Kalau Qurannya sudah Jelas mengapa masih dibahas

Kalau dalam quran itu perintah sudah jelas kenapa harus di tafsirkan, kenapa harus dibelokkan, kenapa harus di buat-buat sehingga makna lugas quran menjadi kabur lagi. Apakah quran itu tidak bisa dipahami dengan pikiran yang sederhana? apakah quran hanya bisa dipahami oleh hanya lulusan pondok pesantren, atau lulusan yang bergelar LC, atau ? saya kira tidak. KEsederhanaan Quran menunjukkan kesederhanaan kita dalam memahami. karena sebenarnya Quran itu adalah perintah bukan rangkaian puisi, rangkaian karya sastra. kalau perintah pasti untuk dijalankan . Tapi kalau rangkaian karya sastra Muhammad SAW pastilah ruwet dan perlu penafsiran sana sini.

Saya kadang curiga kepada para pandai cendekiawan dikalangan ilmuwan islam, yang selalu menjadikan quran ini sulit seolah quran ini adalah hanya wilayahnya saja, mereka saja yang mampu membahas. kita kita ini dilarang keras membaca langsung kepada qurannya, kita harus melalui mereka. Baiklah saya secara tegas menolak monopoli quran hanya untuk para cerdik pandai agama, saya orangnya sederhana saja .saya lebih banyak menjalankan perintah quran dari pada membahasnya. Saya yakin quran semakin dibahas akan semakin tidak jelas. Quran semakin dikaji akan semakin sulit dan semakin menjauhkan kita dari mengamalkannya. Semakin jauh kita membahas quran maka syetan akan masuk dalam penfasiran dan pengkajian.

Kalau Perintah itu sudah jelas kenapa kita masih berfikir dan berdebat tentang amaliah. saya kira benar sebuah ungkapan yaitu JUST DO IT. Dengan just do it ini maka kita akan merasakan betapa al quran ini mukjizat kita akan merasakan keajaiban keajaibannya. Coba bandingkan dengan ahli debat dan ahli tafsir mereka psti berpecah belah. dan uniknya mereka pun menganggap wajar perpecaahan itu. Sungguh ini adalah kesesatan sesudah jaman Rasul yaitu berpecah belah. Sindiran rasulullah bukan lah suatu perintah tapu untuk dihindari misalnya setelah aku nanti akan terjadi perpecahan umat menjadi 73 golongan. ini adalah sindiran untuk selanjutnya mari  kita jangan berpecah mari kita bersatu. jangan dijadikan hadis ini menjadikan dasar untuk berpecah belah kemudian menghalalkan olok olok seperti pengkafiran oleh sebagian umat kepada umat lainnya. coba jika quran tidak di tafsirkan tapi dijalankan saya yakin pasti perdebatan dan perpecahan umat akan berkurang banyak dan kita bisa maju melebihi umat lainnya.

menjadi orang islam tidak perlu bergelar LC, tidak bergelar KYAI, tidak perlu bergelar HABIB, tidak perlu bergelar USTADZ, dan lainnya. Menjadi orang islam itu cukup simple dan sederhana cukup dengan menjalankan apa yang diperintahkan Al Quran. Kecuali kalau Imannya kurang, orang yang imannya kurang pasti amaliahnya sedikit terutama amaliah yang bersifat horisontal atau habluminannas seperti sedekah, zakat, menolong orang lain, mengihlaskan apa yang diminta orang kepada kita dll.

Dulu jaman Rasulullah tidak ada tafsir tafsiran , para sahabat dengan penih kesederhanaan menjalankan perintah quran apa adanya. dan luar biasa para sahabat tersebut tidak mengalami perpecahan umat, dan imannya naik secara drastis. inilah yang harus kita contoh .