kebahagiaan sejati

bahagia sejati adalah merasakannya dalam hati. kita memiliki harta, mobil mewah jika tidak dapat dirasakan sebagai sebuah kebahagiaan maka mobil mewah, harta berlimpah bukanlah kebahagiaan sejati. mobil mewah membuat bahagia hanya 1 minggu atau 1 bulan setelah beli, selebihnya biasa, lagi hilang kebahagiaan memiliki mobil mewah, perasaannya biasa lagi. demikianlah berarti kebahagiaan sejati bukanlah terletak pada harta.
ada kebahagiaan sejati yaitu kebahagiaan yang berwujud, kebahgiaan yang lebih permanen, tidak bersifat materi. kebahagiaan itu adalah merasakan disayangi Allah, dicintai Allah, dan ditolong Allah, itulah kebahagiaan yang sejati, yang harganya tak terbeli, yang nilainya tak ternilai.

sudah mati tapi masih hidup

inilah pelajaran sholat, orang diajarkan untuk mematikan dirinya selama dia masih hidup, pernyataan ini mungkin masih membingungkan bagi pembaca yang belum memahami tentang siapa diri saya , maka saya sarankan untuk membaca artikel saya tentang who am I di blog ini. suasana mati itu terasa dan yang hidup pun kita tahu… ini bukan rekayasa atapun filosofi tapi ini adalah kenyataan (das sein kalau bahasa jerman nya) kenyataan yang dirasakan kalaupun di paido (tidak di percaya) ya itu terserah tapi pengalaman adalah kenyataan dan kenyataan tidak dapat dipermasalahkan ataupun ditanyakan kebenarnnya karena memang sudah nyata kebenarannya.
sudah mati tapi masih hidup
hidup tapi sudah mati

who am I (2)

mengenal diri sejati ini harus dengan kesengajaan karena ini merupakan olah kesadaran menuju taraf yang lebih tinggi. yakni semakin sadar dan semakin sadar (the altered states of consciousness). sadar akan diri merupakan perluasan dan mikrokosmos menuju makrokosmos atau dalam istilah jawa jagad alit menuju kepada jagad ageng. sang Aku tidak bisa dibatasi oleh keterbatasan tubuh (mikrokosmos) namun luas (makrokosmos).
dasar dari tulisan kedua ini adalah membedakan diri berubah menjadi makro yaitu suatu kesadaran bahwa diri sebenarnya adalah diri yang bersujud (bukan tubuh).
pada sholat Allahu Akbar yang bisa membesarkan Allah secara hakiki adalah sang Aku bukan tangan yang terangkat atau mulut yang mengucap Takbir…
baik kita pahami dulu tujuan dari pengenalan diri ini dari mikro menjadi makro. untuk tulisan berikutnya kita akan bahas lebih dalam lagi tentang hakikat diri

who am I

kalau kita melihat diri kita maka ada yang bersifat kasar dan halus, kata orang jawa ono badan wadag lan ono badan alus.. siapa kita sebenarnya.. ? ini suatu pertnayaan yang selalu kita tanyakan pada diri kita… ini adalah pertanyaan yang sangat wajar ketika kita menggali diri kita untuk apa kita diciptakan dan lain sebainya. kita sempat merenung .. iya ya kenapa ya saya ini diciptakan.. iya ya siapa saya…
baik kita kembali ke 2 unsur dasar manusia yaitu badan kasar dan badan halus. seringkali kita mengatakan bahwa ini adalah badanku…. dari kata kata ini saja kita dapat mengambil sebuah kseimpulan bahwa ada badan dan ada yang memiliki badan… ada badan dan ada Aku…. suatu unsur yang berbeda yaitu antara pemiliki dan yang dimiliki (badan) dimanakah saya? jelas saya adalah bukan badan saya adalah saya yang memiliki badan yaitu Aku.
perbedaan ini harus dipahami benar hingga taraf merasakan mana aku dan mana yang bukan aku.. sehingga jelas siapa diri kita sebenarnya.. dan ini bukan hal yang sulit…kita rasakan saja … ada yang berniat ada yang berbuat mengikuti niat … yang berniat adalah aku dan yang mengikuti niat adalah tubuhku…
pada sesi pertama ini coba kita pahamkan diri kita tentang perbedaan aku dan yang bukan aku tadi…