Articles with Quran

jangan jadikan Quran sebagai penuntun

Eeitt , .. jangan marah dulu, maksud saya adalah bahwa quran bukan yang menuntun kita tapi Allah lah yang menuntun kita. jadi letakkan quran di samping dan letakkan yang di didepan adalah Allah. kita mohon agar Allah menuntun kita dengan ilham ilham baiknya, kalau quran diletakan di depan maka Allah akan kesulitan dalam memberikan ilham atau tuntunannya. kan kita sudah faham kalau tidak ada yang bisa menuntun kita selain Allah,nah quran kan bukan Allah, kalau Allah ya allah Dia yang patut kita letakkan sebagai penuntun, bukan yang lain.

quran kita jadikan referensi atau panduan, jadi jika kita berbuat sesuatu lihat saja panduannya, benar tidak atau salah?. kita harus benar dalam mendudukkan quran agar kita tidak bingung dalam beragama.

Quran adalah panduan yang jelas.. laa rai ba fii hi huda lil mutaqin.. jadi quran itu sangat jelas yang merupakan panduan bagi orang yang bertaqwa. tidak ada keraguan, dengan syarat kita mutaqin. bagi yang kurang bertaqwa atau tidak bertakwa maka quran membingungkan dan tidak dapat menjadi panduan. orang mutaqin adalah orang yang patuh kepada ALlah, artinya ALlah ada didepan. Allah lebih utama dari segalanya.

akibat otak atik ayat quran pada kejadian gempa

inilah akibat otak atik ayat ayat quran saya lampirkan email dan dan sms dari kawan yang mengaitkan jam kejadian, tempat dan terjadinya gempa.
email ini sangat bahaya karena akan sangat menyakitkan bagi mereka yang terkena gempa, sudah terkena gempa masih di cap Allah umat durhaka….. untuk itu saya sarankan jangan otak atik ayat quran lagi…. meski cocok tapi menyesatkan.

ini lampiran sms dan email dari kawan

Kejadian Gempa disesuaikan Surat Alqur’an

Gempa di Tasik Jam 15.04 = Surat Al Hijr ayat 4 :
“Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan.”

Gempa di Padang Jam 17.16 = Surat Al Israa’ ayat 16 :
“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Gempa di sulsel Jam 17.58 = Surat Al Israa’ ayat 58 :
“Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuzh).”

Kemudian pada esoknya, Gempa di Jambi Jam 8.52 = Surat Al Anfaal Ayat 52 :
“(keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.”

quran sangat jelas

kita mengamalkan ayat quran yang benar benar jelas bagi kita… amalkan jangan banyak tanya… nanti dari sini akan terbuka ayat ayat yang bagi kita belum jelas maksudnya atau artinya. jangan mengartikan dulu sesuatu yang tidak jelas dengan rekayasa bahasa … amalkan saja nanti allah akan memberi penjelasan mana ayat yang tidak jelas tadi (mutasyabihat). kalau memang kita tidak paham ya itu sangat wajar karena memang Allah yang lebih paham dengan kita. inna a lamu maa talamu…. jadi kalau kita belum paham ya diam saja.. amalkan saja yang sudah nyata nyata jelas.

quran tidak untuk ditafsirkan tapi di amalkan

kesibukan yang paling menyita banyak waktu umat islam adalah menfasirkan quran yang di dalamnya sebenarnya sudah tidak ada keraguan lagi …. orang banyak berdebat, mempelajari… dan menfasirkan… namanya menafsirkan setiap kepala memiliki penafasiran sendiri sendiri…. makanya banyak sekali tafsir tafsir al quran… dan di solo sendiri ini pun ada majelis yang mengkhususkan mbahas tafsir…
saking sibuknya membahas tafsir ….orang islam sampai lupa bahwa quran adalah untuk diamalkan …. penghargaan dari Allah adalah bagi mereka yang mengamalkan bukan yang menafsirkan.
pada tulisan saya seblumnya saya menuliskan bahwa quran adalah wahyu bukan tulisan atau bacaan yang ribut ditafsirkan, wahyu adalah petunnjuk unntuk segera diamalkan…dari pengamalan quran inilah nantinya akan keluar mukjizat….

Aku bukan suni dan bukan syiah (3)

kenapa terjadi perpecahan umat?, tidak lain dan tidak bukan karena adanya golongan … dalam teori psikologi sosial ada outgroup dan ingroup… nah kalau outgroup pasti akan disalahkan dan akan mendapat perlakuan berbeda… nah coba sekarang apakah ada hadis yang menyunahkan kita untuk masuk dalam golongan tertentu… kan tidak orang yang bebas golongan adalah orang yang mengikuti sunah.. dan orang yang mengikuti sunah bukan golongan tapi sebuah pelaksanaan sebgai orang islam sekali lagi bukan sebagai golongan tertentu… nah semua umat islam entah apapun itu golongannya pasti merujuk pada quran dan sunah…. ya kan.. kalau tidak mau mengikuti quran dan sunah pasti dia bukan orang islam….. untuk itu marilah kita bebaskan diri kita dari semua aliran dan golongan kita luruskan hati kita untuk mengikuti jalan rasulullah SAW dan jalan yang sudah ditetap Kan ALlah di Dalam Quran….. saya kira dengan ini kita lebih aman dan lebih rukun dengan sesama umat islam

islam yang damai.. tidak saling menyalahkan.. mari kita kampanyaken

ilham dulu baru quran

kebanyakan kita dalam memecahakan masalah lewat quran …(pembahasan bukan untuk aturan di fiqh) ada suatu metode yang cukup akurat dan lumayan bagus yaitu melalu metode ilham. ilham merupakan bentuk pencerahan yang diberikan allah kepada kita terhadap suatu masalah yang kita hadapi sehari hari. setiap saat kita dihadapkan pada suatu problem dan setiap saat pula kita diberi fasilitas allah pikiran dimana pikiran itu menjad wadah bagi kita untuk menerima ilham dari allah. nah ada baiknya kalau kita belajar bagaimana menerima ilham dari allah ini, maksudnya kita belajar menerima dan peka terhadap apa yang disampaikan allah kepada kita (berguru kepada allah).dalam kontek keseharian ilham dapat diartikan tuntunan yang dissusupkan dalam hati kita… dengan catatan hati kita nyanthol ke allah, sebab kesambungan ini yang menjadi kabel tersalurnya ilham allah kepada kita. sehingga kalau ada pertanyaan bagaimana membedakan ilham itu dari allah atau dari syetan jawabannya ya itu tadi hati kita nyambung ke allah atau tidak. kalau nyambung ke allah berarti ya tapi kalau tidak ya berarti dari syetan.

nah dari ilham belum final masih ada satu langkah lagi yaitu kroscek dengan quran dan sunah… jika sesuai maka ilham itu baru dilaksanakan, kalau tidak sesuai jangan dilaksanakan. konsep quran sebagai tuntunan mungkin sedikit kita rubah , kalau saya quran sebagai rujukan bukan tuntunan. artinya bahwa apapun masalah kita bisa kita rujuk ke quran tapi kalau tutunan hidup kita akan jadi robot yang sedikit sedikit salah dan sedikit2 haram. akan sangat enak kalau quran itu jadi tempat rujukan … aku punya masalah ini … oh qurannya begini… bukannya quran nya dulu…

ya maaf ini pendapat sangat pribadi mungkin / sebenarnya kurang layak untuk saya publikasikan .. mohon maaf… kalau bapak ibu mas atau mbak yang pingin berdiskusi lebih lanjut silahkan beri komen… makasih wass

jurnal malam jumatan 11 desember 2008

malam ini lebih banyak diskusi tentang hakikat ketuhanan. salah satunya adalah membahas tentang seberapa jauh usaha manusia, tertanya manusia setelah dikaji lebih lanjut tidak memiliki usaha apa apa, misalnya kita bekerja memberi nafkah keluarga maka sesungguhnya kita tidak ngapa ngapain, kita hanya benda mati yang diberi, di gerakkan dan seterusnya.
adalagi diskusi menari.. banyak orang yang selalu menggembar gemborkan “mari kembali kepada quran dan hadis, mari kita berpegang pada quran dan hadis, dalam diskusi ini tadi ….kenapa kita tidak kembali kepada Allah kenapa kita tidak berpegangan kepada allah. orang saking semangatnya menjalani hidup dengan quran dan sunah eee malah melupakan Allah… ya kita kembali kepada allah saja dan berpegang kepada allah saja, kalau berpegang pada bukan selain allah takut syirik. nah kajian tidak berhenti … ternyata dengan berpegang kepada allah maka allah akann menuntun kita unntuk hidup seperti apa yang sudah dituntunkan dalam quran dan hadis. jadi orang yang mendahulukan allah dia akan dituntun allah untuk bisa berperilaku seperti quran dan sunah.
diskusi terus berlanjut hingga 3 jam dari jam 9 sampai jam 12, malam jmata ditutup dengan silatun atau patrap yang sudah menjadi sajian khas malam jumatan. diawali dengan merasakan dzikir hingga mencapai tenang sampai betul betul tenang. kemudian masuk dalam wilayah kebesaran Allah merasakan dan menyaksikan tidak sekedar allahuakbar allahuakbar namun kita belajar hingga masuk dalam alam kebesaran allah. sebelum berakhir ada sedikit peristiwa ganjil jadi ada suasana dan suhu yang dingin terus hilang dingin kemudian hilang lagi, saya sendiri juga tidak tahu itu.. namun ada perasaan seperti sesuatu yang mendekat.. wallahu alam. dan setelah berakhir kita semua yang hadir merasakan ketenangan dan daya dzikir itu seperti masih menyelimuti kita. dan masih terbawa hingga saat ini (makanya segera saya tulis).
demikian jurnal malam jumatan
eh iya sempat dibahas juga tentang silatun di kuburan.. antara khayalan dan kenyataan. suatu diskusi yang maenarik, ternyata dikuburan pun ada tata caranya tidak sekedar datang baca yasin tahlil pulang … tidak… tapi ada metode silatun yaitu dengan sambung ke allah dan mendoakan dan memohon kepada allah karomah seperti apa yang sdh diberikan kepada yang punya makam ini. ya…itu dulu

jurnal malam jumatan 11 desember 2008

malam ini lebih banyak diskusi tentang hakikat ketuhanan. salah satunya adalah membahas tentang seberapa jauh usaha manusia, tertanya manusia setelah dikaji lebih lanjut tidak memiliki usaha apa apa, misalnya kita bekerja memberi nafkah keluarga maka sesungguhnya kita tidak ngapa ngapain, kita hanya benda mati yang diberi, di gerakkan dan seterusnya.
adalagi diskusi menari.. banyak orang yang selalu menggembar gemborkan “mari kembali kepada quran dan hadis, mari kita berpegang pada quran dan hadis, dalam diskusi ini tadi ….kenapa kita tidak kembali kepada Allah kenapa kita tidak berpegangan kepada allah. orang saking semangatnya menjalani hidup dengan quran dan sunah eee malah melupakan Allah… ya kita kembali kepada allah saja dan berpegang kepada allah saja, kalau berpegang pada bukan selain allah takut syirik. nah kajian tidak berhenti … ternyata dengan berpegang kepada allah maka allah akann menuntun kita unntuk hidup seperti apa yang sudah dituntunkan dalam quran dan hadis. jadi orang yang mendahulukan allah dia akan dituntun allah untuk bisa berperilaku seperti quran dan sunah.
diskusi terus berlanjut hingga 3 jam dari jam 9 sampai jam 12, malam jmata ditutup dengan silatun atau patrap yang sudah menjadi sajian khas malam jumatan. diawali dengan merasakan dzikir hingga mencapai tenang sampai betul betul tenang. kemudian masuk dalam wilayah kebesaran Allah merasakan dan menyaksikan tidak sekedar allahuakbar allahuakbar namun kita belajar hingga masuk dalam alam kebesaran allah. sebelum berakhir ada sedikit peristiwa ganjil jadi ada suasana dan suhu yang dingin terus hilang dingin kemudian hilang lagi, saya sendiri juga tidak tahu itu.. namun ada perasaan seperti sesuatu yang mendekat.. wallahu alam. dan setelah berakhir kita semua yang hadir merasakan ketenangan dan daya dzikir itu seperti masih menyelimuti kita. dan masih terbawa hingga saat ini (makanya segera saya tulis).
demikian jurnal malam jumatan
eh iya sempat dibahas juga tentang silatun di kuburan.. antara khayalan dan kenyataan. suatu diskusi yang maenarik, ternyata dikuburan pun ada tata caranya tidak sekedar datang baca yasin tahlil pulang … tidak… tapi ada metode silatun yaitu dengan sambung ke allah dan mendoakan dan memohon kepada allah karomah seperti apa yang sdh diberikan kepada yang punya makam ini. ya…itu dulu