Articles with lereng merapi

Lereng merapi sebagai bukti Tauhid tingkat tinggi

Lereng merapi yang akan kita dirikan merupakan latihan tauhid tingkat tinggi, belajar tauhid di dzikir nafas sadar Allah tidak untuk mencari selain dekat dan tambah bertauhid kepada Allah. Lereng merapi yang nantinya untuk program membina sadar Allah, adalah untuk orang lain, untuk kebesaran islam secara menyuluruh. Tidak untuk golongan tidak untuk sekelompok orang tapi untuk siapapun yang ingin belajar ke Allah. Dan tidak untuk kita apalagi untuk saya … karena sayapun juga berkorban untuk hal ini. saya di dalam lereng merapi ini juga belajar bagaimana menerapkan tauhid tingkat tinggi ini. karena dibutuhkan keyakinan abal abal… keyakinan yang bukan hanya di ucapkan.

kita bisa bayangkan jaman Rasulullah dan para sahabat beliau mengeluarkan harta mereka di jalan Allah. ya itulah bukti dari tauhid tingkat tinggi yang dimiliki para sahabat.

jangan memaksakan diri jika memang tauhid kita rendah, nantinya akan jadi konflik batin ketika harus mengeluarkan sejumlah nominal untuk pembebasan tanah dan pembangunan lereng merapi, tapi juga jangan menahan diri untuk berkorban lereng merapi jika ada daya dari Allah dan dorongan yang kuat dari Allah untuk berkorban. Anda bisa saja tidak tenang karena selalu ada pikiran untuk bersama sama membebaskan tanah wakaf di lereng merapi…. sering muncul pikiran pikiran itu. kalau sudah demikian berarti anda memang dikehendaki Allah, so… jangan tunda berikan sekemampuannya. berkorban sekemampuannya. Anda akan merasakan kelegaan hati dan itulah tanda hidayah dan tanda keberkahan hidup anda terima dari Allah.

berkorban beda dengan umrah atau haji, karena kalau berkorban jelas untuk orang lain bukan untuk kita, tapi kalau haji atau umrah dengan nominal yang lebih tinggi, kita masih bisa merasakan, merasakan naik pesawat, merasakan berada di tanah suci dan lainnnya yang notabene harta itu untuk diri kita sendiri bukan untuk orang lain.

keimanan dan tauhid dalam hal berkorban sepertinya menjadi keharusan spiritual di manapun. Berkorban adalah bukti keimanan yang paling nyata. untuk apa sekarang membuat puisi dan lagu cinta kalau dimintai uang kekasihnya saja menolak, untuk apa menguraikan kalimat kalimat syahdu tentang cinta kepada Allah, kalau berkorban di jalan Allah saja masih sangat berat.

baiklah, mari kita sama sama evaluasi diri kita masing masing seberapa iman kita kepada Allah SWT. semakin kuat iman kita maka semakin besar wujud korban kita kepada Allah SWT. jangan tunggu Allah memberikan bukti bahwa kita memang tidak beriman segera wujudkan bahwa kita benar benar beriman. dan mari kita gunakan kesempatan pembebasan tanah wakaf lereng merapi sebagai wujud bukti kita keimanan kita kepada Allah dengan berkorban dengan harta dan ilmu serta tenaga kita.

Mengapa para sahabat diminta berkorban

Keimanan bukanlah isapan jempol, Allah terus mendidik sahabat Rasulullah untuk kuat dalam beriman. Maka jiwa dan raga serta harta adalah taruhan. Kita pun juga demikian kita juga di minta untuk berkorban dngan jiwa dan raga serta harta. misalnya Korban di lebaran haji.

berkorban adalah bentuk nyata dan bukti nyata dari ketaatan kita kepada Allah. Ketika bukti ini maka Allah juga akan membuktikan lebih banyak lagi. semakin kita berkorban maka Allah pun juga akan membuktikan bahwa Allah pun juga “berkorban” untuk kita.

kebalikannya adalah bahwa iman kita hanya isapan jempol maka Allah pun juga demikian. Jika kita menipu Allah maka Allahpun juga akan menipu kita. kenapa doa kita tidak dikabulkan bisa jadi karena iman kita hanya sekedar iman imanan. jangan hanya bilang kalau tidak dikabulkan sekarang ya nanti di akhirat akan diberi pahala… tapi coba revisi ulang keimanan kita sudah kita buktikan kepada Allah belum dengan banyak berkorban.

latihan berkorban sudah kita mulai mari bergabung di laskar lereng merapi. disini kita tidak hanya beriman tapi juga melatih bagaimana keimanan ini kita wujudkan. Yang diperlukan adalah nyali untuk berkorban… niat untuk berkorban dan mengusahakan apa yang kita niatkan hingga benar benar terwujud. ibaratnya kita bersedia dulu dengan segala resiko dan keuntungannya… segala yang terjadi … kita gunakan cara untuk mewujudkan dengan cara cara spiritual baik dengan itikaf dengan doa dan lainnya, kemudian juga dengan cara sunatullah misalnya dengan banyak berbuat kebaikan terutama di tempat kerja, banyak beramal untuk para pelanggan, menunaikan amanah lebih dari sekedarnya atau seharusnya. dengan demikian mustahil Allah tidak mengabulkan niat kita. ya mari segera bergabung di laskar lereng merapi