Articles with keramat

duduk jumeneng sebagai waliyullah

sebagian kita menganggap menjadi waliyullah itu sulit atau susah… tapi ada sebgian kecil menjadi waliyullah itu sangat mudah tergantung kitanya.. mau tidak dijadikan kekasih Allah…
duduk jumeneng sebagai waliyullah sebenarnya adalah bagaimana kita memposisikan diri kita untuk sadar ruhani yang tahu, yang suci dan kembali kepada ALlah. posisi ini memang gampang gampang susah.. artinya bila kita terlatih insya ALlah akan mudah tapi jika kita mintanya instan ya sulit…
biasanya kalangan pondok pesantren terutama yang tradisionil.. menganggap wilayah ini sebagai wilayah yang sangat sulit… tapi bagi penganut sangkaniah (murid patrap abu sangkan) wilayah ini mudah asal selalu dilatih dan di latih serta sabar dan istiqomah.
kedudukan jumeneng sebagai waliyullah berada dalam hati bukan pada perilaku yang duduk di kamar tidak keluar keluar, tidak kerja atau semedi dan dzikir di kamar terus menerus. duduk jumeneng dalam hati memiliki perilaku yang aktif dan selalu mengikuti sunnatullah… ya bekerja ya cari duit, ya mengajar ya menuntut ilmu … semua aktivitas dijalankan namun keberadaan kesadarannya berada pada kesadaran tertinggi yaitu kesadaran Ruh….
jatuh bangun jatuh bangun menjadi waliyullah itu hal yang biasa.. kadang dekat kadang jauh itu hal yang wajar.. tapi asal hati kita ini selalu ke Allah dan ihlas ke ALlah (semoga Allah menjadikan demikian) insya ALlah kita akan selalu dilindungi, dirahmati.. kalau pun kita jauh dari ALLah itu merupakan bentuk kasih sayang Allah agar kita mendekat lebih dekat lagi.
semoga kita diangkat menjadi kekasih ALlah (waliyullah) amiin

patrap syarat utama untuk menjadi waliyullah

semua dari kita saya kira kira mencita citakan untuk menjadi waliyulah, dimana kita akan mendapatkan kekeramatan kekeramatan. syarat utama sebenarnya sangat mudah dan sederhana yaitu patrap. namun seringkali kadang patrap hanya ketika latihan saja tidak dipraktekan dalam keseharian, termasuk saya masih belum fulll 100 % bisa menterapkan patrap dalam kehidupan.., patrap tidak untuk di teorikan, untuk apa kita pandai berteori tentang makrifat namun kita tidak mempraktekannya…
lebih baik kita ilmunya sederhana namun menjalankannya dengan konsisten. berapa banyak dari kita yang pandai membahas ilmu makifat tapi tidak makrifat. maka benar saja pepatah jawa yang mengatakan ilmu iku kelakone kanthi laku (ilmu itu akan menjadi ilmu sejati jika kita jalankan) maka ilmu patrap pun demikian.
untuk menjadi waliyullah orang harus patrap dalam kehidupan keseharian. dan memang patrap adalah praktek kehidupan keseharian bukan hanya pas latihan saja.
saya yakin jika kita menjalankan patrap tidak sekedar ilmu patrap namun menjadi satu dengan kehidupan kita insya Allah kita akan menjadi wali….

mengapa kita menghadap kakbah

kakbah bukan tempat sesembahan atau tujuan kita dalam beribadah, kakbah adalah simbolisasi dari ketiadaan allah. maka ketika ada yang bertanya ada apa di dalam  kakbah jawabannya ya tidak ada apa apa, yang ada ada adalah kekosongan..apa makna kekosongan itu, mengapa kita menghadap kepada yang kosong, itulah hakkat ketuhanan yaitu kekosongan artinya Allah tidak dapat kita jangkau dengan akal pikiran kita sehingga yang ada adalah kosong. simbolisasi inilah keunikan dari islam mungkin agama lain atau aliran kepercayaan lain akan menganggap bahwa yang disembah apa itu batu, pohon atau yang lainnya memiliki kekuatan tertentu dan berpenghuni sesuatu, hal ini akan sangat berbeda dengan kakbah yang kosong dan tidak ada kekuatan apapu, istilahnya tidak ada dayanya.

ustad abu menerangkan tentang ketiadaan daya atau energi di kakbah… benar saja kalau beberapa orang ngecek daya kakbah dengan daya tempat tertentu daya akan lebih tinggidi tempat keramat tersebut. namun pak abu menceritakan bahwa kakbah memiliki suatu daya yang sangat halus yaitu daya keimanan kepada allah….

baik kembali ke masalah mengapa kita menghadap kakbah, berarti jika menghadap kekosongan secara otomatis kita akan mengarah kepada kekosongan juga, hijab yang paling kuat dalam makrifat kepada allah adalah ke akua an kita atau kedirian kita, maka dalam sholat kita betul betul kita arahkan dirikita untuk meleburkan diri dalam kekosongan seperti simbolisasi dari menghadap kakbah ini.

kiblat juga bukan barat atau timur atau arah yang lain. kiblat bukanlah arah, kiblat adalah kelurusan kita menghadap ke allah, inilah sebenar benar kiblat.

maka diwajibkan kita berhaji ke baitullah agar kita bisa thawaf yaitu mendekati kakbah dengan memutar apa makna berputar yaitu meniadakan arah atau meniadakan apa yang ada ada dalam pikiran kita sampai kita menemukan kekosongan kita, nah kekosongan inilah yang nanti kita bawa ke tanah air dan kita gunakan dalam setiap kita sholat.

kenapa waliyullah kok cuma sedikit????

ini memang manusianya yang nggak mau jadi wali atau memang allah yang menghendakki demikian. saya heran mengapa juga para ustadz dan kyai banyak yang berpendapat bahwa satu jaman hanya ada satu wali… apa ya dasarnya…. jadi kalau sudah ada apa tidak ada kesempatan untuk mendaftar menjadi waliyullah… kadang ini membuat menjadi pesimis ya kalau sudah ada wali sudah tertutup bagi kita untuk bisa menyamainya….

he he atau kalau saya suudzan apa idealisme yang seperti ini yang ¬†ditanamkan oleh mereka yang mangaku wali agar kewaliannya tidak tersaingi…. ya suudzan ini mungkin sangat kurang ajar… tapi ya mungkin saja kan.

bagaimana ya kalau seandainya kita yanya saja ke allah apakah benar keikasih allah setiap jaman hanya ada satu . kalau benar demikian berarti allah pilih kasih juga ya… padahal di dalam ayat ayat di quran memberikan kesempatan seluas luasnya kepada setiap hambanya untuk menjadi kekasih Allah.

nah sekarang berarti yang salah siapa Allah kah yang pilih kasih atau para kyai dan ustad yang menganggap bahwa wali itu hanya satu….

sebeanrnya juga kalau ditanya lebih lanjut bahwa tidak ada yang tahu bahwa dirinya wali atau bukan, yang tahu hanya Allah so… jangan mengaku ngaku jadi wali… apalagi menganggap sok tahu bahwa wali itu cuma sedikit ….. semua berhak… dan semua diberi kesempatan oleh allah untuk menjadi waliyullah atau kekasih allah. semoga kita semua bisa menjadi waliyullah dengan kadar cinta kepada allah amiin amiin…