Articles with muhammad

rasulullah seorang trainer bukan (hanya) penceramah

hal ini dapat kita lihat dari sejarah rasulullah selama beliau berdakwah, apa yang kita lihat yang kita lihat adalah perubahan masyarakat. rasulullah mampu memotivasi diri dan mampu memotivasi orang lain untuk berubah. dalam hidup beliau seorang Nabi atau kita sebagai penerusnya harus dapat menjadi trainer, bukan sekedar penceramah. syarat menjadi trainer adalah berubah dulu baru dapat merubah, melaksanakan dulu baru menyampaikan (meski belum sempurna), kaya dulu baru mengajak orang lain untuk bekerja dan bekerja. kita saksikan kekuatan rasulullah dalam merubah masyarakat di mekah dan sekitarnya Luar Biasa… semua berubah demikian cepat.
kalau kita mengaku menjadi umat Rasulullah yang mulia maka kita harus berani menjadi seorang trainer yang handal , seorang trainer yang semangat, yang hidupnya bahagia seperti rasulullah. jangan hanya menjadi penceramah yang hidupnya pas pasan, yang hidupnya tidak bahagia….
kalau rasulullah sekedar penceramah maka saya yakin masyarakat tidak akan berubah. masyarakat akan sama… dan kita lihat sudah berapa tahun , berapa ratus tahun islam mengalami stagnasi atau kemandekan. ini karena quran tidak diamalkan tapi hanya dibaca, dilombakan dan sekedar ditafsir tafsirkan sesuka hati. dan paling utama adalah banyak dai yang bukan trainer tapi sekedar penceramah .. yang ceramah sini ceramah sana tanpa membawa perubahan.
jika para dai adalah trainer maka saya yakin islam ini akan cepat berubah. taruhlah, misalnya ada 100 abu sangka,n, trainer sholat, dai seperti 100 orang ary ginanjar (trainer esq), 200 orang trainer sedekah seperti yusuf mansyur … maka saya yakin islam indonesia akan mengalami perubahan yang drastis… karena apa karena dai nya adalah trainer bukan penceramah seperti rasulullah, bukan penceramah tapi trainer

Menggunakan kekuatan Rasulullah untuk ke Allah

rasulullah sebagai uswatun hasanah tidak sekedar cara berperilaku lahiriahnya saja tapi juga batiniahnya, lebih dari itu kalau kita bisa menangkap kekuatan yang tersembunyi dalam rasulullah maka kitapun bisa menggunakannya untuk kehidupan kita. kekuatan rasulullah ini berupa daya yang terpancar dan dapat ditangkap bila kita mampu menyambungkan (silatun) hati kita kepada Rasulullah.
rasulullah ini satu paket untuk bisa kita contoh ya lahiriahnya, batiniahnya hingga powernya.. maka kita sebagai umatnya harus bisa mengambil semuanya sehingga kita menjadi umat rasulullah yang kaffah artinya betul betul mengambil apa yang ada dalam diri Rasulullah.
kekuatan nur muhammad inilah yang akan membawa jalan kebenaran dalam berspiritual (ke Allah)
caranya bagaimana? agar mendapatkan kekuatan Nur muhammad ….
cara yang paling praktis adalah dengan SHOLAT
karena sholat merupakan perilaku menyontoh kita kepada Rasulullah baik secara lahiriah, batiniah dan kekuatan yang terkandung dalam sholat tersebut yaitu kekuatan ke Allah. maka jika kita ingin sholat kita cepat khusyu jangan melupakan rasulullah.
tulisan saya ini memang agak sulit dipahami … karena saya sendiri agak menemui kesulitan dalam menjelaskannya… tapi ini adalah suatu kebenaran dari pengalaman yang saya rasakan. aritnya kita tidak bisa melupakan rasulullah dalam segala aktivitas kita ….

memodel rasulullah

modelling di ambil dari istilah psikologi behavior, dimana modelling ini tidak sekedar mencontoh namun meresapi hingga berurat berakar… model ini, yang dimodel bukanlah perilakunya namun jiwanya, yaitu jiwanya rasulullah.. sebab perilaku yang nampak dalam diri rasulullah berangkat dari jiwa yang mengalir dalam pikiran dan hati kemudian muncullah perilaku.

oleh karena itu langkah pertama untuk meniru rasulullah adalah bershalawat karena shalawat inilah sebagai sarana kesambungan kita kepada beliau yang nantinya akan mengalirkan energi kerasulan sehingga apa yang menjadi jiwanya akan dengan mudah kita akses.

tanpa energi rasulullah ini tidak mungkin kita akan bisa meniru rasulullah dalam setiap perilaku kita, kita akan terjebak jebak dan pertikaian serta ptertentangan tiada usai tatkala yang kita tiru adalah perilaku tanpa jiwa. tidak mungkin rasul melakukan sesuatu tanpa jiwanya.. kenapa rasul itu uswatun hasanah karena rasul jiwanya bersih dan mulya.. nah jika kita meniru rasul maka perilaku kita harus berangkat dari bersihnya jiwa.

jadi jangan sampai kita terblenggu saudaraku… carilah hakikat perilaku rasul maka kita akan menemukan apa maunya rasulullah…