whats next after zero : The Power of Allah

setelah zero kita di hadapkanb berbagai masalah, benar tidak?, saya yakin semua dihadapkan, karena disitulah cara Allah untuk mendidik kita agar kita dapat melangkah lebih jauh mendalami maqom zero ini. Sebuah kedudukan atau maqom agar maqom ini benar benar kita sandang maka Allahpun memberikan pendidikan agar kita benar  benar berada disitu, kita benar benar yakin bahwa kita memang berada disitu.

Di maqom zero ini Allah mengajarkan kita untuk menggunakan kekuatan Allah, bukan kekuatan kita. Kita diajarkan bagaimana setiap masalah yang kita hadapi ini bukan kita yang menyelesaikan tapi Allah lah yang menyelesaikan. Seluruh sikap perbuatan dalam maqom zero akan mengarahkan kita untuk menggunakan kekuatan Allah. Maka bagi saudara saudara yang kemarin baru saja mengikuti pelatihan zero untuk belajar tentang hal ini.

Kekuatan Allah bisa di dapatkan dengan kita zero. jadi setiap masalah yang kita hadapi itu bukan pikiran kita bukan kecerdasan atau ketrampilan kita menghadapi masalah tapi Allah. Pada keadaan ini kita akan diajarkan bagaimana masalah ini menuntut kita untuk “diam” menuntut kita untuk “tidak mampu berbuat apa apa”. Dengan ketidakberdayaan inilah maka kita alihkan kekuatan penyelesaian kita kepada Allah.

contoh kasus, ketika kita naik motor , kemudian ada yang menyalip dan meludahi kita kemudian dia ngebut meninggalkan kita. Kita akan dididik dalam kasus ini untuk diam dan tidak berbuat apa apa, sekarang mampu tidak kita untuk tidak berbuat apa apa , hanya menyerahkan masalah tersebut kepada Allah? jika kita mampu melakukannya maka kita akan berada pada maqom zero, tapi bila kita masih mengejar dan marah marah berarti kita masih gagal berada di maqom zero. dan kita harus banyak berlatih berada di maqom zero.

Bagi yang masih gagal di maqom ini saya sarankan untuk terus berlatih DN level 123. atau bagi yang sudah belajar patrap silahkan dilatih di rumah yaitu patrap “dewa mabuk”…. atau patrap zero….

semoga kita di mudahkan Allah untuk berada di wilayah ini.

ihlas kena marah

ini tingkat ihlas yang mungkin lebih tinggi… bukan salah kita, bukan karena kita.. namun kita yang kena marah… wah… mau melawan dipastikan keadaan akan lebih buruk… sesak di dada, kita pun jika tidak hati hati akan ikut ikutan meledak juga…. maka .. sekali lagi .. ihlas tidak hanya beramal namun ihlas dalam menerima kemarahan orang lain, atau ihlas dihina orang lain… boleh kita melawan tapi ihlaskan dulu hinaannya, kemarahannya pada kita.. setelah ihlas baru kita melawan.
seperti sayiddina Ali Ra. .ketika perang kemudian ketika dia mau membunuh musuh beliau di ludah oleh sang musuh kemudian mundur dan menata kihlasannya kemudian beliau maju kembali untuk membunuh… sehingga membunuhnya bukan karena terpancing ludahan musuhnya namun membunuh nya karena allah.

Maqom itu bukan pangkat disisi allah

Banyak sekali persepsi tentang maqom atau kedudukan ini. Menurut saya, saya lebih berpandangan optimis dan positif artinya bahwa maqom bukanlah pangkat namun suatu keadaan kejiwaan individu dalam mengarahkan dirinya kepada Allah. Misalnya maqom pasrah sebenarnya pasrah bukanlah pangkat yang ditentukan allah dibanding dengan manusia lainnya, namun maqom pasrah adalah suatu keadaan kejiwaan individu itu sendiri dalam memasrahkan dirinya kepada allah. Jadi bukan pangkat pangkatan atau tingkatan seperti pangkat seorang pejabat.
Salah persepsi ini biasanya terjadi pada mereka yang menganut tasawuf tradisional dan para pengikut tarekat. Mereka menganggap bahwa maqomat adalah suatu derajat atau pangkat yang ditentukan oleh allah. Jadi tidak sembarangan orang bisa mencapai maqom pasrah. Nah kalau saya tidak perlu pangkat pangkatan dalam mengarah ke allah pokoknya kalau mau maqom pasrah ya pasrah saja…. perkara lain lainnya allah biar allah yang tentunkan