Articles with sesat

Mengapa Allah Membiarkan Manusia Berdosa

mengapa Allah membiarkan manusia berdosa ? pertanyaan ini sering dimunculkan oleh banyak kawan. Baiklah saya akan mencoba menjawab dengan rujukan surat Asy syam, Bp Ibu bisa juga check sama sama surat tersebut.

8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

nah jawaban pertanyaan diatas ada di ayat 8 9 dan 10. Jadi Allah mengilhamkan pada jiwa, bahasa ilham adalah bahasa kehendak yang ada pada manusia. Jadi manusia diberikan kehendak untuk berbuat baik dan tidak baik. Tinggal yang mau di ekskusi yang mana, apakah dia melakukan akhirnya melakukan perbuatan baik atau tidak bai

kita diberikan pilihan 2, tinggal kitanya. ALlah menurunkan agama, Allah menurunkan Rasulullah, Allah memberikan akal kepada kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar. sehingga kita kalau kita memilih mana yang baik maka kita beruntung, dan jika kita memilih yang tidak baik maka kita akan celaka. Bahasa di ayat diatas adalah, jika kita menjaga kebersihan jiwa yaitu dengan melaksanakan ilham baik maka kita akan beruntung. dan jika mengotori hati yaitu dengan mengeksusi perbuatan tidak baik maka kita akan celaka.

dalam hal ini maka manusia diberikan kewenangan penuh, nah mungkin yang jadi pertanyaannya kenapa Allah membiarkan manusia berdosa, jawabannya karena manusia meninggalkan Allah, tidak mau kembali kepada Allah, tidak mau sadar Allah. Klaau manusia mau sadar Allah maka dia akan ditunjukkan jalannya. jika meninggalkan Allah tidak hanya dibiarkan Allah bahkan akan disesatkan Allah. banyak ayat yang menyebutkan bahwa Allah ini akan menyesatkan manusia. jadi Allah akan memberi petunjuk siapa saja yang sadar Allah dan akan menyesatkan siapa saja yang tidak sadar Allah.

menjawab dari pertanyaan jamaah DNSA di group WA

Berhala itu adalah yang bukan Allah

sesuatu yang bukan Allah jika itu menjadi pemberhentian, atau menjadi tujuan maka itu adalah berhala. Kita tahukan sejarahnya Nabi Ibrahim yang memenggal kepala patung berhala .. itulah pelajaran bagaimana kita meluruskan dan menyingkirkan sesuatu yang bukan Allah yang menjadi penghalang antara kita dengan Allah. Anda pasti setuju kan dengan pernyataan saya ini… ya jika anda orang beriman pasti setuju … perjaanan hidup kita seringkali terkendala dengan berhala berhala entah itu disengaja (bangeten) atau tidak sengaja (karena kebodohan atau ketidaksadaran). Maka mari kita saling mengingatkan untuk menghilangkan apapun itu selain Allah.

ya sekedar test apakah kita memiliki berhala atau tidak silahkan jawab pertanyaan saya ini  : ketika dagangan anda tidak laris anda lebih percaya Allah atau selain Allah agar dagangan anda kembali laris?.

jika anda memohon langsung ke Allah untuk dilariskan maka skor anda 100, jika anda masih menggunakan jasa orang lain untuk minta di doakan maka skornya 50 saja (karena anda lebih percaya di doakan dari pada doa sendiri) jika anda percaya orang lain tanpa percaya Allah sama sekali maka skor anda 0 (artinya anda tidak beriman alias lebih percaya sama berhala).

kembali ke judul bahwa berhala itu adalah yang bukan Allah. Sekarang silahkan mengevaluasi masing masing, sebab kalau saya sebutkan pasti anda akan marah. lebih baik kita evaluasi apakah kita masih memiliki berhala atau tidak. jika masih mari kita tinggalkan dan luruskan ke Allah. ihdinasshiratal mustaqim…

meninggalkan berhala bagi sebagian orang menjadi suatu kecemasan tersendiri. ya benar, karena memang orang yang imannya lemah sangat takut meninggalkan berhala. tapi tetaplah mencoba untuk meninggalkan berhala dan yakinlah kepada Allah nanti Allah akan ajarkan kepada kita untuk semakin yakin kepada Allah. Jika tidak kita tinggalakan berhala itu maka selamanya kita akan berada pada kesesatan.

 

Makrifat tapi tidak taat

Makrifat tapi tidak taat = setan

maktifat tapi tidak taat kepada Allah yang seperti syetan. Syetan juga makrifat tapi tidak taat kepada Allah, disuruh sujud kepada Adam tidak bersedia padahal syetan ini kenal betul dengan Allah SWT. Menjalankan makrifat tapi tidak taat kepada Allah misalnya meninggalkan shalat, meninggalkan zakat meninggalkan puasa ya sama dengan syetan. Karena perintah Allah emngenai zakat shalat puasa sudah jelas. Kenapa perintah yang sudah jelas berani meninggalkan. Berarti kan seperti syetan yang berani menentang perintah Allah untuk sujud di depan nabi adam. Orang yang berani meninggalkan shalat dengan berbagai dalih bahwa dirinya tidak perl;u shalat lagi sebab dia sudah bisa shalat dengan cara lain…. nah ini kan juga sama dengan syetan yang menolak sujud di depan nabi adam dengan berbagai alasan juga.

orang orang yang makrifat tapi berani meninggalkan shalat ada yang ¬†memiliki kesaktian, setiap doanya di kabulkan Allah. sebenarnya orang orang yang merasa setiap doanya di kabulkan Allah adalah suatu pengluluan atau istidraj, dimana istidraj ini cara Allah untuk semakin menjauhkan dari ketakwaan kepada Allah. sama juga dengan syetan yang memohon kepada Allah agar bisa menggoda manusia maka Allahpun mengabulkan… maka sebenarnya pengabulan Allah itu bukan karena kasih sayang Nya tapi karena pengluluan ALlah atau istidraj dari Allah SWT

Belajar makrifat kalau sampai meninggalkan syariat pasti ada “something wrong” dalam menjalankan makrifat tersebut. patokan syariat adalah patokan dengan harga mati yang tidak di tawar lagi.