Articles with pasrah

kembali ke Allah perjalanan yang menyehatkan dan menambah usia

banyak yang takut untuk melakukan perjalanan untuk kembali kepada Allah, intinya takut mati dan takut kehilangan kesenangan dunia dan yang dicintainya. padahal kalau kita pikir semakin kita takut kehilangan berarti kita cemas dan kalau kita cemas akan berpengaruh negatif pada tubuh dan ini akan menyebabkan penyakit akan mudah datang , kalau penyakit mudah datang maka matipun semakin dekat. jadi kesimpulannya semakin takut mati maka akan cepat mati.

sebaliknya jika kita berani mati dalam artian kita ihlas meninggalkan semua yang kita cintai untuk menuju kepada Allah, maka tidak akan ada kecemasan sedikitpun tentang kematian dan jika tidak ada cemas maka psikis kita sehat kalau sudah begini maka tubuh kitapun juga akan sehat.

dari mana kita berasa dan kemana kita akan dikembalikan, demikian peringatan Allah kepada kita dalam alquran. untuk sejak sekarang kita harus tahu asal kita dan tahu kemana kita akan kembali. Ini adalah kesadaran suatu kenyataan bukan suatu keinginan untuk mati, atau berharap harap untuk mati. Tentunya sangat beda dengan orang yang depresi yang memiliki masalah berat yang ingin segera mengakhiri hidupnya. Ini adalah suatu kesadaran terhadap suatu kenyataan bahwa kita memang harus sadar untuk kembali kepada asal kita yaitu Allah SWT

kesadaran akan kembali kepada allah adalah wujud dari suatu kesadaran ruhaniah. Dimana Ruh memang berasal dari Allah dan akan kembali kepada ALlah. Kesadaran ini harus ada sejak sekarang sejak anda membaca tulisan saya ini dan bagi saya sejak saya menuliskan tulisan ini. Kesadaran bahwa kita akan kembali kepada Allah.

kesadaran kembali kepada Allah ini akan memberikan dampak psikologis yang sangat signifikan dalam hidup kita. terutama dalam hal pola kehidupan kita, gaya hidup kita dan tujuan hidup kita. Contohnya, bila kita sadar kembali kepada Allah dan kita mengarahkn diri untuk lurus kepada Allah maka kita akan meninggalkan kesenangan duniawi, makan kita akan terkontrol karena makanan adalah kesenangan duniawi juga, ingat bahwa makanan adalah pembunuh nomor satu manusia. makan tidak terkontrol makan berdasarkan kesenangan nafsu akan menyebabkan tubuh kita rusak.

yang kedua mencintai dunia tanpa di landasi dengan cinta kepada Allah maka akan menyiksa batin kita. Kalau kita cinta pada pekerjaan tanpa ada landasan cinta kepada Allah atau mudahnya adalah kembali kepada Allah maka kita akan disiksa oleh jabatan itu, sangat nyata ketika pensiun maka akan terjadi sindroma pasca menjabat post power sindrom.

untuk kembali kepada Allah ini sangat penting bagi kita. Caranya dengan berserah diri kepada Allah secara total dan secara ruhaniah (bukan lahiriah) kita tinggalkan dunia untuk menuju kepada Allah SWT. jadi kita tetap berada di dunia dengan jiwa yang kembali kepada Allah. Ada dua sisi kehidupan kita yaitu kehidupan ruhaniah kita dengan kembali kepada Allah dan kehidupan jasad kita yang hidup dan mencintai dunia seisinya.

hal ini dapat dilakukan dengan latihan DN level 3 silahkan dipelajari.

Berserah yang menyenangkan

Seringkali ketika saya ceramah atau memberikan kuliah di depan mahasiswa terutama ketika saya memberikan materi tentang mengatasi masalah hidup dan sesi utamanya adalah tentang berserah saya mendapatkan kesan “pelecehan” karena saya menerangkan bahwa apapun masalah hidup itu akan selesai dengan berserah diri kepada Allah. Ketawa mereka, ungkapan ungkapan mereka seolah menandakan bahwa “Pak Pur ini ada ada saja masak masalah bisa selesai dengan berserah… ha ha ha “. Sayapun terdiam apa yang salah dalam penyampaian saya kenapa ilmu yang begitu tinggi bahkan berserah ini menjadi intinya dalam islam mendapatkan respon negatif seperti ini… Ya .. saya pun tidak menghiraukan pendapat mereka sayapun terus melanjutkan ceramah saya tentang berserah diri kepada Allah.

Berserah diri banyak di negatifkan maknanya bisa jadi karena memang tidak paham atau salah pengertian. Padahal kalau kita selami lebih dalam bahwa berserah diri kepada Allah ini membawa pada suatu kebahagiaan dan kenikmatan dalam hidup. Karena jelas sekali kepada siapa kita berserah diri. Kalau kita berserah dirinya benar yaitu kepada Allah yang maha murah, yang maha agung yang maha hebat yang maha sukses… maka kita akan bahagia dan akan mendapatkan solusi hidup yang tidak kita sangka. Tapi kalau kita bersandarnya kepada yang tidak jelas , kita berserah kepada sesuatu yang tidak pasti ya akan berakibat kepada masalah yang tak kunjung selesai dan sial yang tak kunjung berhenti. misalnya kita berserah kepada kehidupan, kita berserah kepada nasib, kita berserah kepada keadaan dan sebagainya ya akhirnya kita akan dipermainkan oleh kehidupan.

maka saya menyampaikan bahwa berserah itu kepada Allah yang jelas, Tuhannya semesta Alam, yang punya alam semesta, yang mengatur segalanya yang maha kaya dan maha segalanya . Jika kita berserah di wilayah ini maka kita akan mendapatkan kebahagiaan luar dalam…. pajero (penak jobo jero).. ha ha

siapa yang tidak ingin hidupnya bahagia siapa yang tidak ingin hidupnya menjadi hidup yang beruntung seperti yang sering disebutkan dalam al quran “beruntunglah orang yang …..” ya pasti setiap kita ingin menjadi orang yang beruntung maka mari kita sama sama belajar dzikir nafas dengan sadar Allah ini. Kita belajar dzikir nafas kemudian kita sandarkan diri kita kepada Allah sesandar sandarnya, sepasrah pasrahnya kepada Allah. Tidak ada TUhan selain Allah, maka mari kita bersandar kepada Dia, bukan kepada khodam,bukan kepada orang atau juga bukan bergantung kepada pimpinan atau perusahaan. bergantung yang benar maka hidup kita akan bahagia, Bersandarlah kepada yang maha menyenangkan maka hidup kita akan menyenangkanbersandarlah-kepada-yang-maha-menyenangkan-maka-hidup-kita

kalau pasrah jangan cari kekuatan

ilmu tertinggi dalam islam adalah pasrah, di dalam pasrah inilah akan ada kekuatan tapi kita tidak boleh mencari kekuatan itu. bagi kita sebagai menusia pasrah kepada Allah ya pasrah kepada Allah. tidak ada kekuatan lagi. Kalaupun ada kekuatan itu bukan dari kita dan ini tidak boleh kita cari. ya dari namanya saja pasrah artinya benar  benar tidak ada kekuatan, orang pasrah pasti nol benar benar laa haula walaa quwata ila billah. dalam keadaan pasrah inilah kita menghadapi masalah kehidupan kita. ya kalau orang menyelesaikan masalah dengan kekuatan dirinya kalau kita belajar dengan pasrah. orang pasrah bukan berarti dia diam tapi orang pasrah adalah orang yang bertakwa yaitu mengikuti perintah Allah. Ketakwaan yang ada dalam pasrah kita gunakan untuk memenuhi perintah Allah.

Pasrah adalah kekuatan manusia untuk tidak memiliki kekuatan apa apa. energi pasrah akan membersihkan kekuatan kekuatan yang ada pada kita sehingga benar benar bersih.

mungkin anda bingung dengan tulisan saya ini, sebenarnya ini adalah sederhana bahwa pasrah adalah mengenolkan kekuatan ego titik. dari sini anda tidak perlu mencari mencari kalau sudah nol dimana kekuatan Allah.

nah sekarang bagaimana dengan penyelesaian masalah ini kalau egonya nol artinya tidak ada usaha dalam diri kita untuk menyelesaikan masalah. yang pertama adalah doa dan yang keduan adalah mengikuti perintah Allah. dua hal ini kita lakukan dengan pasrah kepada Allah secara total.

baiklah cara saya ini untuk dipraktekan bukan untuk di teorikan. sekarang silahkan dicoba dengan dzikir nafas level 3. selamat mencoba

foto sidoarjo