masalah dunia ada di luar

jack sparow

beriman atau tidak beriman pasti bermasalah. cuma masalah ini masuk ke wiayah dalam atau tetap di luar. Kalau masalah itu tetap di luar maka apapn masalahnya tidak akan menjadikan masalah .. tapi kalau masalah itu masuk ke dalam maka masalah dunia yang berada di luar ini akan menjadi masalah. untuk itu kita perlu membedakan mana yang di luar dan mana yang di dalam.

yang di luar adalah berbagai macam keadaan dunia yang kita terima melalaui panca indera kita. Termasuk dunia luar ini adalah tubuh kita sendiri. misalnya kita sakit maka apakah sakit ini masuk ke wilayah dalam atau tetap diluar? oleh karena itu ada orang yang sakit menimbulkan stress ada orang yang sakit tidak menimbulkan stress.

keadaan luar ini adalah seluruh alam semesta ini termasuk jasad kita, sedangkan wilayah dalam adalah nafs kita. Dalam hal menghadapi masalah kita harus tahu benar bahwa nafs jangan sampai terlibat dalam permasalahan. misalnya masalah hutang jangan sampai nafs ikut ikut terimbas menerima masalah. biarkan masalah hutang adalah masalah bayar membayar.. kalau tidak ada uang ya biarkan masalah itu berjalan sesuai mekanisme.. kalau dengan kerja selesai ya kerja tapi kalau tidak ada ya ngikuti saja bagaimana semuanya terjadi.

Dengan cara memisahkan ini maka kita akan selalu bahagia baik ada masalah atau tidak ada masalah.

mengihlaskan perbuatan Allah

masihkah kita mempersepsikan perbuatan allah dengan negatif dan positif? jika kita ihlas maka tidak adalagi perbuatan ALlah yang positif dan negatif. perbuatan Allah tidak positif dan tidak negatif… tapi NETRAL.
pikiran kita harus menyelaraskan kenetralan perbuatan Allah ini, sehingga kita tidak lagi berprasangka negatif terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan kita.
cara yang paling baik dalam menetralkan adalah dengan mengihlaskan semua perbuatan Allah.
beberapa dari kita merasakan kesulitan untuk mengihlaskan perbuatan Allah, maka cara yang paling sederhana adalah dengan mengihlaskan perbuatan Allah yang kita anggap positif, misalnya kita sehat maka kita ihlas kalau kita disehatkan Allah, kita punya mobil maka kita ihlas kalau kita diberi mobil Allah dan seterusnya. kemudian kita belajar sesuatu yang kita anggap negatif misalnya udara panas, udara dingin, lapar, haus.. kita ihlas….nanti lama lama kita terbiasa dengan ihlas..