Dalam perjalanan miraj, Rasulullah meninggalkan semuanya lurus menuju ke Allah

mirajnya rasulullah bisa menjadi contoh nyata bahwa dalam perjalanan spiritual kita meninggalkan siapapun dan apapun untuk lurus menuju kepada Allah. Rasulullah meninggalkan para nabi nabi untuk menuju ke Allah, apalagi hanya surga dan neraka yang beliau lewati. Ini suatu perintah yang jelas kepada kita bahwa dalam perjalanan menuju ke Allah kita tinggalkan guru, mursyid, habib, dan waliyullah dan semuanya yang selain Allah. Kalau kita masih berhenti ketemu dengan sunan kali jaga misalnya, maka perjalanan kita terhijab dan tidak akan sampai kepada Allah.

kita mencontoh Rasulullah yang bisa menembus sampai berjumpa dengan Allah dan kita pun di perintah untuk mencontoh Rasulullah yaitu untuk lurus kepada Allah meninggalkan apapun yang selain Allah.

apakah anda siap ?

Yang sadar bukan aku

Suatu tahap titik penghabisan adalah yang menyadari bukan lah aku, dan ini akhirnya nanti merupakan penghambaan dan kesaksian yang sempurna atas “bahwa yang ada bukan lah Allah”. Inilah kesadaran tertinggi yaitu menyadari yang sadar bukanlah aku… sebatas kapan ya sampai akunya hilang… mungkin akan sampai mati… kesadaran aku ini kalau boleh di umpamakan adalah seperti kaca pantul (cermin) dihadapkan dengan cermin maka semakin dicari pantulannya atau bayangan di cermin akan semakin jauh dan semakin tidak ada habisnya. Demikianlah kita dalam proses menjadi lebih sadar ini yaitu mencari dibalik bayangan , kita berhasil menghilangkan bayangan muncul bayangan di belakangnya kemudian kita berhasil menghilangkannya lagi kemudian muncul bayangan lagi demikian seterusnya. Kesempurnaan setelah kita nanti mati yaitu kembali sempurna kehadirat ilahi.

Proses ini sangat kita butuhkan karena jika kita tiba tiba dipanggil allah maka kita spontan dan reflek untuk kembali menuju ke allah Miraj Pungkasan… artinya miraj penutup…