Articles with itikaf

Lailatul Qodar bukan Pembagian Sembako

pernah mendantangi pembagian sembako? ya kita tinggal datang menunggu dan dapat. Tapi itu tidak dalam lailatul  qodar. Dalam lailatul qadar kita harus memiliki suatu proposal yang kemudian kita ajukan kepada Allah, kita komunikasikan kepada Allah.  Cara mengkomunikasikan proposal adalah dengan cara khusus yaitu itikaf, tidak dengan shalat, tidak dengan membaca al quran apalagi pengajian.

cara mengajukan inipun khusus, tidak rombongan. Setiap orang akan memiliki proposal masing masing. Itikaf tidak berjamaah, tapi sendiri sendiri, kita harus berhubungan dengan Allah secara khusus. secara khusus tidak rombongan atau berjamaah. Hindari masjid yang hingar bingar di 10 hari terakhir, karena komunukasi anda akan terganggu atau lebih sulit dibandingkan dengan anda berada di masjid yang tenang, sehingga pendengaran spiritual kita lebih peka terhadap perintah perintah Allah.

maka pandai pandailah kita membuat proposal yang kita ajuka kepada Allah. Kriteris proposal yang baik itu adalah : 1. sesuai dengan permasalahan yang sedang kita hadapi, atau lebih tepatnya sesuai dengan amanah Allah yang kita emban. Contohnya adalah keluarga, pekerjaan dan lainnya. 2. Proposal itu khusus dan jelas. Proposal tidak seperti membaca doa selesai shalat yang begitu banyak. Proposal itu khusus dan jelas singkat dan padat dan to the point. pilihlah suatu kebutuhan yang sesuai dengan kebutuhan yang sekarang. 3. Sampaikan kepada Allah bahwa proposal ini adalah amanah dari Allah, artinya dari Allah juga, disinilah pintu membuka urusan dengan Allah. tidak semata mata itu adalah kepentingan kita tapi kita menjalankan amanah Allah, seperti keluarga itu adalah amanah Allah, pekerjaan adalah amanah Allah, atau apapun harus kita sampaikan bahwa itu adalah amanah dari Allah SWT. Dari Allah dan kita kembalikan lagi kepada Allah untuk mendapatkan petunjuk dan fasilitas dari Allah untuk menyelesaikan amanah tersebut. itu tiga kriteria proposal yang baik. Sekarang bagaimana cara menyampaikainnya kepada Allah proposal tersebut .

Menyampaikan proposal tentu saja memperhatikan aspek etika dan sopan santun. dan itu saya kira anda semua sudah paham. saya akan menekankan bagaimana cara praktisnya saja. Lakukan pembicaraan kepada Allah yaitu menyampaikan proposal sesuai dengan rancangan proposal yang sudah kita buat. kemudian dengarkan dengan seksama dengan terus waspada kepada apa apa yang akan di sampaikan Allah dalam itikaf tersebut. Disini anda tidak boleh bernafsu, cukup bersifat pasif saja seperti orang  sedang menunggu panggilan Bos. tunggu di luar dan tetap pasang telinga kesadaran agar sewaktu waktu dipanggil kita dengar. Jika sudah mendapat penggilan maka dengarkan apa yang Beliau katakan dan iyakan serta segerakan untuk siap melaksanakan. Karena panggilan itu berupa perintah Allah bukan berupa wangsit atau hal ghoib yang tidak ada maknanya. Tidak juga berupa hal ghoib yang tidak ada kaitannya dengan proposal yang kita ajukan.

lailatul qodar tidak ada kaitannya dengan suasana alam semesta, kalau ada perkiraan hari tanggal ok sajalah itu untuk membuat kita agar lebih termotivasi, tapi ingat itu hanya perkiraan, kita tidak bisa memastikan semua kembali kepada diri kita masing masing. apakah kita mendapatkan perintah allah dalam itikaf itu, kita mendapatkan pencarahan solusi dari proposal yang kita ajukan atau tidak.

sebenarnya art qodar itu adalah ketetapan atau hukum, nah jika kita mednapatkan ketetapan yang baik maka itulah malam ketetapan yang digambarkan seperti 1000 bulan. Kita ditetapkan bernasib baik, nah coba apa tidak bahagia. Kita mendapatkan ketetapan dari proposal yang kita ajukan adalah ketetapan yang baik (laillatul qodar). teruslah itikaf dengan proposal yang benar semoga kita dimudahkan Allah untuk menjalankannya dan mendapatkan ketetapan yang baik dari amanah yang kita emban

 

Pelatihan : mempersiapkan bulan Ramadhan dengan jurus mabuk Ilahi

Ibadah yang ada di Ramadahan memamng spesial, bagi saya yang paling spesial adalah itikaf nya. Karena ibadah pada 1 hari hanya agar itikaf kita bisa mendapatkan ilham yang sesuai dengan penyeelsaian masalah kita. Itikaf memang salah satu cara yang tidak lazi untuk menyelesaikan  masalah hidup. Makna dari 1000 bulan adalah pencerahan yang di dapat di bulan ramadhan itu sebagai jawaban atas kegundahan hati kita dari masalah atau amanah yang belum terselesaikan.

Pada program pelatihan mengkhusyui ramadhan fokus kita bagaimana kita bisa melakukan itikaf dengan cara yang benar dengan sikap jiwa yang benar sehingga kita mendapatkan hikmah dari itikaf yang kita lakukan. Kita akan belajar menggunakan jurus wali mabuk ilahi mulai dari metode dzikir nafas, Patrap gerak rasa dan patrap gerak rumi (gerak memutar). Dengan metode ini, kita belajar bagaimana mengenolkan ego kita dan kita akan mendapatka ilham secara lebih mudah.

Bagi anda yang sedang memiliki masalah besar, tangung jawab besar sangat sesuai untuk mengikuti program ini. Sebab program ini akan sangat membantu dalam mengamalkan bulan ramadhan secara hakiki sampai pada benar benar kita mendapatkan manfaat dari ibadah tersebut. Rugi rasanya kalau kita puasa hanya mendapat lapar dan dahaga, kita harus mendapatkan manfaat yang besar dari ibadah di bulan ramadhan.

ok sampai ketemu di Padepokan patrap surakarat 10 mei 2018

informasi dan pendaftaran : Bp Widarto 0813 1698 5070

Tanda tanda mendapatkan lailatul qadr

Tanda mendapatkan lailatul qadr yang  pasti adalah tanda yang anda dapatkan dalam jiwa yang memvibrasi hati dan pikiran. Hal ini sesuai sekali dengan apa yang Allah firmankan dalam surat Al Qadr pada ayat 5. dimana disebutkan salamun hiya matlail fajr kesejahteraan dari Tuhan yang maha penyayang… disini ada kata salamun yang sangat identik dengan tanda tanda psikologis, yaitu sejahtera. ukuran mendapatkan lailatul qadr adalah adanya kesejahteraan psikologis. Ada perubahan emosi dan perubahan pikiran serta adanya perubahan jiwa yang lebih tenang yang lebih muthmainah.

ciri ini tentunya lebih logis lebih rasional dan lebih sesuai karena mendasarkan tandanya dari apa yang Allah firmankan dalam al quran. Jadi jika anda itikaf di masjid lihatlah setelahnya apakah ada perubahan jiwa anda lebih tenang, lebih sejahtera? jika ya maka selamat anda mendapatkan lailatul qadr, tapi jika tidak berarti anda haru memperbaiki cara anda beritikaf.

apakah ada rasanya mendapatkan lailatul qodr, jawab saya ada. Jiwa anda akan menerima keadaan keadaan yang membuat pikiran dan hati anda lebih tercerahkan. hati anda lebih tenang dan pikiran anda akan lebih baik. Dan jika anda mendapatkan maka lihat perubahan yang ada di alam sekitar pasti lebih menyenangkan, labih indah dan lebih hening….. jadi bukan alam mempengaruhi diri kita , diri kitalah yang menerima lailatul qadr ini kemudian memvibrasi alam sekitar.

ketika jiwa tercerahkan dari urusan urusan (min kulli amr) maka urusan urusan itu akan mendapatkan penyelesaiannya. tiba tiba saja selesai dengan sendirinya.

inilah hikmah terbesar dari malam lailatul qadr …. maka benar saja kalau Rasulullah diperintahkan Allah untuk berdiam di gua hira….. karena pada saat ramadhan memang daya spiritualnya sangat besar. Dan daya spiritual yang besar inilah Rasulullah mendapatkan wahyu al quran dari hasil beliau berdiam di gua hira. Nah kita diajarkan rasulullah untuk itikaf yaitu berdiam di masjid (tidak di gua sebab susah cari gua kalau kita tinggal di kota atau di tempat yang tidak ada guanya). dengan itikaf ini kita akan mendapatkan ilham dari Allah pencerahan dari Allah. Kalau kita ya kelasnya ilham, tapi kalau rasulullah kelasnya wahyu.

sebagai penutup bagi anda yang sedang memiliki masalah besar dalam hidup sekaranglah saat nya untuk memohon kepada Allah dalam bentuk berdiam diri di masjid. (bediam bermakna jasadnya jiwanya meluncur menghadap memohon solusi kepada Allah). Sebagai cara praktis silahkan gunakan dzikir nafas. karena metode ini melatih kita untuk diam tapi sambung ke Allah. baik semoga kita mendapatkan kesejahteraan hidup dari hasil itikaf kita amiin.