Articles with nafas

Amanah Allah dalam setiap nafas

hidup adalah tanggung jawab, setiap nafas adalah tanggung jawab, setiap perbuatan kita akan diperhitungkan di hadapan Allah. Perbuatan yang tidak amanah sekecil apapun itu akan menjadi catatan yang harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Maka dalam setiap nafas ini harus memberikan manfaat terhadap penyelesaian amanah yang sedang kita lakukan. Amanah untuk membersihkan tempat tinggal, amanah untuk mencuci piring dan lain sebagainya. Ketika kita tidak mengetahui amanah kita apa tinggal kita jalankan saja apa yang terbaik pada saat ini dan disini.

Amanah juga harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. amanah adalah amanah Allah maka melakukan yang terbaik adalah amanah untuk kita persembahkan kepada Allah. hanya kepada MU lah hamba menyembah, hal ini berarti ada persembahan yang kita hadapkan kepada Allah SWT, baru kemudian hanya kepada MUlah hamba memohon pertolongan.

Seringkali kita menganggp bahwa sikap perfeksionis itu negatif, tidak, pada sisi lain kita memang harus perfek tapi tetap dalam rangka menjalankan amanah Allah, bukan untuk mencari kesempurnaan tapi dasarnya ego bukan karena Allah.

manfaatkan waktu untuk menjalankan terbesar kita, kalau anda penulis maka sandingkan laptop itu selalu sedia ketika tidak ada pekerjaan lain maka peganglah laptop dan kemudian mulailah menulis apapun itu sesuai dengan dorongan hati atau pikiran yang sudah di landasi dengan kesadaran akan Allah.

Detik demi detik waktu akan terus berjalan ke depan dan tidak akan mundur atau berhenti. Setiap detik kita berlomba dengan waktu setiap detik kita harus menghasilkan.

teruslah bergerak mengikuti daya spiritual di allahu akbar dan di syukur. Sungguh pertolongan Allah sangat dekat

Lepasnya jiwa dari ikatan ego

fokus saya dalam berspiritual adalah pada kesadaran. Kesadaran ini yang terus saya latih dan latih hingga mencapai keadaan kesadaran yang semakin sadar dan semakin sadar. Saya tidak main di alam ghoib atau alam alam lainnya.Jadi ketika belajar dengan saya maka jangan berpikir jauh tentang alam alam atau yang sejenisnya. Misalnya ketika saya menuliskan lepasnya jiwa dari ikatan ego, maka jangan berpikiran bahwa saya mengajarkan keadaan lepasnya jiwa yang meluncur kemana … tidak, sekali lagi saya fokus pada kesadaran. jadi lepasnya jiwa dari ego ini adalah lepasnya jiwa yang menjadi jiwa yang fitrah yang tidak terikat lagi dengan sifat keakuan.

baik jadi jiwa kita ini awalnya adalah fitrah yaitu jiwa yang belum ada ego, nah kemudian seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan, maka muncullah ego dalam jiwa kita, seingga jiwa yang fitrah sudah tidak fitrah lagi. dan Setelah baligh tugas kita adalah mengembalikan jiwa kita agar terbebas dari ego, yaitu dengan ibadah ibadah yang kita lakukan.

bagiamana terlepasnya jiwa dan ego? ya caranya mudah, lurus saja ke Allah kemudian bebaskan jiwa tadi dari alam pikiran dan persepsi, terus tembus keadaan alam pikiran dan perasaan, terus lurus ke Allah mencapai Allah yang bukan ini dan itu, Allah yang bukan kita persepsikan Allah yang tidak ada dalam pikiran kita yaitu allah yang tidak sama dengan apapun. ketika kita mencapai keadaan ini maka kita akan dapat merasakan keadaan jiwa terlepas dari ego.

keadan terlepasnya jiwa dari ego ini kemudian kita gunakan dalam setiap ibadah kita, gunakan dalam shalat dalam dzikir dan ibadah lainnya, setelah itu gunakan juda dalam keseharian ketika berjalan berdiri atau berbaring. baik semoga kita mendapatkan bimbingan Allah SWT. bagi yang belum paham terima dulu saja teori ini, suatu saat jika Allah memberikan petunjuk ALlah akan membimbing secara langsung kepada kita, jangan ditolak karena itu akan dapat menutup pintu hidayah dan pelajaran yang ALlah berikan.

cara sederhana membedakan jasad ruh dan nafs

Kalau jasad saya kira kita sudah paham semua. yang sering diperdebatkan adalah antara Ruh dan Nafs. Baik secara singkat bahwa nafs adalah yang menyaksikan keadaan keadaan yang terjadi pada jasad. Misalnya ketika mata melihat di depannya ada gelas maka nafs pun menyadari bahwa ada gelas di depan matanya. ketika hati sedih, maka nafs pun menyadari bahwa “sakitnya tuh disini” ketika berpikir maka nafs menyadari bahwa jasadnya yang bagian otak  sedang melakukan aktivitas berpikir.

nah sekarang siapa yang mengaktivasi jasad sehingga jasad ini bisa hidup, telinga bisa menjadi pendengaran, mata bisa menjadi penglihatan dan hati bisa merasakan. semua adalah karena ada nya Ruh yang ditiupkan pada jasad manusia. Maka dengan adanya Ruh ini jasad menjadi hidup dan nafs bisa menyadari apa apa yang ada dalam jasadnya.

untuk lebih jelasnya silahkan tonton video berikut http://youtu.be/4I3cwFrMpyk

kau gunakan untuk apa setiap nafas mu

Detik jarum jam tidak mungkin kembali…

Renungan pagi 31 maret 2015
untuk jamaah dzikir nafas dan jamaah yang cinta dzikir…dimanapun berada

ketika kita melihat jarum detik jam dinding, setiap detik ternyata tidak bisa kembali ke detik sebelumnya… berputar terus meninggalkan detik sebelumnya… demikian dan demikian … ternyata waktu tidak dapat berputar lagi… sadar saya akan hal ini ternyata nafas ini keluar masuk dan naik turun … tidak bisa kembali ke nafas sebelumnya tapi meninggalkan nafas demi nafas. Benar saja kalau Rasulullah mengingatkan kita bahwa setiap nafas keluar masuk atau setiap nafas naik turun akan mendapatkan pertanggungjawaban … “kau gunakan untuk apa setiap nafasmu.. ya Allah … mudahkan hamba dalam berdzikir kepada dalam setiap desahan nafas… sebelum saya di tinggalkan nafas.. ya Allah jadikanlah hambamu ini hamba yang berdzikir .. dan bersyukur.

Apa daya nafas itu

daya nafas adalah perantara dari kehendak Allah. Ketika seorang Ibu kuat dalam melahirkan anak, mengandung selama 9 bulan serta merawat bayi hingga kanak kanak hingga remaja bahkan hingga dewasa , ada suatu daya yang meyertai nya yaitu daya kasih sayang yang diturunkan Allah kepada ibu tersebut.

Dalam setiap nafas kita ada suatu daya yang mendorong kita untuk bernfas selama masih ada daya nafas itu berarti kita masih dikehendaki Allah untuk hidup. daya nafas adalah daya hidup dari sang maha hidup. maka dalam pelajaran dzikir nafas tingkat lanjut yang kita pelajari adalah bagaimana kita memahami daya nafas. Pelajaran ini tentunya akan dapat dipelajari ketika kita sudah menjalankan DN dengan cara mengikuti nafas.

mengikuti nafas akan memberikan suatu pengertian kepada kita tenang daya nafas, dari daya nafas ini akan membawa kita kepada pengenalan terhadap pemilik daya yaitu Allah SWT.

maka pelajari daya nafas maka kita akan mudah untuk memahami hal hal yang bersifat RAHASIA dalam dzikir nafas ini. bagaimana seorang bisa berkomunikasi dengan hewan maka sebenarnya adalah melalui jalur nafas.

baiklah demikian sedikit tentang daya nafas, praktekan terus Dzikir Nafas kapanpun dan dimanapun. yang lurus ke Allah jangan sampai kita justru terlena dengan daya nafas dari pada yang memiliki daya nafas tersebut.

 

terpisahnya Ruh jiwa dan jasad ketika sholat

sholat seperti halnya kematian, unsur unsur tubuh kita akan terpisah. dalam kematian tubuh di kubur, jiwa mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia dan Ruh kembali kepada Allah. dalam sholat jasad melakukan bacaan dan gerakan sholat, jiwa berkomunikasi kepada ALlah, dan Ruh pulang ke ALlah.
Pulangnya Ruh ini harus dilakukan dalam sholat, inilah kesadaran kita dalam sholat, untuk urusan jasad dan jiwa kita tinggalkan biarkan dia (jasad dan ruh) menjalankan fungsi nya masing masing, yang bergerak sholat ya biarkan begerak sholat, yang berkomunikasi dengan ALlah ya biarkan dia berkomunikasi dengan ALlah. urusan kita hanya pulang ke Allah.
dengan berpisah seperti ini nanti maka kita akan mengenal bagian bagian dari diri kita mana jasad mana jiwa dan mana Ruh, selamat mencoba

mlebu Allah metu Allah

sebuah hakikat dapat dipelajari dari hal yang paling sederhana… yaitu jalannya nafas… keluar Allah masuk Allah… mlebu allah metu Allah…masuknya nafas bukan karena kita tapi karena Allah… keluarnya nafas juga bukan karena kita tapi karena Allah.
ketika nafas masuk kita merasakan jiwa kita terbang menuju kepada Allah yang tak bisa kita persepsi, ketika keluar nafas maka jiwa kita menyebar ke seluruh jagad raya….
jadilah diri kita diri sejati….

Allah tidak menyarankan kita berusaha (2)

ramainya komentar di tulisan ini maka akan saya lanjutkan untuk membahasa masalah “usaha” manusia. mas laskar islam mengingatkan saya agar sadar bahwa pernyataan atau tulisan ini salah…. dan saya diminta bertobat….
sebentar mas Laskar… mari kita bahas makna “usaha” manusia.
mari kita lihat dalam hidup ini kita bernafas atau dinafaskan oleh Allah.. dimana letak usaha kita dalam bernafas ini? pertanyaan saya apakah kita rela dinafaskan allah atau kita berusaha bernafas… kalau kita berusaha bernafas… maka nanti ada 2 berusaha bernafas dan berusaha tidak bernafas… dari keadaan ini coba kita cermati maunya Allah ketika kita hidup , kita bernafas atau allah menghendaki sebaliknya? Allah menghendaki kita bernafas… dan yang menafaskan adalah Allah… kemudian dimana posisi kita, posisi kita adalah rela dinafaskan oleh allah, nah rela ini artinya kita tidak berusaha kita hanya rela atau pasrah dinafaskan Allah.
demikian pula dalam setiap aktivitas kehidupan kita, kita tidak sadar bahwa aktivitas kita misalnya belajar, bekerja dan lain sebagainya adalah bentuk usaha kita.. tidak kita hanya mengikuti gerak Allah… kita tidak kuasa terhadap diri kita… maka bersukurlah jika kita masih diberikan allah gerak tangan, gerak berfikir, gerak hati dan setersunya. sekali lagi gerak itu dari Allah.. kita tidak ada usaha sedikitpun.. tidak ada daya upaya selain daya upaya dari Allah… laa haula walaa quwata ila billah…..