Perbedaan Mindfulness dan islamic mindfulness

perbedaan yang paling utama adalah pada unsur transendensi kepada Allah. Contoh, jika mindfulness islam kesadaran kita arahkan kepada Allah, sedangkan mindfulness kepada keadaan yang terjadi (kita lihat bahwa islam lebih pada yang membuat kejadian bukan kejadian itu sendiri). Perbedaan lainnya adalah istilah non judgemental dalam mindfulness, dalam islam di artikan sebagai sikap redha membiarkan apa yang terjadi sebagai sebuah kejadian yang diterima dan dibiarkan terjadi. Untuk berada pada keadaan here and now maka islam sangat, jelas bahwa kita harus fokus kepada apa yang berlaku saat ini untuk kita baca tanda dan perintah yang harus kita lakukan.

perbadaan lain adalah dari sisi cara mencapai mindfulness. jika mindfulness non islam, adalah dengan meditasi , di dalam islam perbedaan menjalankannya adalah dengan dzikir, terutama dengan dzikir nafas.

nah itu dua perbeadaan mendasar perbedaan antara mindfulness islam dan mindfulness yang dibawa oleh kabat zin dari agama budha.

mencapai mindfullness dengan dzikir nafas

Kajian psikologi transpersonal bagi saya sangat menarik, karena kajian ini sangat membantu saya dalam menjelaskan proses kesadaran. Dimana saat ini saya sedang berkampanye tentang sadar Allah. Di Psikologi kajian mindfullness tentunya belum mencapai kesadaran tentang Allah, karena ini tingkat kesadaran yang hanya dimiliki dalam khasanah keislaman bukan ranah psikologi pada umumnya.

Mindfulness adalah kualitas kesadaran diri (consciousness), yang mencakup keadaan sadar terjaga (awareness) dan perhatian (attention) dan harus dibedakan dari proses mental seperti kognisi (perencanaan-pengawasan), motivasi, dan keadaan emosi (Brown & Ryan, 2003) http://silents-hening.blogspot.co.id/2009/04/pengertian-mindfulness-sebagai-kualitas.html

saya sendiri tertarik juga dengan istilah jawa yang bisa diartikan juga dengan mindfulness yaitu eling lan waspada (eling berarti awareness dan waspada berarti pay attention) Eling lan waspada merupakan pendapat dari joyoboyo yang merupakan pujangga terkenal di tanah jawa.

dalam kajian dzikir nafas dalam prakteknya juga menggunakan konsep ini. ketika seorang sadar akan allah maka dia akan waspada apa saja yang menjadi kehendak Allah yang terimplentasi dalam kehidupan. Orang yang mindfulness atau orang yang eling lan waspada akan dapat memahami keadaan dirinya dan lingkungan sekitarnya secara lebih dalam dan lebih luas.

Dzikir nafas kesadaran akan diupgrade melalui kesadaran akan Allah yang maha luas dan maha tak terbatas. Setiap menyebut huu dan Allah kesadaran melambung mengarah kepada Allah yang maha kuasa dengan upgrade ini maka akan muncul keadaan kesadaran yangberubah (the altered states of consciousness).

jika seseorang dapat mencapai kesadaran yang lebih tinggi (mindfulness) maka akan dapat memahami pikirannya sendiri, mengamati bagaimana proses pikiran itu berjalan . Juga akan dapat memahami emosi emsoi yang muncul dalam dirinya, dia paham benar tentang gejolak emosi yang ada pada dirinya.

dalam dzikir nafas filosofi terhadap manusia dilatih dengan jalan memisahkan mana jasad dan mana jiwa. dengan jiwa inilah kita dapat mencapai kesadaran yang tinggi. jiwa dapat memahami apa apa yang ada dalam jasad dan lingkungannya.

With Dzikir Nafas