Articles with mursyid

kenapa Huu Allah di rahasiakan

kalau Huu Allah ini di buka bebas maka Islam akan jaya islam akan maju dan umat islam akan kembali ke masa kejayaan. Kenapa karena jika amalan ini diamalkan di praktekan akan mampu merubah mental umat islam yang mulanya mengandalkan ilmu mengandalkan harta, mengandalkan jumlah berubah menjadi mengandalkan Allah. Orang yang menjalnakan dzikir nafas akan dididik langsung oleh Allah dengan untuk menjadi orang hebat. Hebatnya bukan karena kekuatannya tapi karena kekuatan Allah.

yang dilakukan kadang diatas nalar manusia biasa, ya karena memang yang dijalankan adalah perintah Allah bukan perintah nafsu atau perintah syetan. Perilakunya bikin orang bingung tapi ya demikianlah kalau orang sudah mengikuti perintah Allah. Kejengkelan orang lain, hindaan orang lain semuanya adalah baik baginya sehingga senyum saja dia menanggapi, contoh ini saja kan sudah aneh. Dilain pihak kalau yang lain marah ini malah senyum. Tapi juga jangan menganggap mereka akan senyum senyum saja , kalau memang perintahnya seyum ya dia senyum tapi kalau perintahnya dia marah atau mengamuk maka itupun dijalankan, tapi aneh juga mengamuknya karena perintah Allah.

anda membaca inipun pasti juga bingung dan jengkel, mungkin… ya demikianlah orang yang sudah mengikuti kehendak Allah dia tidak akan emngikuti yang lain dia tidak mengikuti siapapun. Bahkan seorang kyai yang memiliki jamaah besar tapi kyai ini mengikuti perintah Allah perilakunya aneh dan tidak mengikuti kemauan jamaah…. dia berperilaku sesuai dengan apa yang Allah perintahkan. tapi anehnya juga jamaah justru tambah banyak … seolah yang dilihat jamaah pun adalah perintah Allah dalam kyai tersebut bukan perintah syahawat atau perintah nafsunya…. atau perintah syetan.

kadang orang yang demikian disebut dengan jadzab (bukan gila …) jadzab adalah keadaan dimana dia mengikuti perintah perintah ALlah yang bertentangan dengan kebanyakan orang. Biasanya ahli sufi cukup akrab dengan keadaan ini, sehingga jika ada seorang yang mengalami jadzab cenderung dibiarkan dan yakin nantinya akan sembuh dengan sendirinya.

kembali ke Huu Allah, lafadz ini memang luar biasa saya mengamati perkemabangan jamaah yang menjalankan dari testimoni yang ada mengalami perubahan yang sangat pesat dalam akhlaknya. meski tidak sampai jadzab … ya semua akan berproses…. mereka sudah merasakan ketenangan dan keberanian menghadapi kehidupan. Berani menghadapi hidup ini tentunya sangat penting sebab untuk bisa hidup kita harus berani hidup. berani dengan tantangan hidup. Nah disini nanti Allahlah yang akan mendidik secara langsung sehingga kita menjadi manusia yang tangguh.

jaman belanda penajajah, mereka mempelajari kenapa yang berani perang adalah kaum tarekat, kaum sufi, kaum santri…. ternyata seumbernya adalah dzikir. Maka dengan berbagai cara umat islam dijauhkan dari Dzikir terutama dzikir dzikir yang membangun kesadaran. Maka dibentuklah strata strata atau maqom maqom dalam umat … ada kyai ada syeh ada habib dimana mereka diberikan kdudukan mulia diberikan tempat yang layak… tapi disisi lain mereka dipengaruhi untuk tidak menyebarkan amalan dzkirnya kepada sembarang orang dengan dalih ini dan itu. umat ditakut takut i kalau tidak melalui guru maka akan sesat, kalau tidak di baiat maka gurunya syetan … dan kalau tidak melalui mursyid akan ini dan itu.. sehingga umat menjadi takut dan tidak berani. nah strategi ini berhasil memandulkan umat islam. memandulkan umat islam yang tidak punya kekuatan apa apa. Mereka berhasil menjauhkan umat islam dengan Tuhannya. ya jelas kita selalu kalah meski jumlah banyak, meski pesantran banyak … masjid di tiap desa tiap rt.. tetap saja menjadi bulan bulanan….

ya itulah sekelumit cerita saya, intinya mari kita lanjutakn dzikir Huu Allah dengan terus sadar Allah dalam setiap nafas jangan sampai kita tidak sadar kepada Allah.

Kekuatan Zero dalam Berdakwah

kalau kita lihat ulama ulama dulu sangat menghormati pendahulunya, terlebih kepada baginda SAW. inilah salah satu tanda ke zero an beliau beliau yang diujudkan dalam berdakwah. Beliau selalu menyebut bahw ilmu beliau berasal dari guru guru nya. Hal ini menandakan bahwa ilmu yang beliau miliki sekarang bukanlah buatannya tapi dipelajari dari pendahulunya. maka wajar kalau di dalam dunia tarekat fatihah kepada guru mursyid ini penting bukan sekedar menghormat tapi lebih dari itu yaitu sebagai wujud ke zero an beliau dalam mendekat kepada Allah.

bentuk kezeroan yang paling mutlak adalah pengakuan bahwa ilmu yang dimilii adalah dari Allah dan berdasarkan ilham yang Allah turunkan. jadi jika ada orang yang mengaku mendapatkan ilham dan ilham itu adalah baik dan menganggapnya itu dari Allah maka orang tersebut adalah orang yang berakhlak, yaitu berakhlak kepada Allah.

dampak nyata dari ke zero an  ini dalam berdakwah sangatlah luas. dengan mengatasnamakan Allah dalam setiap gerak dakwahnya maka sama saja orang tersebut menggunakan kekautan Allah untuk menyebarkan kebenaran islam. Mengatasnamakan ini tidak hanya sebatas retorikan berdakwah namun sampai mengakar kedalam jiwa yaitu jiwa yang murni yang tidak disertai dengan ego. Maka kita perlu sangat berhati hati kalau ada orang berdakwah ada embel embel organisasi baik organisasi sosial terlebih lagi organisasi politik. Seorang dai yang berjuang dengan bendera politik atau organisasi pasti ada keegoan minimal keegoan parti atau keegoan organisasi. dan kita lihat dengan ada nya keegoan inilah yang menyebabkan perpecahan dan kerusuhan umat. maka saya sendiri dalam berdakwa mencoba untuk murni ke Allah saja tidak ada yang lain. saya tidak suni dan tidak syiah… saya islam yang mengikuti sunah nabi sebagai cara saya untuk berjalan menuju kepada allah.

ya berdakwah dengan tanpa EGO yaitu dakwah ihlas karena Allah. Maka kita lihat juga kenapa pembawa islam di nusantara adalah para pedagang bukan orang ahli agama karena mereka memiliki ketulusan dalam berdakwah, dan kita lihat hasil dari dakwah beliau beliau yang ihlas islam nusantara dapat berkembanga dan bertahan hingga sekarang.

Al fatihah untuk para pedagang (gujarat) yang menyebarkan islam sampai ke nusantara.

Baik sekarang apapun status kita, dan kita bersyukur kalau kita dijadikan dai yang bukan berbasic agama, karena kita memiliki ketulusan dalam menyampaikan tanpa takut dikatakan menyimpang atau sesat. Kita tulus meluruskan yang bengkok. Misalnya kalau ibadah harus lurus ke Allah tidak perlu mencari surga … yang berani bilang begini adalah orang yang bukan ahli agama karena kalau ahli agama pasti akan dikatakan sesat dan dia sendiri sangat takut kalau dikatakan sesat. Tapi kalau orang biasa sekali lagi tidak masalah aakan dikatakan sesat.

misalnya lagi shalawat , kita berani mengatakan bahwa shalawat dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan Rasulullah bukan untuk mendapatkan syafaat. yang berani mengatakan seperti ini orang orang seperti kita bukan orang yang ahli agama kalau ahli agama pasti akan takut kalau dikatakan sesat dan takut kehilangan murid atau santrinya.

ya kita bersyukur kita orang awam orang biasa yang dipercaya Allah dan di jadikan Allah pasukan dai yang berani di benteng terdepan. semoga usaha kita diridhoi amiin

siapa waliyam mursyida di surat al kahfi 17 ?

silahkan anda buka quran surat al kahfi ayat 17, maka anda akan terkejut ternyata yang dimaksud mursyid itu adalah Allah SWT bukan manusia. jadi kepada siapa kita memohon petunjuk dan tuntunan ternyata kepada Allah bukan kepada manusia. karena Allahlah yang memberikan petunjuk dan Allahlah yang menyesatkan.

tidak perlu berdebat panjang lebar, jalan ke Allah ini sangat simpel dan sederhana. Kalau ke Allah bisa dan disebutkan di quran berarti memang ke Allah bukan ke yang lain. Kalau anda ragu kepada Allah  ya bukan berarti lalu menggunakan jasa orang lain untuk mengantarkan anda ke Allah tapi kuatkan keyakinan anda luruskan jiwa anda ke Allah nanti pasti Allah akan memberikan petunjuknya.

fakta di surat al kahfi ayat 17 ini tentunya merubah paradigma anda dalam bertasawuf terlebih anda yang mengikuti tarekat. konsep berguru anda akan beralih dari berguru kepada manusia beralih ke berguru kepada Allah SWT.

mungkin anda juga sinis dengan saya ..mungkin… ah Pak setiyo ini sok tahu saja…. , okelah silahkan saja tapi yang pasti dasar saya adalah al quran bukan pendapat ulama yang salah, atau bukan pendapat salah dari kebanyakan orang.

jalan saya bahwa mursyid saya adalah Allah sudah saya buktikan dan dibuktikan teman teman di jamaah sadar Allah bahwa dengan lurus ke Allah maka Allah akan memberikan petunjuk kebaikan dan petunjuk itu sesuai sekali dengan apa yang rasulullah sampaikan dan ajarkan.