Articles with ruang dan waktu

Terbebas dari ruang dan waktu

Kesadaran kita dapat meningkat salah ¬†satunya terbebas dari ruang dan waktu, ini bukan khayalan atau sekedar imajinasi. Kesadaran yang bisa melampoi ruang dan waktu dapat di capai dengan bertauhid dengan benar. Allah adalah destinasi akhir dan segalanya. Destinasi atau tujuan ini bersifat tidak sama dengan apapun. Kesadaran akan “laisa kamitslihi syaiun” ini akan membawa kepada loncatan kesadaran yang bisa melewati ruang dan waktu. Kesadaran pada tahap ini akan membawa kepada keadaan pikiran dan perasaan bahwa kita ada tapi tidak dimana mana dan ada pada waktu kapan. Yang ada adalah disini dan saat ini. Ketika disini berarti kita terbebas dari ruang karena tidak di bumi atau dimanapun, “sekarang” berarti terbebas dari masa lalu dan masa depan.

tentunya keadaan ini sangatlah membahagiakan dan menenangkan kita, dimana kita tidak lagi dipengaruhi lagi oleh keadaan masalalu dan keadaan disuatu tempat. keheningan yang dicapai dalam keadaan ini akan membawa dampak tauhid yang sangat kuat pada pelakunya. Pelaku akan memahami betapa Allah itu maha luas tak terbatas, maha tunggal yang meliputi segalanya, dan keadaan keadaan tauhid lainnya yang semakin menguatkan akan eksistensi Allah SWT.

keadaan terbebas dari ruang dan waktu ini dapat dicapai melalui metode dzikir nafas, kita dapat melatihnya dengan menggunakan nafas kita seebagai tool atau cara mendapatkan kesadaran ini. Dalam dzikir nafas setiap keluar masuknya nafas kita arahkann kepada Allah yang tidak sama dengan apapun, semakin diarahkan ke sana maka semakin dalam kita terbebas dari keadaan ruang dan waktu Jika anda tidak percaya dengan tulisan saya ini anda dapat membuktikan dengan mempraktekan dzikir nafas. baik selamat mencoba dan mempraktekannya.

Kesadaran bahwa Allah tidak sama dengan apapun akan

Konsep Here and Now dalam islam

Adanya waktu sekarang nanti dan kemarin adalah karena pengaruh kita di bumi yang berputar sehingga ada siang dan malam, sekarang andaikan anda berada di luar bumi yang tidak ada siang dan malam maka anda tidak bisa lagi menyebutkan lagi waktu tidak ada kemarin dan besuk yang ada adalah sekarang.

Sekarang mari kita tidak berada lagi di bumi berarti hidup anda akan berada pada dimensi sekarang bukan lagi kemarin dan besuk.

dalam islam kita akan hidup kekal ketika kita sudah terbebas dari bumi, artinya kalau kita nanti sudah mati maka hidup kita akan abadi , kata abadi ini juga menjadi bukti akan tidak adanya waktu. Kalau ada waktu pasti ada akhirnya atau ada awalnya. Islam selalu menyampaikan bahwa hidup kita akan abadi kelak di akhirat. Kita di surga tidak akan berakhir kalau di akhirat (naudzubillah) itupun juga kekal abadi.

sekarang mari, meski kita masih hidup di dunia kita loncat pada keadaan tidak ada ruang dan waktu (here and now), surga itu kapan dan neraka itu kapan? maka surga itu adalah sekarang dan neraka juga sekarang. Kalau kita mendapat surga dunia sekarang maka psati kita akan mendapat surga akhirat karena akhirat dan dunia tidak bisa dipisahkan lagi dengan waktu … sekarang dan nanti.. yang ada adalah sekarang.

kenyataan ini akan memaksa anda untuk mencari keadaan bahagia kapan? ya sekarang, tidak bahagia nanti di akhirat (karena akhirat juga sekarang).

keadaan sekarang dan disini juga membuat kita akan lebih bisa menentukan keadaan keadaan yang kita kehendaki. Mau bahagia atau mau sengsara… dan tidak ada alasan lagi ..biarlah sekarang sengsara nanti di akhirat bahagia.. Tapi kalau anda memahami bahwa bahagia itu nanti di akhirat, maka anda akan mendapatkan kehidupan anda dan akan membiarkan hidup anda sekarang ini sengsara dan kalau anda masih berpendapat bahwa ada nanti bahagia maka anda akan tertitpu.

barang siapa mencari dunia maka tidak akan mendapat akhirat, berarti anda berorientasi pada waktu yaiu nanti tapi jika anda berpedoman bahwa barang siapa mencari akhirat maka dunia dapat berarti kita berorientasi pada saat sekarang dan disini. Orang yang berorientasi sekarang dan disini pasti akan beribadah shalat puasa dan lainnya. Ibadah itu adalah sekarang untuk sekarang karena ibadah sendiri adalah kebahagiaan. Kalau ada orang yang ibadah tapi terpaksa (tidak ihlas) berarti bukan berorientasi akhirat dan ini pasti neraka.

maka saya mengajak diri saya sendiri untuk dapat menerima bahwa tidak ada ruang dan waktu yang ada adalah hari dan sekarang. ibadah saya ya surga saya kapan ya sekarang dimana ya disini. ibadah saya tidak untuk nanti tapi untuk sekarang karena akhirat yang berupa surga adalah sekarang.

baik beberapa dari anda pasti ada yang bingung dengan artikel saya ini…. by pass saja tidak perlu di pikir bigit bingit.. hehe salam ramadhan…