Kesalahan ringan menjalankan amanah dan recovery nya (surat an nur 36)

amanah memerluka daya, ketika daya itu besar maka jaga dengan terus pada keadaan daya tersebut, jangan dihentikan dayanya dengan istirahat atau lainnya. biarkan daya itu habis dengan sendirinya. Ketika kita menjalankan suatu pekerjaan maka ada semacam semangat dan kecepatan dalam menyelesaikan, penuh insight dan mencerahkan, nah itu berarti amanah memiliki daya yang besar.

sekarang ini saya sedang mencari cara bagaimana jika daya itu menurun dan hampir tidak ada daya sama sekali, progres pekerjaanpun sangat minim padahal saya tahu jika ada inight pekerjaan ini tidak akan lama selesai. Saya mencoba membuka al quran terbukalah an nur ayat 36 dan saya coba untuk mengamalkan ayat 36 di surat an nur tersebut. Memang ini belum sepenuhnya berhasil tapi paling tidak saya dikenalkan dengan cahaya pencerahan. Daya pencerahan yang dimaksud adalah cahaya atau nur ini akan terus saya gali bagaimana hal ini dapat saya peroleh ketika saya memerlukan.

yang paling penting adalah how to , nya atau bagaimana untuk mendapatkannya, Allah sudah menunjukkan jalan yang sangat jelas yaitu an nur 36, yaitu ada dua cara yang pertama dalam ruangan kesadaran  kita di qurannya disebut dengan fii buyutin dimana Allah memberikan pemahaman adalah ruang kesadaran kita , kita sebut di dalamnya dengan menyebut Allah artinya kesadaran kita menyadari Allah dan bertasbih yang artinya membenarkan semua yang Allah tetapkan untuk kita atau takdirkan untuk kita. aritnya kita tidak menolak atau melawan dengan apa apa yang sudah terjadi yang sudah menjadi kehendak dan takdair Allah SWT. Sesuatu yang sudah menjadri kehendak Allah maka jangan kita lawan. Dua hal itu yang saya pahami dalam surat an nur 36.

Proses yang pertama adalah bagiamana menerima yang saat ini sedang berlaku, ini yang membuat jiwa kita grounding dengan grounding maka beban atau pembersihan pikiran dan hati, kemudian menyebut nama Allah maka jiwa kita akan tersadar dan akan terbuka cahaya cahaya Ilahi yang dapat membawa seseorang dapat menjalankan amanah.

 

Amanah bukan pencapaian target selesai tapi menjalankan perintah Allah

Amanah dinamikanya sungguh menarik karena kadang secara tidak sadar kita terjebak kepada pencapaian target harus selesai ini dan itu , harus selesai pada waktu ini dan itu. Jebakan batman ini membuat apa yang akan kita lakukan menjadi buntu dan seolah berhenti dan berat untuk melangkah, ya … padahal pekerjaan jelas ada dan memang harus kita kerjakan. Semakin kita memaksakan pada keadaan ini maka pikiran seolah tidak mau bergerak seperti tegang dan tidak dapat bekerja. Tubuhpun terasa loyo dan tidak bergairah. Masalah ini akan muncul ternyata karena hawa nafsu kita untuk selalu ingin menyelesaikan dan tergesa gesa, tidak ada rasa enjoy tidak ada rasa nyaman dalam menjalankan.

Menjalankan amanah tidak sekedar selesai atau cepat, menjalankan amanah adalah menjalankan perintah Allah. Jadi yang penting disini adalah proses bukan hasilnya. Jika kita fokus pada proses maka tugas yang kita jalankan akan terasa ringan, tidak stress dan enjoy. Tapi kalau kita fokus pada hasil maka akan menjadi tegang dan cepat lelah, capek dan kadang merasa buntu. Jadi kita harus membebaskan diri kita dari keinginan untuk selesai. Kita kerjakan saja apa apa yang perlu dan harus dikerjakan sekarang, dan yang paling penting adalah mengikuti perintah Allah dalam menjalankan tugas tersebut. Yang perlu sekali di latih sekarang adalah bagaimana kita dapat mengikuti apa apa yang Allah perintahkan dalam setiap langkah kita menyelesaikan amanah.

Secara teknis ketika kita menghadapi kebuntuan karena hal diatas langkah pertama adalah melepaskan diri dari amanah tersebut sejenak, kemudian sambungkan jiwa kita ke Allah dan masuk ke dzikir nafas 4. Dzikir nafas 4 ini akan membebaskan kita dari tekanan apapun. Kita bisa bergerak bebas dan ringan, nah suasana inilah yang kita bawa untuk melakukan atau menjalankan amanah yang sedang kita jalankan. simpel bukan. selamat mencoba

Allah akan memberikan kelapangan setelah kesempitan

jika anda search di quran anda akan menemukan kalimat judul diatas lebih dari satu. pertama yang dapat kita ambil pelajaran adalah datangnya kelapangan setelah kesempitan bukan sebaliknya, jadi ini menjadi suatu paradigma berpikir bahwa setelah kesempitan ada kelapangan. JIka kita sedang menghadapi masalah maka pikiran kita akan tertuju kepada ada apa setelah ini dan kita akan berpikir “kelapangan”.

ayat ayat setelah kesempitan ada kelapangan adalah ayat ayat motivasi yang sangat ampuh untuk kita untuk berani berbuat berani menghadapi masalah dan berani bertanggung jawab dari masalah yang ada yang sedang kita selesaikan.

pelajaran kedua kalau pikiran kita tertuju kepada kelapangan maka yang terjadi adalah kelapangan dan jika yang kita pikirkan adalah kesempitan maka yang terjadi adalah kesempitan. Maka orang yang bertakwa adalah orang yang selalu memikirkan kelapangan bukan kesempitan. Jika hal ini di taati maka hidup kita akan diberikan segala kemudahan oleh Allah SWT. Dan ini lah jaminan bagi orang orang yang bertakwa