Articles with komunikasi

karakter seorang trainer sholat khusyu

trainer berbeda dengan penceramah, trainer harus sampai pada tahap merubah perilaku, pikiran dan emosi, kalau penceramah yang terpenting adalah memberikan informasi kepada fikiran. perbedaan lainnya model yang dimiliki trainer adalah pengalaman sedangkan penceramah adalah pengetahuan, ini artinya seorang trainer harus memilki pengalaman sholat khusyu, paling tidak apa yang disampaikan adalah apa yang dialami, sehingga apa yang disampaikan mampu merubah sedangkan penceramah modal utamanya adalah pengetahuan, hapalan, dan toeri teori (hafal quran dan hadis). seorang trainer ketika memberikan pelatihan harus aktif, moving, dan sedikit berteater, sedangkan penceramah cukup dengan berdiri diatas podium atau duduk manis di meja kecil kemudian memberikan uraian uraian.

komunikasi dalam shalat

shalat adalah bentuk komunikasi kita kepada ALlah yang tersusun dan terprogram. susunan komunikasi dalam sholat bukanlah sekedar bacaan seperti buku dan bukan sekedar gerakan seperti dalam senam. setiap komunikasi dalam sholat adalah penyampaian pujian, doa, kesaksian yang kita tujukan, arahkan kepada Allah dengan kerendahan hati. penyampaian tersebut dilakukan dengan hati yang ihlas, tulus. sebab memuji Allah dengan hati yang sombong dan tidak merendah kepada Allah sama saja menghina dan tidak sopan kepada ALlah.
syarat untuk dapat komunikasi adalah dengan sambung dulu kepada Allah, setelah sambung kemudian kita mengkomunikasikan apa yang disyariatkan dalam sholat.
komunikasi yang pas dan benar ini akan menghasilkan respon dari Allah. Allah akan membalas komunikasi ini dengan jawaban jawaban dari ALlah dapat berupa ketenangan, kedamaian, ilham ilham , getaran getaran dan lain lain. respon dari ALllah inilah yang dapat mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar.
untuk dapat berkomunikasi ini gunakanlah keyakinan kita kepada Allah, bhwa Allah mendengarkan, Allah menyaksikan, ALlah menerima doa kita, dan Allah membalas (merespon). sebab keyakinan ini penting agar kita tidak terjebak pada pikiran atau perasaa. sebab Allah hanya dapat dijangkau dengan pikiran maupun perasaan. tapi allah hanya dapat di jangkau dengan keyakinan (iman)

membangun suasana komunikasi sebelum wudlu dan sholat

ketika adzan berkumandang atau sebelum kita memasuki sholat sangat baik sekali jika kita diam sejenak kemudian kita merenungkan atau kita bangun jiwa kita untuk berkomunikasi kepada Allah. silatun sebelum sholat akan sangat membantu kita dalam berkomunikasi kepada ALlah pada saat sholat. karena biasanya keadaan kita ketika tidak sholat terlalu banyak disibukkan dengan kegiatan kegiatan keseharian sehingga melupakan hati kita kepada Allah, nah kalau kita langsung masuk kepada Allah maka tuning nya masih harus kita cari. sebaiknya tuning kepada ALlah ini kita lakukan sebelum kita memasuki sholat sehingga kita lebih fokus untuk menghadirkan Allah dalam hati kita, dan tidak terganggu oleh aktivitas sholat seperti bacaan dan gerakan.
jadi dalam sholat ada masa tuning (sebelum sholat) dan ada masa komunikasi yaitu pada saat sholat.