yangbenar.

kita belajar untuk menjadi umat islam yang menerima semua perbuatan Allah bukan umat islam yang suka protes kepada Allah. Protes kepada Allah dapat berwujud mengeluh tentang kehidupan ini. Seorang ustad mengeluh kenapa Allah tidak adil terhadap palestina, tidak adil terhadap afganistan dan kepada negara negara islam. Kenapa islam yang maju justru negara syiah … bukan negara yang berbasis suni. Ketika kita selalu mempertanyakan ketika kita selalu protes maka kita tidak akan dapat mengambil pelajaran dari apa apa yang sudah diperbuat Allah. Allah selalu menekankan di quran bahwa kita harus memperhatikan kisah kisah pelajaran umat sebelumnya. bukan dengan protes.  Kita harus mengambil pelajaran kenapa negara suni tidak semaaju negara iran yang syiah, negara iran sudah membuat nuklir negara iran berani melawan amerikan dengan kecerdasan negara iran. kenapa ini tidak menjadi pelajaran, kenapa negara suni yang melawan amerika selalu kalah, iraq, lybia dan sebagainya selalu kalah dan kalah, ada apa dengan negara iran. Seharusnya ini menjadi pelajaran utama bagi kita untuk selalu belajar dan belajar bukan selalu protes dan protest.

orang yang suka protes biasanya kecerdasannya rendah, kalau kecerdasannya tinggi dia akan lebih banyak membaca keadaan, dan mengatasi permasalahannya dengan inovasi. Negara jepang bisa maju karena membaca dirinya dan kemudian berinovasi bagaimana bisa tetap maju dan menguasai dunia. Umat islam lebih banyak protes sehingga tidak maju maju. coba kita lihat apa kemajuan dari hasil protes dari hasil demo… perpecahankan, pertikaian kan, dan radikalisme yang pasti. karena radikalisme dan teroris banyak di hasilkan dari sikap protes ini.

baiklah mari kita sama sama untuk belajar bagaimana menerima semua perbuatan Allah dan tidak pilah dan pilih. kita terima dan kita terima seperti dalam sujud kita , itukah hakikatnya kita menerima perbuatan Allah bukan protes akan perbuatan Allah. Jangan jadi umat protesan jadilah umat yang menerima perbuatan Allah