Shalat khusyu dengan cara kejawen

cara menjalankan khusyu dengan emnggunakan ilmu kejawen ada empat cara, cara ini saya sebut dengan 4M M yang pertama adalah madep M yang kedua adalah manteb M yang ketiga adalah mantheng dan M yang terakhir adalah Mancer. Empat hal ini ternyata dapat membawa kekhusyuan dalam sholat. baik mungkin anda yang bukan orang jawa tidak paham dengan cara , baik akan saya jelaskan satu persatu :

  1. madep : ini adalah bagaimana kita bersikap dengan kesadaran akan ke Tuhanan. kemana kita menghadap selama sholat, jelas ke Allah. Inilah menghadapnya jiwa kita. jika tubuh kita menghadap kiblat maka jiwa menghadap kepada Allah SWT.
  2. manteb : ini adalah sikap yakin yang kuat, yang tidak di ragukan lagi yaitu menghadap Allah SWT. atau bisa juga diartikan menghadap kesadaran dan kemantaban hati
  3. Mantheng : orang yang mau menghadap Allah harus lurus, ini merupakan niat yang kuat yang lurus menghadap Allah tidak akan kemana mana.
  4. mancer : ini adalah perjalanan, artinya melakukan perjalanan menuju kepada Allah SWT, tidak akan kemana mana tidak mencari ilham, tidak mencari kaya tidak mencari sehat tidak mencari sakti, suatu perjalanan spiritual dilakukan pada tahap keempat ini yaitu mancer

keempat pedoman tersebut sudah ada di doa iftitah 

  1. madep : ada pada Allahu akbar kabira…..
  2. manteb : inni wajahtu wajhiya lilladzi….
  3. mantheng : hanifan musliman……
  4. Mancer : innashalatii wanusuki… ………….lillahirabbil alamin

Sikap 4m ini harus ada dalam setiap bacaan dan gerakan sholat, dari takbir sampai salam, sehingga sholat kita dalam keadaan khusyu meditatif.

baik selamat mencoba

Jika anda sudah mulai berpikir “bagaimana jika aku mati”

Kecemasan atau ketakutan menghadapi mati ternyata tidak sedikit yang mengalami, terlebih jika usia sudah mendekati kepala 5 atau 6. Berpikir tentang mati saya kira wajar karena memang semakin tua usia kita, rasa kematian itu akan semakin dekat. yang tidak wajar dan perlu diatasi adalah jika kita takut atau cemas menghadapi kematian. Ketakutan ini ada banyak sebab diantaranya, tidak mengetehui jalan kematian yang “sukses” itu bagaimana, masih menyenangi kehidupan dunia, terlalu cinta dengan anak dan istri atau suami, mencemaskan keluarga jika suatu saat kita meninggal, atau merasa kurang persiapan akhirat sehingga takut mendapatkan siksa neraka yang mengerikan.

jika anda sudah mulai berpikir tentang mati apa yang harus dilakukan ? baiklah ini ada sedikit tips yang mungkin membantu mengurangi kecemasan atau ketakutan anda menghadapi kematian :

  1. Belajarlah tentang hakikat diri “who am I” dengan benar insya Allah dengan mengenal ini kita akan lebih ihlas menghadapi semua kehidupan ini termasuk jika ajal menjemput.
  2. setelah mengenal asal kita tentunya kita akan bahagia jika dapat mengenal Allah, maka belajarlah ilmu makrifat sebelum mati, sehingga dengan mengenal Allah ini kematian adalah suatu pintu yang membahagiakan yang dapat menjadi jalan bertemu dengan Allah
  3. Nah lakukan action sejak sekarang yaitu melakukan perjalanan pulang kembali kepada Allah secara kesadaran. Dengan apa kita belajar pulang kepada Alah, tidak lain adalah dengan menjalankan sholat sesuai yang dituntunkan quran dan sunah rasulullah. jadikan sholat sebagai sholat kita yang terakhir dan jadikan sholat sebagai tempat berserah diri kepada Allah secara total.
  4. ketika sholat tinggalkan semua apa yang kita miliki dan luruslah kita menghadap Allah. ini seperti orang yang meninggal dunia.
  5. bergabunglah dengan orang orang yang memiliki visi yang sama untuk belajar kembali kepada Allah. dengan berkumpul dengan orang orang yang memiliki visi yang sama ini maka kita akan saling belajar dan saling mengingatkan. satu perkumpulan yang bisa anda ikuti adalah bergabung dengan komunitas shalat center karena dalam komunitas ini sangat ditekankan adanya bertemu dan kembali kepada Allah. Anda yang jauh dari komunitas ini, insya Allah melalui blog inipun saya sering menulis tentang : bagaimana kembali kepada Allah. sehingga menjadi semangat kita untuk selalu berserah kepada yang maha kuasa yaitu Allah SWT.

Sekarang anda tidak perlu cemas lagi menghadapi kematian, para ulama sholeh selalu menanti kematian ini dan tidak sabar untuk segera bertemu Allah secara sempurna.

MATI SAKJRONING URIP

URIP SAKJRONING MATI

wejangan Sunan Kalijaga tentang Kematian dalam hidup

Sekarat tananamu nyamur,
ja melu yen sira wedi,
lan ja melu-melu Allah,
iku aran sakaratil,
ruh idhofi mati tannana,
urip mati mati urip.
Penderitaan yang selalu menyertai
menjelang ajal (sekarat) tidak terjadi
padamu. Jangan takut menghadapi
sakratulmaut, dan jangan ikut-ikutan
takut menjelang pertemuanmu
dengan Allah. Perasaan takut itulah
yang disebut dengan sekarat. Ruh
idhofi tak akan mati; Hidup mati,
mati hidup
Liring mati sajroning ngahurip,
iya urip sajtoning pejah,
urip bae selawase,
kang mati nepsu iku,
badan dhohir ingkang nglakoni,
katampan badan kang nyata,
pamore sawujud, pagene ngrasa
matiya,
Syekh Malaya (S.Kalijaga) den
padhang sira nampani,
Wahyu prapta nugraha.
mati di dalam kehidupan. Atau sama
dengan hidup dalam kematian. Ialah
hidup abadi. Yang mati itu nafsunya.
Lahiriah badan yang menjalani mati.
Tertimpa pada jasad yang
sebenarnya. Kenyataannya satu
wujud. Raga sirna, sukma mukhsa.
Jelasnya mengalami kematian! Syeh
Malaya (S.Kalijaga), terimalah hal ini
sebagai ajaranku dengan hatimu
yang lapang. Anugerah berupa
wahyu akan datang padamu.

sikap manembah dalam sholat

sholat adalah sembahyang… sikap nya disebut dengan manembah… ini merupakan istilah jawa tapi bukan kejawen. sikap ini harus kita pakai sebelum takbir.. jadi ketika niat sikap manembah ini harus sudah ada dulu. sikap manembah kepada Allah adalah ringkasan dari sikap hormat, tunduk, tawadlu, memuji, sujud dan meminta… jadi dalam sholat sujud kita, hormat kita, permohonan kita pada saat sholat dilandasi dengan sikap “manembah” ini.

petikan terjemahan serat jatimurti

KEADAAN SEJATI. Adanya keadaan sejati, karena adanya yang tidak sejati.

SESUATU yang ada itu sesungguhnya berasal dari yang ada. Yang tidak ada asalnya juga tidak ada. Misalnya : anak yang bernama Dipa, atau kambing, kacang, jambu, kukus, api, mega, semuanya adanya hanya sementara dan tidak ada lagi. Bagaimana mau dikatakan ada kalau adanya seperti munculnya ombak. Muncul kemudian hilang, kemudian muncul yang lainnya tapi juga akhirnya hilang begitu seterusnya. Jelas disini bahwa si “muncul” itu sebenarnya tidak ada, yang tetap ada yaitu air yang naik turun, bukan si “muncul”. Tingkah laku air tadi dinamakan ombak, sehingga ombak itu bukan yang ada, ia hanya kejadian. Jelas jika kejadian itu bukan yang jadi.

Continue reading

who am I (2)

mengenal diri sejati ini harus dengan kesengajaan karena ini merupakan olah kesadaran menuju taraf yang lebih tinggi. yakni semakin sadar dan semakin sadar (the altered states of consciousness). sadar akan diri merupakan perluasan dan mikrokosmos menuju makrokosmos atau dalam istilah jawa jagad alit menuju kepada jagad ageng. sang Aku tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan tubuh (mikrokosmos) namun luas (makrokosmos).
dasar dari tulisan kedua ini adalah membedakan diri berubah menjadi makro yaitu suatu kesadaran bahwa diri sebenarnya adalah diri yang bersujud (bukan tubuh).
pada sholat Allahu Akbar yang bisa membesarkan Allah secara hakiki adalah sang Aku bukan tangan yang terangkat atau mulut yang mengucap Takbir…
baik kita pahami dulu tujuan dari pengenalan diri ini dari mikro menjadi makro. untuk tulisan berikutnya kita akan bahas lebih dalam lagi tentang hakikat diri

alon alon waton kelakon

sabar berada diantara malas dan tergesa gesa. kalau orang malas berarti tidak sabar demikian juga orang yang trgesa gesa juga tidak sabar.
sabar itu menjalankan dan jalannyapun harus sesuai dengan ritme yang ada. kalau ritemnya lambat berarti malas kalau ritemnya cepat berarti tergesa gesa. jadi yang paling pas ada pakai filosofi jawa ALON ALON WATON KELAKON. arti alon alon berarti menjalankan, arti waton berarti ada ritme yang diikuti.

pengertian karwruh

kawruh adalah keadaan kejiwaan yang selalu berubah seiring dengan perkembangan spiritual kita. perkembangan ini harus divariasikan dan yang paling utama adalah ketunndukan kepada allah. kawruh yang paling baik adalah dalam sholat dimana dalam sholat jiwa mengolah dirinya dalam sujud, rukuk, doa, ikrar danlain sebagainya