Membangun karakter diri dengan dzikir nafas

Ide saya mengembangkan dzikir nafas sebagai sebuah model atau tool untuk membangun karakter berasal dari banyaknya testimoni peserta atau jamaah dzikir nafas yang menceritakan tentang perubahan akhlak yang dialami. Perubahan tersebut seperti proses dimana setahap demi setahap. Ada yang merasakan bahwa dirinya lebih sabar, sholatnya lebih khusyu, dengan keluarga lebih harmonis, bahkan dengan istri lebih sayang, hidup lebih tenang, tidak tergesa gesa,…. serta testimoni yang lain.
mengapa dzikir nafas dapat memperbaiki akhlak, di dalam dzikir nafas penekanannya pada kesadaran, yaitu kesadaran tentang Allah SWT. Kesadaran tentang Allah menjadikan perilakunya di awasi oleh Allah SWT, nah kesadaran seperti ini tentunya akan menjadikan perilaku kita merasa dipantau sehingga tidak sembarangan berperilaku. Ya sama halnya jika kita diawasi CCTV maka perilaku yang tunjukkan akan positif. Allah tidak sekedar mengawasi tapi di ssadari bahwa Allah juga maha pengasih dan maha penyayang, juga maha mengabulkan doa hambanya, sehingga kesadaran akan hal ini akan menyebabkan ketakutan, kecemasan , kekhawatiran terhadap hidup akan berkurang atau hilang.

dampak penayangan kasus ryan yang berulang

secara tidak sadar kita telah mendapatkan masukan yang negatif di otak kita entah itu nanti masuk bawah sadar atau masuk sadar… ada sisi bahaya jika kita kurang mengetahui bagaimana mensikapi penayangan tersebut. karena menurut hukum perilaku bawah sadar apa yang kita dengar dan kita lihat akan cenderung kita tiru…nah kita lihat diri kita dalam melihat penayangan tersebut apakah kita menerima dan memaafkan atau kita tertarik namun disertai dengan kebencian… maka seperti tulisan saya sebelumnya jika kita membenci dan cenderung memikirkannya berulanga ulang maka secara tidak sadar kita memasukkan nya dalam alam bawah sadar sebagai sesuatu yang diterima…

penayangan kriminalitas di televisi yang ditayangkan di beberapa stasiun televisi selama beberapa tahun terakhir ini tidak membawa dampak positif bagi masyarkat malah bahkan itu membawa contoh yang kurang baik dan ditiru.. kenyataannya kejahatan dari hari ke hari semkain banyak dan intensitas kejahatannya semakin intensif atau semakin kejam dan sadis

dari sini media televisi artinya ikut bertanggung jawab juga dari hasil penyiarannya … terhadap kasus kasus kriminalitas yang terjadi. selain aparat pemerintah terutama yang membawahi masalah media ini.