Ajak sadar Allah jangan ajak dzikir nafas

setelah anda belajar dzikir nafas, pikiran anda pasti keapda keluarga misalnya suami atau istri, atau anak anak anda atau orang tua anda atau siapalah yang sangat berarti dalam hidup anda. Karena anda benar benar merasakan manfaat ber dzikir nafas. Tapi anda seringkali kecewa karena sangat susah mengajak ber dzikir nafas, bukan hanya susah bahkan anda mendapatkan perlawanan atau pertentangan, tambah kecewa bukan. nah itu kesalahan anda karena mengajak mereka ber dzikir nafas.

penolakan atau penentangan mereka terhadap dzikir nafas cukup beralasan menurut “pikiran mereka” misalnya itu aliran sesat, dzikir nafas tidak ada dalam islam dan dicontohkan rasulullah, atau ada semacam ke iri an, misalnya dia saja yang sering pengajian, sering ibadah belum bisa dekat dengan Allah, kok hanya dengan dzikir nafas sudah bisa dekat dengan Allah jangan jangan itu dari syetan atau dari Jin. Mengalami hal ini andapun terdiam, mending kalau hanya terdiam kadang anda stress untuk beberapa waktu …wk wk wk wk……. bukan bermaksud menertawakan karena memang itulah yang terjadi. …….

baik terus bagaimana, ajak mereka sesuai dengan alam pikiran mereka. Misalnya mereka ibadah suka sekali dengan pahala, maka berikan pengertian bahwa berdzikir menyebut nama Allah itu pahala nya besar. MIslanya mereka sedih, ajak mereka untuk sadar Allah (bukan ber DN) misalnya dengan mengatakan sabar semua sudah Allah yang takdirkan. Misalnya pasangan stress karena anak tidak manut sama orang tua, maka katakan dengan kesadaran, bahwa anak bukanlah milik kita tapi anak adalah amanah yang Allah titipkan kepada kita, jadi kita perbuat yang terbaik untuk anak anak, kalau di tolak ya tidak apa apa kita usahakan lagi yang terbaik.

Nah jadi intinya ajak mereka sadar jangan ajak mereka ber dzikir nafas. Kecuali kalau mereka yang minta sendiri, ajari dong dzikir nafas…. nah baru …. kasih dia pelajaran. kalau tidak ada permintaan ajak terus untuk sadar Allah, kalau ada request untuk diajari dzikir nafas baru ajari mereka. Gitu aja kok repot ……..

Membangun karakter diri dengan dzikir nafas

Ide saya mengembangkan dzikir nafas sebagai sebuah model atau tool untuk membangun karakter berasal dari banyaknya testimoni peserta atau jamaah dzikir nafas yang menceritakan tentang perubahan akhlak yang dialami. Perubahan tersebut seperti proses dimana setahap demi setahap. Ada yang merasakan bahwa dirinya lebih sabar, sholatnya lebih khusyu, dengan keluarga lebih harmonis, bahkan dengan istri lebih sayang, hidup lebih tenang, tidak tergesa gesa,…. serta testimoni yang lain.
mengapa dzikir nafas dapat memperbaiki akhlak, di dalam dzikir nafas penekanannya pada kesadaran, yaitu kesadaran tentang Allah SWT. Kesadaran tentang Allah menjadikan perilakunya di awasi oleh Allah SWT, nah kesadaran seperti ini tentunya akan menjadikan perilaku kita merasa dipantau sehingga tidak sembarangan berperilaku. Ya sama halnya jika kita diawasi CCTV maka perilaku yang tunjukkan akan positif. Allah tidak sekedar mengawasi tapi di ssadari bahwa Allah juga maha pengasih dan maha penyayang, juga maha mengabulkan doa hambanya, sehingga kesadaran akan hal ini akan menyebabkan ketakutan, kecemasan , kekhawatiran terhadap hidup akan berkurang atau hilang.

cara hemat membahagiakan pasangan ( istri / suami )

tidak ada yang bernilai dalam hidup ini kecuali bahagia, apalagi dalam kehidupan rumah tangga yang paling dibutuhkan adalah hidup bahagia. banyak harta , banyak jabatan dan kedudukan semua itu alat , alat untuk bahagia. karena bahagia sendiri adanya dalam hati, adanya dalam diri. bukan di luar. maka sebagai suami kita bisa membahagiakan istri kita dengan memancarkan kebahagiaan dalam diri kita. jadi bahagia dimulai dalam diri, bukan dari luar. kita bahagia maka otomatis sekeliling kita akan bahagia termasuk istri. kalau kita menghadapkan kebahagiaan tapi kita sendiri tidak bahagia itu suatu hil yang mustahal alias mustahil atau tidak mungkin. (maaf baterei habis……sambung insya allah)