Articles with makrifat

menjadikan bahasa langit menjadi bahasa bumi

kesulitan dalam menyampaikan ilmu keTuhanan adalah mengenai bahasa. Saya terus mencoba untuk menggunakan bahasa yang mudah di fahami, dengan uraian yang sesingkat singkatnya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya pun ketika belajar di awal tentang hal ini mengalami kesulitan dimana saya harus mengulang dan mengulang. Sekian lama belajar mengenai ini saya baru menemukan klik nya pada “disebalik alam semesta” bahasa qurannya adalah …yang menguasai alam semesta…, kalimat yang menguasai ini menjadi kata kunci untuk mudah dalam mengenal Allah seberapa faham dia akan dapat memahami hal ini. sayapun harus menjelaskan bahwa yang kita gunakan ketika memahami yang menguasai alam semesta adalah dengan kesadaran. jika masih alam semesta berarti masih menggunakan pikiran atau instrumen jasad.

Pada awal belajar saya sudah diajarkan bagaimana melihat disebalik pohon itu pandanglah, kemudian Pak Haji slamet Utomo pun sering mengajarkan lihatlah pohon yang dulu kecil sekarnag tumbuh menjadi besar. tapi yang namanya belum faham ya saya benarkan dan saya terima saja. Baru sekarang ternyata in merupakan kunci dalam berspiritual. Saya harapkan pembaca dan jamaah semua, memegang kunci ini  kunci untuk selalu di gunakan dalam bertauhid dan dalam berjalan menuju kepada Allah. Sejak kecilpun saya sering mendengar istilah siapa yang mengecat lombok atau cabe, yang menjadikan cabe menjadi hijau, merah dan akhirnya menguning …. istilah ini sudah sering saya dengar namun sekali lagi seperti tidak mengandungi makna apa apa.

baik kembali ke tema tulisan saya kali ini, ketika saya harus menyampaikan bahwa cara mudah memahami Allah disebalik alam semesta memang tidak semudah mengucapkannya sebab kalimat ini jika pendengar tidak menggunakan kesadarannya maka kejadiannya akan seperti saya baru faham setelah 18 tahun. Dan tentunya ini menjadi catatan bagi saya agar jangan sampai seperti saya. Kesalahan saya dulu memahami penjelasan dari guru saya adalah menggunakan pikiran, tidak menggunakan kesadaran. Nah berarti sekarang sebelum saya menjelaskan tentang hakikat dibalik alam semesta ini berarti saya harus membuat jamaah menggunakan kesadarannya untuk memahami apa yang saya sampaikan. langkah pertama adalah mengaktivasi kesadaran jamaah.

bagaimana cara mengaktivasi kesadaran jamaah? saya ajak jamaah mengenal yang mana yang sadar itu, saya ajak mereka melihat ketika tidur terus bangun maka itu namanya sadar, sadar dari tidur, pingsan kemudian sadar berarti sadar dari pingsan. Jika ini faham maka akan saya tingkatkan lagi dengan analogi angin. ketika kita melihat angin lesus maka kita akan mengatakan “ada angin” padahal secara kasat mata tak nampak anginya , yang nampak adalah debu yang berterbangan atau benda lainnya. dalam hal ini meski angin tak nampak namun kita mengatakan ada angin, berarti kita sadar angin. Kalau anak kecil yang belum sadar angin akan mengatakan “ada debu berputar”‘ dari sini kita faham tentang yang mana yang sadar dan yang mana yang menggunakan jasad atau mata. nah disini jamaah tentunya mulai faham mana yang sadar itu. sekarang akan saya tingkatkan dengan sadar Allah, yaitu mengajak jamaah untuk menyadari siapa di balik angin itu, nah ketika jawaban itu dari kesadaran yang benar maka kita akan menjawab disebalik angin adalah Allah.

setelah faham siapa di sebalik semesta ini kita bisa berlatih dengan yang lebih dalam, misalnya yang disebalik yang kita lihat, yang disebalik yang kita dengar, lebih halus lagi, diseblik yang ada dalam pikiran kita, kemudian lebih halus lagi disebalik yang ada di rasa kita, demikian terus penghilangan penghilangan yang terus menerus. maka dari sini kita akan menemukan kesejatian di dalam kesejatian, dan ini akan berlangsung terus menerus. meski sudah kosong, sudah fana ataupun sudah lenyap proses disebalik yang ada ini akan terus berlangsung. Hal ini kita lakukan sampai benar benar fungsi pikiran tidak ada lagi alias meninggal dunia. Proses inilah yang sebenarnya nanti akan membawa kepada keadaan khusnul khatima, karena proses peniadaan terus berlangsung.

baik peniadaan ini baru tahap pertama langkah selanjutnya adalah pengosongan yaitu laa haula walaa quwata ila billah. Tidak ada kekuatan, kecuali kekuatan Allah. ini bukan untuk mencari kekuatan Allah, atau menggunakan kekuatan energi ilahiah atau lainnya, disini kita benar benar mengenolkan kebisaan kita, ke mampuan kita. Kalau penghilangan ke akuan sudah di tahap pertama tadi, sekarang adalah tahap kedua yaitu penghilangan kemampuan. Proses inipun sama dengan yang pertama yaitu proses yang tidak akan berhenti dan akan berlangsung sampai kita mati. Ketika kita berhenti maka rasa kemampuan itu akan muncul. seperti yang penghilangan ego di tahap pertama ketika kita berhenti maka ego itu akan nongol. catatan bahwa muncul keakuan dan kebisaan itu sangatlah halus. Dia bisa menjelma menjadi sesuatu yang kita anggap “benar”, maka harus hati hati dan harus terus menerus untuk selalu menghilangkannya.

jika sudah faham tentang hal diatas silahkan berlanjut ke alinea berikut ini

sehingga ada dua langkah yaitu peniadaan yang ada termasuk ego, dan yang kedua adalah peniadaan kemampuan. dua langkah ini dapat kita latih melalui metode dzikir nafas. yaitu nafas masuk dan nafas keluar, dzikir Huu dan Allah. Dzikir Huu dengan nafas masuk, kita sertai dengan peniadaan semua yang ada ini. menafikan semua yang ada ini. Kalau tadi kita lihat debu maka kita tiadakan debunya, kalau kita nampak angin, kita tiadakan anginya, dan seterusnya. jika ini kita lakukan terus menerus maka kita akan loncat ke alam kesadaran yang lebih dalam. kemudian tahap kedua setelah bisa meniadakan maka kita hilangkan kekuatan kita dan kita serahkan kepada Allah. kita bisa ini dan itu, kita hilangkan sampai merasa tidak bisa apa apa, dan ini terus menerus dilakukan setiap nafas keluar. Perpaduan nafas masuk dan keluar dengan peniadaan yang nampak, dan menisbatkan Allah maka lama lama kita akan semakin dalam dan semakin faham.

baik sebatas ini silahkan untuk di pelajari dan tentunya di amalkan, karena kefahaman akan lahir dari pengamalan.

Menerima Perbuatan Allah itu lebih dalam dari pada sekedar makrifat

Sering kita mendengar ungkapan bahwa syetan pun juga makrifat, kitapun bertanya tanya bagaimana syetan dapat makrifat?, Kita menyangka mungkin makrifat adalah tingkatan tertinggi dari seorang hamba ? he..he. ternyata tidak, karena apa karena syetan pun juga makrifat. Mau bukti kalau syetan itu makrifat…. cari sendiri….. he he , baik silahkan di googling ayat al quran yang menyebutkan bahwa sebelum syetan dikeluarkan dari surga, syetan pun berdoa kepada dan meminta  kepada Allah, dan doanya tidak sembarang doa, karena permintaan syetan dikabulkan Allah. Berarti dari sini kita sudah belajar bahwa doa dan dikabulkan pun itu masih  bisa dilakukan syetan.. hehe silahkan cari sendiri ya .

Syetan pun makrifat, maka kita ya harus bedalah dengan syetan, …masak sama kita dengan syetan, meski kita makrifat. Makanya banyak golongan umat islam yang anti pati dengan makrifat karena makrifat bisa sama dengan syetan … tapi yang anti pati dengan makrifat lebih parah… sebab dia makrifat saja tidak… he he , puaaaraahhh….

baik kalau makrifat bisa sama dengan syetan terus kalau kita sudah makrifat terus mau apa, what next after ma’rifat… so what…. baik sayyidina Ali menyebutkan bahwa awal dari agama adalah makrifatullah, berarti setelah kita makrifat maka selanjutnya adalah menjalankan agama, agama yang dibawa Rasulullah adalah memperbaiki akhlak. Jadi kalau kita ingin selangkah lebih maju dari pada syetan maka kita harus berahlak kepada Allah.

Nah kalau sudah mengenai ahlak ini maka syetan sudah tertinggal, tapi ingat bahwa ahlak yang di landasi dengan makrifat, bukan ahlak asal asalan. Ahlak yang di landasi makrifat kepada Allah akan memberikan pengaruh yang kuat kepada kita. ada 3 akhlak saja kita kepada Allah, tidak muluk muluk. Dan pasti anda pun senang yang simpel-simpel kan, yang sederhana kan…., Dan itulah yang memang dikehendaki Allah dalam menjalankan agama ini, yaitu sederhana simpel dan mudah dijalankan. apa itu 3 ahlak yang harus ada pada kita setelah makrifat …berikut uraian singkatnya

  1. Menerima Allah baik Dzat nya, Sifatnya dan Af’alnya : kebanyakan kita dan kita harus keluar dari kabanyakan orang ini. Ia bisa menerima Allah sebagai Dzat nya, dan juga bisa menerima  sifat sifatNya, … Namun sangat sedikit kita yang masih belum bisa menerima perbuatan Allah. Contohnya… kenapa islam kalah…. lah kan memang islam kalah itu perbuatan Allah, makanya koreksi dong, kenapa Allah mengalahkan islam di berbagai tempat… di irak, di suriah, di palestina .. dan lainnya … jangan menyalahkan perbuatan Allah, tapi coba tanya ke Allah, kenapa islam dikalahkan. menyalahkan dan bertanya tentu suatu yang berbeda. Kalau menyalahlkan Allah berarti dia tidak terima perbuatan Allah, kalau dia bertanya kepada ALlah, berarti dia menerima perbuatan Allah dan ingin memperbaiki diri.
  2. akhlak yang kedua adalah Syukur, setelah kita menerima maka langkah selanjutnya adalah bersyukur kepada Allah. Bersyukur yang tingkatan paling tinggi adalah bersyukur kepada Allah bukan bersyukur nikmat …. ya  kalau nikmat, kalau tidak? nah pasti tidak bersyukur. Kita bersyukur kepada Allah apapun yang diperbuat Allah.
  3. akhlak ke tiga adalah mengagungkan Allah. akhlak ini tentu saja akan membuat kita fokus hanya kepada Allah. Fokus kebesarannya dan fokus segala atas segala kemampuan Allah terhadap apa yang kita minta. Point ini paling berat bagi yang masih menggunakan khadam khadam, jin jin, jimat-jimat, rajah-rajah, hizb hizb dan sejenisnya. INi adalah pilihan, pilihannya adalah pilih Allah atau tidak sama sekali. menduakan Allah pada ahlak ini sangat dilarang, ingat bahwa Allah maha pencemburu, jangan sekali sekali kita menduakan Nya.

baik dengan 3 akhlak ini level kita akan lebih tinggi dari pada syetan. mudah kan, simpel kan…. islam memang sederhan simpel dan mudah….. selamat menjalankan ketiga akhlak tersebut , semoga dimudahkan amin

esensi Huu Allah

Esensi Huu Allah memang sangat dalam, dan hanya bisa dicapai dengan seringnya latihan yang terus menerus. Esensi huu Allah ini adalah sebenarnya perasaan juga dari kalimat thoyibah yaitu laa ilaha ilallah. esensi ini adalah bentuk peniadaan semuanya dan itu lah Allah. Mungkin sebagian kita bingung dengan pernyataan ini yaitu ketika huu adalah pendiaan dan ketika Allah adalah Allah. jadi sekali lagi bahwa peniadaan itu adalah Allah, atau bahwa yang tiada itu adalah Allah.

kenapa saya menyebut bahwa huu adalah peniadaan, kalimat Huu adalah Dia, kalimat dia berarti tidak ada, kalau ada berarti bukan dia tapi engkau atau kamu, nah ALlah kita tempatkan kepada Dia, agar pikiran kita menghilangkan segala keberadaan yang ada, ketika kita sudah bisa mencapai ketiadaan yang ada maka itulah Allah.

perintah seorang kyai sepuh jaman dulu kepada seluruh santrinya, carilah Allah kalau ketemu berarti itu bukan Allah, perintah itu artinya bahwa kita mencari di ketiadaan segalanya jadi kalau sampai ketemu berarti masih harus mencari sampai tidak ketemu. Cara simpel dan sederhana untuk mendapatkan ketiadaan itu adalah dengan dzikir Huu Allah dalam setiap nafas. Setiap nafas yang masuk kita meniadakan Allah sampai tidak ada dalam pikiran kita dan ketika nafas keluar kita dzikir Allah artinya bahwa yang tiada itu adalah Allah SWT. kalimat Allah ini adalah bentuk tajali nya ALlah dalam keasaran kita. sedangkan kalimat Huu adalah takholli yaitu kalimat peniadaan.

setiap nafas adalah peniadaan Allah dan pengukuhan akan kesadaran Allah. Peniadaan Allah dalam pikiran kita dan pengukuhan Allah dalam kesadaran kita. Jika kita mampu menggunakan kesadaran ini maka kita akan menemukan esendi berTuhan, memahami benar benar posisi Allah dalam diri kita yaitu bukan di pikiran tapi di kesadaran kita.

tempat belajar megukuhkan Allah dalam kesadaran

syetan makrifat tapi akhlaknya kurang ajar

syetan sangat mengenal Allah, maka syetan makrifat kepada Allah. tapi makrifatnya tidak diiringi dengan kepatuhan kepada Allah. Ya sama saja dengan kita mengenal presiden tapi semua aturan presiden dilanggar. kalau masalah makrifat (mengenal) semua bisa saja mengenal, tapi kita tidak akan berhenti mengenal setelah mengenal harus berserah diri (tasbih) dan mengikuti semua kehendak Allah. jadi tidak sekedar makrifat harus dengan kepatuhan.

dengan kepatuhan kepada Allah seorang hamba akan semakin mengenal atau semakin makrifat. Tentunya akan sangat beda orang yang patuh kepada juragan dengan orang yang hanya mengenal juragan. orang yang patuh pasti mengenal dan orang yang mengenal belum tentu patuh. Jadi semakin patuh kepada Allah maka akan semakin mengenal atau makrifat.

kita diciptakan Allah untuk mengenalNya, cara mengenalnya cukup dengan sadar Allah, sadar Allah bisa membawa kita kepada alam makrifat, tapi tidak akan berhenti di mengenal tapi harus mengikuti kehendak Allah baik yang berupa ilham takwa maupun yang diturunkan Allah kepada Rasul yaitu quran dan hadis. dari mengikuti perintah Allah ini lah maka ahlak kita akan terdidik dan terarah kearah yang lebih baik.

jadi semakin makrifat maka akhlak kita akan semakin baik.

Pola pendidikan “masalah-solusi” dari Allah

ketika kita siap ke Allah dan dengan niat bersungguh bersungguh kepada Allah maka Allah akan memproses agar kita lebih dekat dan lebih paham kepada Allah SWT. Inilah makna dari pada berguru kepada Allah. Berguru kepada Allah karena Allah sendiri memproses hambanya yang benarbenar dan bersungguh sungguh untuk mendekat kepada Nya. Dan didikan Allah ini tidak main main. Cara mendidik ALlah ada dengan pola “masalah – Solusi” jadi Allah memberikan masalah agar hamba tersebut semakin bergantung kepada Nya dan semakin patuh kepada Nya kemudian Allah memberikan solusi. “masalah-solusi” adalah pola yang harus kita pahami dalam mengarungi pendekatan kepada Allah.

Meski nampak sederhana Masalah-solusi tapi pola ini sangat efektif untuk mengajarkan berbagai macam akhlak dari mulai berserah diri, sabar, ihlas ,bergantung dan sebagainya. Sehingga jika kita terbiasa dengan pola ini maka akhlak kita lama lama akan menjadi baik dan akan menjadi lebih sempurna.

kita harus paham dengan benar tentang pola ini agar perjalanan kita menuju kepada Allah dapat kita lalui dengan benar kita akan mendapatkan tingkat keimanan yang semakin sempurna. banyak sudah sahabat sahabat di DNSA (dzikir nafas sadar Allah) yang sudah merasakan ini dan mengalami keadaan ini. pertama mendapatkan pola ini memang mengagetkan tapi setelah dapat solusi maka mendapatkan keyakinan bahwa Allah juga memberikan solusi. Kemudian hal itu berulang dan berulang akhirnya terbiasa dengan pola pendidikan Allah ini yang pada akhirnya sudah tidak menimbulkan keraguan lagi dan sudah bisa memastikan nanti pasti ada pertolongan, dan sudah bisa bersikap bagaimana ketika menerima masalah dari Allah.

ya masalah dari Allah jawabannya sudah pasti yaitu berserah dan mengikuti apa yang Allah perintahkan, itu adalah jawaban pastinya. Sehingga kita tidak repot repot lagi mencari jawaban. inilah keuntungan kita belajar mendekat kepada Allah setiap masalah adalah pelajaran dan setiap masalah yang ada solusinya adalah pelajaran dari Allah untuk meningkatkan keimanan kita. semakin iman kita maka hidup kita akan semakin bahagia. Karena iman ini bukan sekedar mengaku beriman tapi benar benar beriman kepada Allah.

jadi belajar DNSA bukan tidak membawa dampak yang ringan terhadap kehidupan. dampak itu sangat besar dan dampak itu membawa suatu perubahan paradigma dalam kehidupan. Pola pelajaran yang Allah berikan yaitu Masalah-solusi ini memang benar benar mendidik kita kearah yang lebih baik, lebih muthmainah. Semoga kita dapat melampaui masalah masalah yang diberikan Allah dengan terus sadar Allah. dan semoga kita selalu sadar bahwa setiap masalah itu pasti ada solusi dari Allah.

metode belajar makrifat On Line

Sekarang saat nya belajar On line, tidak ada batasan jarak lagi. Orang yang paling dekat dengan kita bukan lagi tetangga tapi siapa yang menjadi anggota di group WA, FB atau lainnya. On line memang mempercepat seseorang untuk belajar segala sesuatu termasuk salah satunya adalah belajar makrifat. Kalau  dulu sebelum ada online-online-nan  untuk belajar makrifat kita harus bertemu dengan guru kita, kita harus sowan, sekarang tidak lagi, cukup sya hello via WA, cukup Like di FB atau beri kemontar status status nya itu sudah bisa menjadi saluran keberkahan ilmu dari Beliau. Ya .. jaman sudah berubah untuk itu mari kita berubah .

gunakan sistem online untuk belajar makrifat caranya sebagai berikut :

  1. Gunakan google untuk mencari pelajaran apa saja. karena banyak istilah makrifat yang perlu anda ketahui
  2. Ikutlah group yang diasuh oleh salah satu guru makrifat. ingat anda harus jeli jangan salah pilih. Kunci untuk menemukan guru makrifat adalah kekonsisten beliau dalam mengajarkan untuk selalu ke Allah
  3. jalinlah interaksi dengan beliau terutama di FB dan WA karena nampaknya itu jalur yang paling banyak digunakan saat ini
  4. Amalkan secara istiqomah apa apa yang beliau sampaikan dan jangan bertanya sebelum mengamalkan.
  5. Mandiri untuk berjalan ke Allah. Tidak perlu takut dengan syetan atau tersesat karena jika niat lurus ke Allah maka Allah sendirilah yang akan melindungi. Terjadinya kesesatan dalam bermakrifat karena tidak ke Allah, belajar makrifat untuk sakti, untuk membersihkan diri, untuk surga dan lainnya, inilah yang bisa menyebabkan kesesatan

nah itu 5 tips simpel belajar makrifat on line, jadi materinya online, belajarnya langsung ke Allah. Kalau ada guru itu hanya sebagai penunjuk dari materi yang bisa dipelajari. Dan guru hanya sebagai motivator murid saja untuk lurus ke ALlah selebihnya Allah sendirilah yang akan mengajarkan.

jamannya sudah online anda harus lebih bercaya kepada Allah dari pada manusia yang bergelar guru, syech, ustad, mursyid dan lainnya. Keyakinan anda yang melebihi keyakinan kepada Allah akan menjadi Hijab bagi anda sendiri untuk menuju kepada Allah. Sekarang bagaimana anda akan ke Allah kalau masih terhijab dengan mursyid, mestinya anda tidak menginginkannya bukan.

saya pun saat ini belajar langsung ke Allah, guru guru saya hanya mengajarkan bagaimana ke Allah selebihnya saya yang terus belajar kepada Allah. dan ilmu Allah selalu mengalir. Maka benar bahwa makrifat harus langsung “online kepada Allah” belajarnya tidak bisa offline dengan manusia.

belajar fana melalui nafas

jika tubuh  sakit, lemas dan tak berdaya , tapi masihkah mampu bernafas? mengapa kita masih mengeluh kalau sakit dan lemas tak berdaya, padahal Allah masih memberikan kekuatan yang sangat besar yaitu kemampuan kita bernafas. sebenarnya kita tidak akan dapat bernafas jika tidak ada kekuatan dari Allah melalui paruparu sehingga kita dapat bernafas. kekuatan kita zero ketika zero apa yang dapat anda rasakan , yang anda rasaakan adalah kekuatan yang maha agung.

pelajaran tentang kekuatan nafas ini menjadikan kita paham bahwa tidak ada kekuatan dalam diri kita. bagaimana kita memiliki kekuatan jika nafas pun kita tidak mampu meneegerakkan. semakin kita kehilangan kekuatan nafas maka semakin zero atau fana.

pelajaran dzikir nafas bisa membuat fana, Dzikir nafas adalah pelajaran sederhana yang dapat membawa anda masuk dalam wilayah ke fanaan diri. tidak perlu riyadhoh yang berat berat , dzikir sampai ribuan bahkan ada yang sampai jutaan . cukup dengan dzikir kesadaran bahwa nafas kita dari Allah itu saja sudah membawa kita kepada keadaaan fana.

fana bukanlah barang mahal asal kita mau berlatih setiap hari setiap saat dengan dzikir nafas maka pelajaran pelajaran mengarah ke fana akan kita dapatkan dan kita dapat merasakan keadaan keadaan fana. Kita tidak perlu takut masuk ke wilayah fana ini karena kita pada posisi dekat dengan Allah. Sudah tidak ada lagi Jin.. syetan atau sejenisnya karena Allah ada dekat dengan kita.

 

membawa kebenaran masing masing

ada cerita seorang anak dan seorang Bapak yang keduanya menyaksikan debu beterbangan, Bapak itu ada debu berputar…. bukan Nak itu adalah angin yang berputar.. bagaimana sih Bapak ini jelaskan debu yang berputar dikatakan angin, ayo kalau iya tunjukkan kepada saya mana anginnya. Bapak paham benar akan keadaan si anak, dengan tenang si ayah menjawab, benar kamu Nak, yang bergerak adalah debu. Bapak juga paham dijelaskan sejelas jelasnya bahwa yang bergerak angin pun si anak tidak akan paham. Dalam hati si Bapak, nanti suatu saat kamu akan paham Nak….

demikian pemahaman akan makrifat … tentang mursyid itu Allah maka suatu saat jika sudah waktunya akan paham bahwa mursyid sebenar-benarnya adalah Allah SWT bukan yang lain. Kalau seseorang belum bisa merasakan betapa petunjuk Allah itu sangat jelas maka sama dengan si anak yang belum dapat melihat bahwa anginlah yang menggerakkan. Tapi jika seseorang benar benar mengalami bahwa perintah Allah itu benar benar riil maka dia akan mengatakan bahwa sebenar benar mursyid adalah Allah SWT bukan yang lain.

ya kebenaran sesuai dengn tingkat pemahaman seseorang. tidak perlu diperdebatkan panjang lebar. saya sampaikan bahwa mursyid itu adalah Allah agar suatu saat ketika ada petunjuk Allah anda tidak bingung lagi sebab anda sudah tahu bahwa Allahlah yang memberikan petunnjuk dan hidayah.

tapi kalau anda menentang habis habisan.. ya selamanya anda tidak akan paham. saya menyampaikan bukan atas ide pikiran saya tapi melalui petunjuk Allah yang diilhamkan melalui pikiran saya, Baik semoga bermanfaat.

tips belajar ke Allah bersama saya

pertama saya ucapkan selamat kepada anda karena sudah bersedia belajar bersama saya ke Allah. yang kedua saya doakan semoga kebersamaan kita selalu terjaga dengan terus sadar Allah. Siapapun yang belajar dengan saya harus memiliki tujuan yang sama  dengan saya yaitu ke Allah, karena ya saya saat ini sedang belajar ke Allah. Kalau tidak ke Allah biasanya terus istirahat, dan akan memilih jalan lain…. ya mungkin ada cara lain yang lebih cepat…. sebab ke Allah yang saya gunakan adalah sadar Allah dan caranya melalui Dzikir Nafas.

saya akan uraikan tips belajar bersama saya, pertama saya perkenalkan saya adalah seorang buruh di suatu perusahaan swasta… ini perlu diketahui sebab saya memang orang biasa bukan ulama bukan kyai apalagi syeh yang tidak perlu bekerja uang datang mengalir. Perjalanan hidup saya adalah pelajaran bagi saya dan pelajaran bagi semua siapa saja yang belajar bersama saya, harap ini tidak diperdebatkan … sebab setiap debat tidak akan saya tanggapi karena saya anggap masalah pengalaman pribadi adalah masalah subjektivitas. Yang namanya belajar bersama dengan orang yang sedang belajar tentunya harus saling memahami bahwa jika ada kesalahan .. itupun juga merupakan pelajaran.

kemudian, cara belajar saya ke Allah agak berbeda mungkin sangat berbeda dengan yang ada sekarang dimana semua menggunakan baiat kalau dengan saya tidak, kalau diwajibkan dengan berbagai amalan ditempat saya tidak, cukup sadar Allah dan jalankan semua perintah Allah sudah cukup, Tidak ada makelar atau broker antara manusia dengan Allah, jadi kalau ditempat saya kita akan belajar langsung kepada Allah tidak melalui wasilah apapun. perbedaan cara belajar ini tentunya harus anda sikapi dengan sikap menerima kalau anda belum siap dengan hal ini sebaiknya anda pikir lagi sebelum anda belajar dengan saya, dari pada kecewa di tengah jalan.

apa yang saya sampaikan adalah hasil ke Allah, dalam belajar saya meninggalkan hati nurani, budi pekerti atau budi luhur, tapi saya beralih ke ilham taqwa yang parameternya jelas yaitu quran dan sunah. jadi nanti anda jangan kaget kalau saya menulis sesuatu yang tidak sesuai dengan budi halus anda … budi luhur anda  atau hati nurani anda sebab memang saya tidak mengguankan hal tersebut.

belajar dengan saya intinya harus sefrekwensi dan satu tujuan yang sama …

jika memang di tengah jalan anda terpaksa keluar dari majelis saya ini sebisa mungkin anda pamitan persis ketika anda minta ijin saya untuk masuk dalam majelis ini… ya ini untuk menjaga silaturahnmi saja…. sehingga meski beda frekwensi dan tujuan masih tetap bersilaturahmi.

jika anda sudah benar benar mantab kemudian berlatih rutin dan siap naik kelevel atasnya yaitu level da’i maka anda akan saya latih sebagai dai yaitu orang yang turut serta mengajarkan sadar Allah dengan DN dan patrap. ini merupakan level kedua setelah anda menjadi pembelajar. ya belajar dengan saya hanya ada dua level yaitu level pembelajar dan kedua adalah level Dai.

ok saya kira demikian …… maaf jika kurang berkenan.

Tools belajar makrifat

 

Tools menuju makrifat

 

diagram diatas menunjukkan kepada kita tentang alat alat yang digunakan dalam belajar makrifat, jika kita salah menggunakannya maka apa yang kita tuju tidak akan berhasil.

syariat alat yang digunakan adalah ilmu, anda tidak perlu berfikir cukup menerima saja apa apa yang sudah dituntunkan Allah dalam quran dan Rasulullah dalam hadis. Orang yang syariatnya kuat adalah orang yang samikna wathokna, yaitu orang yang mengiyakan dan membenarkan apa yang ada di quran dan apa yang di hadis. tidak mempertanyakan ataupun menentang. Dalam hal menerima syariat jangan menggunakan pikiran jika menggunakan pikiran pasti arahnya ke nafsu yaitu mengotak atik syariat sesuai keinginannya… akhirnya nikah kawin cerai di perbolehkan, akhirnya yang haram menjadi setengah haram, yang subhat jadi halal, semua ini karena ulah pikiran manusia. Dan parahnya yang demikian justru di lakukan oleh orang yang ahli agama, ahli bahasa arab, ahli hadis dan ahli quran. kalau syariat pakai pikiran maka yang terjadi perdebatan tiada henti… dan akhirnya menjadi permusuhan yang tiada usai. kita lihat saja suni -syiah sejak jaman sahabat sudah perang dan hingga sekarang. bukan masalah hakikat, bukan masalah makrifat tapi masalah syariat. Baiklah mari kita luruskan kembali bahwa menerima semua syariat dengan ilmu pengetahuan tentang syariat untuk kita benarkan dan kita siap menjalankan.

yang kedua adalah, tarekat, setelah kita memahami ilmu syariat maka langkah berikutnya adalah menjalankannya dan itu yang dinamakan dengan tarekat. Tarekat bukan aliran tarekat qodiriyah atau naqsabandiyah atau saziliyah.. tarekat yang saya maksud adalah menjalankan dengan perilaku dan tindakan kita. Misalnya syariatnya adalah shalat maka kita menjalankan tarekat ini adalah dengan menjalankan shalat lima waktu. jadi tarekat maknanya luas. tarekat dzikir, tarekat shalat, tarekat sedekah dan lain sebagainya.

dari menjalankan tarekat ini lah maka Allah memberikan pemahaman pemahaman tentang hakikat dari tarekat tarekat yang dijalankan.. misalnya hakikat shalat, hakikat puasa dan lain sebagainya. pemahaman yang diperoleh dari menjalankan tarekat inilah yang disebut dengan hakikat. Pada wilayah ini sudah tidak sekedar ilmu lagi tapi sudah berbentuk pemahaman. Pemahaman yang berupa ilham. Ilham ilham ini nantinya akan mengerucut pada satu bentuk pemahaman yang lebih luas dan lebih dalam.

terakhir, adalah makrifat. ketika sudah mengenal hakikat tentang ibadah maka akan menemukan suatu pengenalan yang hakiki, pengenalan ini sudah tidak bisa menggunakan instrumen pikiran lagi tapi menggunakan kesadaran.

kalau sudah mencapai makrifat (syahadah) maka harus kembali ke yang pertama yaitu syariat, tarekat dan hakikat… sehingga antara keempatnya bukan lagi terpisah tapi sudah menjadi satu kesatuan.

demikianlah alat alat yang seharunya kita gunakan dalam makrifat. maka jangan gunakan ilmu untuk makrifat, gunakanlah ilmu untuk syariat dan seterusnya .

bagi yang belum paham ini tolonga abaikan tulisan saya ini tidak perlu diperdebatkan.