Berkomunikasi Kepada Allah dengan Bahasa Sadar

karena Allah hanya bisa di kenal dengan jiwa yang sadar maka bentuk komunikasi dengan Beliaupun juga menggunakan bahasa sadar. Bahasa sadar adalah bahasa tanpa kata yang menghasilkan suatu keadaan dimana komunikasi itu akan terjadi. kalau boleh di analogikan, ketika seorang ibu berkomunikasi dengan anaknya yang masih bayi. ibu paham benar dengan maksud si bayi. Jika dengan Allah maka bahasa jiwa adalah bahasa sadar dimana kita berada pada kesadaran akan ALlah yang menguasai segala sesuatu, jadi memang kesadaran kita harus berada pada kesadaran yang benar.

Bahasa jiwa menimbulkan suatu pemahaman, atau tahu tanpa melalui proses pikiran tapi melalui kesadaran

dasar komunikasi ini adalah amanah, jadi memang kita berkomunikasi kepada ALlah adalah semacam konsultasi dengan pimpinan yang memberikan kita tugas. Kita diberi tugas oleh Allah dengan amanah amanah hidup yang saat ini kita jalani. Misalnya kita diberi amanah anak maka pasti Allah menginginkan kita benar dan sukses dalam menjalankan amanah sebagai orang tua. Maka kita, dengan bahasa jiwa meminta petunjuk kepada Allah bagaimana cara mendidik anak ini agar taat kepada Allah. lha nanti Allah akan memberikan petunjuknya dengan bahasa faham, sehingga kita tahu bagaimana cara mendidik anak kita.

bahasan ini akan di perjelas saat pelatihan TOT 15 16 februari 2020 di padepokan patrap surakarta . Pastikan anda dapatĀ  hadir. ingat Ilham yang bermuatan daya tidak akan terulang …..

 

sesungguhnya Ku ciptakan manusia untuk menjadi khalifah

ayat ini adalah ayat yang sangat populer, kita sering mendengarnya diberbagai pengajian. sekarang mari kita lebih tegaskan lagi agar apa yang sudah kita pahami lebih mantab lagi. makna khalifah dalam kontek ayat ini adalah wakil Allah di muka bumi. namanya wakil akan memegang peran yang sangat penting. Tapi peran wakil ini tidak sembarang bertindak tapi harus selalu berkoordinasi dengan yang di wakili yaitu Allah SWT. sehingga proses menjalankan tugas ini dapat cepat terselesaikan dan dapat dilakukan dengan baik. kalau proses koordinasi ini tidak dilakukan maka kita akan salah dan kadang membuat tugas hidup ini menjadi suatu beban. kita pasti ingin sukses dalam menjalankan tugas ini.

nah kata kunci dari ayat ini adalah koordinasi dengan Allah SWT , jadi kita harus melakukan komunikasi kepada Allah SWT tidak hanya komunikasi 1 arah tapi komunikasi 2 arah , kita menyampaikan dan kita mendapatkan jawaban dari Allah. komunikasi ini sering dilakukan Rasulullah ketika itikaf, kalau para wali kekasih Allah biasanya Beliau memiliki tepat mihrab, yaitu tempat untuk bermuwajahah berkonsultasi kepada Allah SWT. Dari Konsultasi ini kemudian beliau beliau menjalankannya. jadi benar benar samina watona ini berjalan.

komunikasi 2 arah dengan Allah SWT adalah bagaimana kita bisa menyampaikan dengan kesadaran dan mendapat jawaban dari Allah melalui bahasa kesadaran juga. memang ini agak aneh tapi inilah yang harus kita pelajari agar kita bisa melakukan komunikasi. cara simple untuk melatih komunikasi adalah dengan latihan dzikir nafas, karena ini akan membuat kita peka dengan apa yang disampaikan Allah kepada kita. jadi istiqomah saja dengan dzikir nafas insya Allah kita akan paham dengan sendirinya bagaimana komunikasi kepada Allah itu, sebab kalau dijelaskan tapi tidak dijalankan metodenya akan sulit ditangkap, mungkin juga pembaca juga merasa kesulitan seperti apa komunikasi 2 arah dengan Allah itu. baiklah tidak panjang lebar saya menyampaikan dan selamat di jalankan.

Mengemban amanah dengan sesama