Kemana engkau menghadap disitu ada wajah Allah

Alam semesta merupakan tanda, tanda bahwa Allah ada disitu. Coba dengan kesadaran yang sudah ada pada diri kita mari kita menyadari bahwa Allah ada dibalik alam ini. Ketika kita menghadap ke barat ada pohon di depan kita maka dibalik pohon, yaitu yang membuat pohon menjadi tumbuh dan besar adalah Allah SWT, Allah ada di pohon. ketika kita menghadap ke timur di situ ada tembok rumah maka Allahpun ada disitu Beliau yang meliputi segala sesuatu.

alam semesta ini dapat menjadi pemicu kesadaran kita untuk selalu melihat Allah. jadi kemana kita menghadap maka ada Allah. Pemahaman ini akan membawa kita mudah untuk sadar kepada Allah kemanapun kita menghadap. Allah tidak hanya di arah kiblat saja tapi Allah ada di segala arah. Ketika kita menghadap membelakangi kakbah (menghadap timur) maka kita juga akan melihat Allah. .

Jangan melihat alam semesta ini sebagai alam, tapi lihatlah alam ini sebagai perantara kita untuk melihat Allah. kalau kita melihat pohon maka yang kita lihat bukan pohonnya tapi Allahnya. Ya tentunya melihat Allah tidak menggunakan mata tapi menggunakan kesadaran. karena memang, hanya kesadaranlah yang dapat menyaksikan Allah. jika kita mampu dengan ini maka kita dapat membuktikan bahwa Allah itu ad dzahiru artinya allah itu bersifat zahir. Ini merupakan suatu anugerah yang tiada tara, ketika kita dapat menyaksikan Allah yang maha nyata.

Dalam posisi ini anda tidak perlu takut untuk melihat Allah yang nyata, dan tidak perlu  dikatakan sesat, karena yang menyatakan anda sesat pada wilayah ini adalah syetan yang sudah di tutup mata hatinya oleh Allah SWT. Maka teruslah melihat Allah yang sangat nyata dan sangat riil.

 

Perbedaan ilmu makrifat dengan makrifat

ilmu makrifat adalah hasil dari makrifat sedangkan makrifat sendiri adalah kesadaran mengenal Allah. Disini berbeda jelas apa itu ilmu dan apa itu kenyataan. Seorang pejalan (salik) maka dia akan makrifat, tapi kalau dia pencari ilmu makrifat maka dia akan dapat ilmu makrifat. banyak dari kita yang terjebak pada mencari ilmu makrifat, belajar tasawuf bertahun-tahun sampai dikepalanya penuh dengan berabagai macam ilmu tasawuf dari mulai istilah, sejarah, maqom-maqom , bagaimana cara mencapai maqom maqom dan seterusnya. demikian banyak ilmu ini hanya sebatas kognitif atau pengetahuan, belum menyentuh esensi kesadaran yang sebenarnya. terlalu banyak ilmu tasawuf  dan minimnya amaliah masih di tambah dengan lemahnya mental seringkali menyebabkan stress bahkan banyak yang akhirnya gila.

Beda dengan makrifat, makrifat itu sederhana yaitu sadar Allah. pada level ini orang tidak banyak bicara dan belajar melalui buku, orang yang makrifat (sadar Allah) selalu belajar kepada Allah, karena memang melalui kesadaran itu Allah mengajarkan banyak hal.

Orang makrifat kalau bicara bukan bicara ilmu tapi bicara pengalaman,ini berbeda dengan orang yang belajar ilmu makrifat maka dia banyak bicara dari sisi ilmu nya bukan amaliahnya atau pengalamannya.

maka banyak kita temui juga bahwa orang makrifat justru ada pada orang orang biasa namun dia memiliki istiqomah tinggi untuk selalu sadar Allah. pakaian yang dia kenakan cukup sederhana tidak menggunakan atribut serban, jubah, dan lainnya.

antara ahli ilmu makrifat dan ahli makrifat memiliki pengajaran yang berbeda. Karena ahli makrifat basic nya adalah experience maka apa yang dia ajarkan adalah apa yang dia alami dalam bentuk cara yang sederhana. berbeda dengan ahli ilmu makrifat yang banyak bicara pada tataran ilmu. Ahli ilmu makrifat biasanya kemana mana membawa kitab kitab karya orang makrifat misalnya kitab madarijus salikin, ihya, al hikam.. dan lainnya. Kitab kitab tersebut merupakan karya orang makrifat yang dibaca dan dipelajar oleh ahli ilmu makrifat.

sekarang mari kita evaluasi diri kita, kita ingin menjadi ahli ilmu makrifat atau ahli makrifat? kalau hanya ilmu tidak akan menjadi makrifat, tapi kalau anda makrifat (sadar Allah) maka anda akan mendapatkan ilmu.

 

 

Untuk apa Ijazah Ilmu makrifat

pengijazahan sebuah ilmu memiliki nilai spiritual yang dalam. Ijazah ini dapat mengandung :

1. Keridloan Empunya ilmu terhadap ilmu yang akan diberikan kepada muridnya. Ternyata apapun jika ada keridloan ada semacam kesambungan hati sehingga lebih mempercepat ilmu yang dimiliki guru tersebut dipahami oleh murid

2. pengajaran spiritual, karena makrifat tidak sekedar ilmu namun lebih pada “keadaan keadaan ” misalnya keadaan yakain, keadaan dekat, keadaan fana, keadaan pasrah dan lain lain maka pengijazahan ini lebih pada bagaimana guru tersebut dapat membawa si murid berada pada keadaan keadaan tersebut sesuai dengan apa yang diajarkan guru waktu itu. Misalnya si murid sudah waktunya diajarkan wilayah pasrah maka ijazah ini akan membawa murid pada keadan tersebut. guru makrifat yang mumpuni akan membawa murid secara instan masuk ke wilayah tersebut, sehingga murid medapatkan pengalaman tersebut. nah dengan pengalaman itu murid akan cepat memperoleh keadaan itu lagi dalam latihan latihan yang dia jalankan.

3. updating spiritual. Jika kita mendapatkan ijazah ini maka setiap guru makrifat menerima pengajaran dari Allah , jika muridnya mengamalkan ilmu yang diberikan guru tersebut.. maka secara otomatis akan mendapatkan ilmu terbaru yang didapat Guru makrfat tersebut. Meski tidak bertatap muka , meski berjauhan. Tentunya selama si murid ini ada rasa hormat, menghargai dengan guru tersebut.

4. Si murid yang sudah diijazahi ini akan mendapatkan pengajaran jarak jauh dari gurunya, misalnya dalam mimpi, atau antara sadar dan tidak seperti mendapat wejangan dari guru spiritual.

nah itu lah beberapa saja dari keuntungan seorang murid mendapat ijazah ilmu makrifat dari seorang guru.

pengertian ijazah ini tidak seperti ijazah keluluasan sekolah, atau semaca sertifikat… atau mahar maharan… pakai uang sekian untuk beli ijazah… tidak seperti itu. jadi ijazah ini adalah semacam legitimasi pengajaran dari guru kepada murid maka ada beberapa ketentuan agar pengijazahan ini berhasil :

1. murid harus meminta ijin mengamalkan ilmu, tunggu sampai guru mendapat mengiyakan. kalimat mengiyakan dengan disertai beberapa wejangan ini merupakan bentuk keridhoan dari guru tersebut.

2. untuk mendapatkan pengajaran secara langsung sebaiknya ada tatap muka sehingga Guru dapat memahami keadaan murid dengan seksama dan dapat memberikan pengajaran makrifat sesuai tingkat pemahaman murid.

3. agar jalur spiritual terbuka maka sikap murid dan guru harus selalu ada kesambungan. misalnya saling mendoakan, guru mendoakan semua murid dan murid mendoakan guru.

makrifat memang bisa dipelajari sendiri dengan baca di internet, dengan mendengarkan pengajian makrifat di radio atau rekaman rekaman atau melalui youtube namun itu akan berjalan sangat lama. makrifat adalah hasil perjalanan, maka ketika anda ikut sekali saja perjalanan itu maka anda akan paham dari pada anda hanya baca peta atau lainnya. perjalanan akan sangat lama dan mungkin bisa keluar jalur.

 

hati hati dengan duplikasi guru spiritual

manusia memang dibekali Allah dengan “ketidaksadaran kolektif” atau collective unconsciouness. Namun bekal ini bukan berarti secara tauhid bisa kita gunakan. Kita bisa saja menggunakan sistem duplikasi bawah sadar dengan mengidentifikasi diri kita dengan orang lain tapi dalam hal lainnya bukan masalah tauhid.kalau masalah tauhid akan sangat bahaya.. sebab namanya manusia tidak selamanya naik tapi kadang juga turun. kalau pas naik yang menduplikasi akan naik juga tapi jika sedang turun ? maka yang menduplikasi akan turun juga.

Duplikasi itu boleh saja asal kita tahu batasnya, kalau kita sudah kenal Allah berkat duplikasi itu maka kita harus memisahkan diri dan belajar sendiri kepada Allah SWT. Sebab Seorang guru spiritual beliau juga harus berjalan menuju kepada Allah.

hampir semua tarekat menggunakan nafas sebagai Alat dzikir

Tarekat manapun pasti mentargetkan jamaahnya untuk bisa selalu berdzikir. karena dengan selalu berdzikir inilah pintu pintu hakikat akan terbuka. tidak ada jalan lain menuju kepada hakikat jika tidak ada dzikir. Dzikir yang saya maksud disini adalah dzikir dengan penuh kesadaran. Bukan sekedar dzikir yang di mulut. Setiap tarekat pasti akan mentargetkan jamaahnya untuk selalu sadar Allah. kemana engkau menghadap di situ ada wajah Allah SWT.

nah sekarang yang jadi masalah adalah tidak adanya latihan kesadaran untuk menuju pada kesadaran yang sesungguhnya. Zikir nafas yang saya programkan adalah program latihan agar kita bisa selalu sadar Allah. dengan melatih dan menggembleng diri maka nantinya harapan dari saya adalah kita dapat menyadari Allah tanpa harus bertarekat, tanpa harus baiat tanpa harus talqin dan seterusnya. Asal mau berlatih dengan apa yang saya programkan secara kontinyu maka nanti Allah sendiri yang akan bimbing menuju kepada Allah.

Jangan takut untuk menuju kepada Allah jika anda tidak memiliki guru mursyid, jika anda tidak di baiat, jika anda tidak di talqin jika anda tidak mengikuti tarekat tertentu. Dengan dzikir nafas yang saya programkan ini maka secara otomatis guru anda bukanlah saya tapi Allah, baiat anda adalah syahadat kepada Allah dan Rasulullah. Kenapa anda mesti takut kalau Allah menjadi Guru anda dan syahadat sebagai sumpah anda.

yakinlah bahwa awalnya tarekat dibuat agar kita bisa berguru kepada Allah bukan kepada manusia , para pendiri tarekat inilah orang orang yang sangat berjasa dalam pengembangan ilmu ketauhidan. Namun jangan disalahgunakan bahwa penerusnya adalah Guru penerusnya adalah penghantar… ke Allah tidak perlu penghantar karena Allah sudah membuka Diri… hai Muhammad jika ada hambaku bertanya kepada Ku katakan bahwa Aku ini dekat.

Kesalahan dalam bertarekat adalah menjadikan guru mursyid menjadi hijab untuk ke Allah, padahal saya yakin guru Mursyid tidak menginginkan demikian. Namun jika guru mursyid menginginkan demikian bagi saya wajib kita tinggalkan sebab yang demikian akan menutupi (hijab) antara kita dengan Allah SWT. untuk itu carilah guru mursyid yang benar benar bisa mengantarkan kita kepada Allah SWT bukan malah menjadikan dirinya menjadi hijab antara kita dengan Allah.

Untuk bisa mendekat dan bersama dengan Allah kita harus yakin bahwa kita bisa, bahwa kita bisa dekat dengan Allah. jangan tidak Percaya diri lalu menjadikan guru guru mursid sebagai penghantar.

catatan : dalam bermakrifat harus benar caranya salah maka selamanya salah. saya tidak menyalahkan mursyid sebagai hijab, yang saya salahkan adalah kita ini yang cara bergurunya salah yaitu masih menggunakan guru mursyid sebagai hijab.

baik kembali ke masalah nafas. Saat ini Allah sudah membuka lebar lebar pintu makrifat kepada Nya, tunggu apa lagi. Munculnya buku dzikir nafas bukan secara kebetulan namun memiliki sejarah yang panjang dan berproses. saya yakin Allah saat ini sudah berkehendak agar kita bisa mendekat kepada Nya dengan cara yang mudah tanpa harus menggunakan ritual macam macam. saat ini belum ada ulama yang berani secara terang terangan membuat dan menyusun metode dzikir nafas… saya sangat bersyukur kepada Allah SWT meski saya bukan Ulama atau ahli agama namun saya diberikan amanah untuk meneruskan ilmu para wali terdahulu yaitu menyebarkan dzikir nafas.

Dzikir nafas inilah puncak dari pada belajar tarekat jika anda tahu.. silahkan check di ordo ordo tarekat pasti akan menggunakan alat nafas untuk berdzikir menyadari Allah. dzikir Huu Allah adalah dzikir yang sangat Agung, saya merinding jika menuliskan keagungan dzikir Huu Allah (seperti saat ini saya menulis). Ketika Huu maka kesadaran langsung menuju kepada Dzat … ketika Allah pun saya menuju kepada Dzat (inilah dzikir agung yang disebut dengan dzikir ismul Dzat).

Saya menangis … ketika saya sadar bahwa dzikir nafas ini sesuatu yang sangat luarbiasa.. Yaa Allah bersyukur kepada Mu karena Engkau pilih hamba untuk meneruskan jejak para wali Mu yang selalu berdzikir kepada Mu.

saudaraku .. . saya tidak dapat bercerita banyak tentang kehebatan Dzikir nafas ini. saya sekedar menyampaikan apa apa yang Allah ilhamkan pada saya… semua saya kembalikan kepada Allah. JIka anda mendapat hidayah Allah maka anda akan dipermudah untuk menjalankan dzikir nafas ini, namun jika belum ada hidayah mungkin anda menganggap biasa ilmu dzikir nafas dan tidak tergerak untuk mengamalkan. dan naudzubillah jika anda dibuat benci dengan dzikir nafas ini… saya pun memohonkan ampun semoga dibuka pintu hidayah-Nya.

akhir tulisan ini; dzikirlah setiap saat… jangan ada halangan.. dan itu hanya bisa dilakukan dengan menggunakan nafas, bahkan saat tidurpun anda akan bisa berdzikir… 

cara cepat mencapai puncak marifat

ada satu pertanyaan pak bagaimana cara cepat mencapai puncak marifat?, lha memang makrifat ada dasar ada puncak? menurut saya makrifat adalah satu titik, ketika kita bertemu titik itu maka ya itu, tidak ada yang lain. nah perkara di dalam makrifat itu menimbulkan ilmu ya itu ilmu , ilmu makrifat, kalau makrifat sendiri ya cuma ada satu ya itu.

dan cara mencapai makrifat tidak ada cepat tidak ada lambat, kita pakai cara cepat malah lambat kita pakai cara lambat eh malah cepat. jadi dalam belajar makrifat jangan mentargetkan cepat atau sangat cepat, yang kita lakukan sebaiknya berjalan dengan istiqomah dan penuh keberserahan diri kepada Allah, hanya itu caranya.

 

Apa beda syariat dengan hakikat

Semua perintah Allah itu mengandung suatu makna, perintah Allah itulah syariat dan makna dibalik perintah itu lah hakikat. misalnya kenapa kita dalam shalat ada perintah sujud karena agar kita pasrah  berserah diri kepada Allah. sehingga yang namanya syariat adalah perintah sujud dalam shalat sedangkan hakikatnya adalah kita berserah diri kepada Allah SWT.

nah jelas bedanya kan, jadi kalau kita mengamalkan syariat kita harus tahu hakikatnya. Percuma saja kita hanya menjalankan perintah tapi tidak tahu untuk apa diperintah. contohn tadi dalam shalat ada perintah sujud tapi jiwa kita tidak berserah kepada Allah. 

Tidak menjalankan hakikat ini menyebabkan ibadahnya terasa kering dan tidak memiliki kandungan apa apa. maka mau tidak mau belajar shalat harus belajar hakikat, belajar puasa harus belajar hakikat , belajar dzikir harus belajar hakikat, dan semua yang diperintahkan Allah harus kita pelajari hakikatnya.