Articles with mati

kita hidup untuk Allah

tidak usah susah susah mencari makna hidup, mencari kenapa saya hidup sederhana saja bahwa kita hidup itu karena Allah. Apa yang diperitahkan Allah ya kita jalani, termasuk hidup ini kita kan disuruh hidup ya dijalani saja. Pertimbangan hidup bukan karena apa dan karena siapa ya hanya karena Allah saja. Ada yang hidup karena kekasih hati maka ketika kekasih hati tidak berbalas maka dia akan mengatakan sebaiknya mati saja, itu banyak cerita di dongeng ya.. tapi itulah kalau kita hidup bukan karena Allah maka suatu saat kita akan mengatakan lebih baik mati.

Hidup kita seperti di ajarkan di dalam shalat bahwa hidup dan matiku karena Allah SWT. Bukan karena yang lain selain Allah. Hidup yang karena Allah ini akan membuat hidup ktia lebih bersemangat. Ada yang sakit sampai bertahun tahun.. sampai kadang terbersit dalam hati .. ah lebih baik mati saja … ya inilah kalau hidup itu bukan karena Allah, dia hidup karena kenikmatan fisik , hidup karena kesehatan. Coba kalau dia hidup karena Allah maka sesakit apapun karena perintahnya adalah hidup maka dia akan terus hidup.

 

Belajar memasuki kematian sebelum mati datang

Pelajaran dzikir nafas dapat dijadikan cara untuk memasuki alam kematian. ya mungkin tidak akan sama akan kematian yang sebenarnya karena saya sendiri pun juga  belum mati, tapi paling tidak cara ini yang saya rasakan merupakan jalan kematian. silahkan coba cara saya ini jika anda ingin merasakan sensasi mati sebelum mati,

ketika dzikir nafas, pada saat nafas masuk maka masukilah kedalaman “ketiadaan” dengan cara memasuki nya dengan kunci paswordnya laisa kamitslihi syaiun

baik ikuti langkah langkah berikuti :

1. praktekan dzikir nafas

2. setelah beberapa saat DN, masuki kedalaman dzikir dengan menggunakan password laisa kamitslihi syaiun.

3. masuki dalam setiap nafas masuk, setiap nafas masuk masuki dan masuki sampai ke dalam dan ke dalam dengan tetap menggunakan password laisa kamitslihi syaiun

mungkin akan muncul rasa takut atau sejenisya , jika muncul tetaplah tenang dan terus berserah kepada Allah SWT. Ada rasa seperti terlepas dari jasad, semakin kedalam semakain terlepas dan anda tidak akan merasakan lagi tubuh. Pada keadaan ini teruslah memasukinya dengan kunci laisa kamitslihi syaiun. sampai anda merasakan ketenangan yang belum pernah anda rasakan. namun anda jangan sampai terlena dalam keadaan ini karena wilayah tenang pada tingkatan ini masih bisa di tembus lagi dengan password laisa kamitslihi syaiun.

baiklah selamat mencoba metode ini. dan semoga Allah memudahkan amiin amiin.

mati tidak membawa ilmu

bagi pencari harta maka harta tidak akan dibawa mati, bagi pencari ketenaran maka mati tidak membawa ketenaran, bagi pencari ilmu maka sama yaitu mati tidak akan membawa ilmu. Mati hanya membawa sikap pasrah kepada Allah. Maka dalam ibadah kunci kepasrahan merupakan mutlak. kita mencari ilmu untuk beribadah, bukan untuk banyak banyakan ilmu. Apalagi untuk bangga banggaan … jelas kalau demikian ilmu menjadi mudharat tidak manfaat.

Mati tidak membawa ilmu, ketika kita mati maka alat penyimpan ilmu yang namanya otak akan rusak. rusaknya otak berarti hilangnya ilmu. Kalau selama hidup kita hanya mencari ilmu maka sia sialah ketika mati karena tidak ada ilmu yang tersisa sedikitpun. Kecuali kalau ilmu itu

1. kita amalkan

2. kita ajarkan

3. kita tulis

jadi orang islam jangan jadi kutu buku, jangan jadi pencari ilmu, karena ilmu ibarat setetes air dilautan sehingga sampai matipun ilmu tidak akan habis kita gali. sama dengan harta dunia, semakin berilmu seperti minum air laut akan semakin haus dan semakin haus.

mencari ilmu iitu penting tapi coba kita timbang lebih banyak mana antara ilmu dan amal… kalau timpang lebih banyak ilmu maka itu warning bagi kita untuk segera mengamalkan. Dan sudah saya sebutkan diatas bahwa untuk bisa bahagia setelah mati kuncinya adalah berserah maka dalam setiap mengamalkan ilmu maka sikap pasrah harus kita gunakan misalnya dalam shalat : shalatnya pasrah, puasa ; puasanya pasrah, dan ibadah yang lain.

maka saya sangat menyarankan cari ilmu agama tidak perlu banyak banyak… perbanyak saja amal…. kalau anda disuruh memilih cari ilmu atau atau mengamakan ilmu maka pilihlah mengamalkan ilmu. kalau banyak ilmu anda akan bingung atau malah semakin haus tapi kalau anda mengamalkan ilmu maka kebahagiaan akan anda dapat. dan kita tahu bahwa hidup yang dicari adalah bahagia bukan kebingungan atau kehausan. Ada orang banyak mengerti quran dan hadis tentang sedekah tapi dia tidak sedekah… sangat berbeda dengan seseorang yang mengerti 1 hadis tentang sedekah tapi diamalkan maka apa yang di dapat orang pertama dengan orang kedua akan sangaat jauh beda. Allah tidak melihat ilmu kita tapi akan melihat amal kita.

Silahkan cari ilmu tapi jangan gila ilmu sampai waktu anda habis untuk cari ilmu, carilah ilmu untuk dasar beramal….