Kalau tidak ke Allah langsung berarti Salah

Dalam proses perjalanan kita ke Allah, Allah sudah mengutus Rasulullah SAW agar hambanya bertemu langsung saja dengan Allah tidak ada perantara antara ALlah dan Hambanya, demikian memang Rasulullah di perintahkan untuk menyampaikan risalah ini.

Agama islam bukanlah agama birokrasi yang mau ke Allah saja harus pakai perantara (baca : antara hamba dan Allah ada “antara”), Inilah agama orisinil yang wahyukan kepada Rasulullah kepada Hambanya. Sehingga hamba diberikan kebebasan untuk langsung berjumpa dengan Allah. Bukti dari kebebasan berjumpa dengan Allah ini adalah di tiupkannya Ruh kepada manusia dimana Ruh adalah milik Allah (ruhii), Ruh ini bukan sembarang diberikan kepada mahluknya, hanya kepada manusia saja Ruh ini di pinjamkan. apa fungsi Ruh sebenarnya, fungsi Ruh adalah agar manusia mampu berjumpa langsung dengan Allah tanpa adanya halangan apapun.

Agama islam sangat berbeda dengan agama lain, yang memiliki birokrasi untuk berjumpa dengan Tuhan, Islam melalui Rasulullah mengajarkan agar kita bisa menghadapkan wajah kita kepada wajah yang menguasai langit dan bumi. Kalau sudah jelas jelas Allah mempersilahkan kita untuk langsung bertemu dengan Allah, kenapa juga kita masih menggunakan “perantara”.

Dalam dunia perdagangan untuk menuju ke Allah tidak perlu distributor, tidak perlu makelar, tapi kita bisa langsung ke produsen. Artinya kita langsung saja ke Allah karena itu yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kita. Jangan lah mengada adakan dalam agama, kalau memang Rasulullah itu mengajarkan untuk langsung ke Allah, janganlah kita mengada adakan yang lain meski nampak baik, misalnya mursyid dijadikan perantara antara kita dan Allah, itu nampak baik tapi itu tidak ada dalam ajaran islam, tidak diajarkan oleh Rasulullah. Janganlah kita menyerupai dengan agama lain dimana posisi ulamanya, posisi ahli agamanya berada di antara umat dan Tuhannya. Seolah Tuhan punya kerajaan yang memilki banyak tentara dan bawahan, sehingga kalau kita mau ke Allah harus melalui bawahannya tersebut atau melalui tentara tentara. Kita harus sadar bahwa Allah itu Dzat yang tidak seperti raja yang punya kerajaan.

Kalau di Quran disebutkan mendekatlah kepada Allah dengan perantara maka perantara yang di maksud disini adalah perantara amal ibadah kita seperti shalat, zakat, haji, dzikir, dan amal ibadah lain yang dituntunkan Nabi SAW. Perantara bukanlah sosok uama, bukan sosok habib, bahkan bukan sosok Nabi sendiri. Perantara yang dapat mengantarkan kita kepada Allah adalah ibadah amal sholeh yang sudah di gariskan oleh Rasulullah SAW. Dan disinilah makna 2 kalimat syahadat yang pertama ke Allah sebagai Tuhan yang dituju, dan kedua adalah syariat yang harus diikuti dan wajib di jalankan untuk mendekat kepada Allah.

Kalau konsep langsung ini tidak diindahkan maka otomatis sudah salah pemahamannya dalam perjalanan menuju kepada ALlah, sesuatu yang salah memang salah, dan kalau masih nekat di pakai maka selamanya tidak akan sampai. Tidak akan sampai kepada tujuan utama karena selamanya akan ada hijab , siapa hijab itu hijab itu adalah orang orang yang dijadikan perantara antara hamba dan Tuhannya.

Mengapa Allah Membiarkan Manusia Berdosa

mengapa Allah membiarkan manusia berdosa ? pertanyaan ini sering dimunculkan oleh banyak kawan. Baiklah saya akan mencoba menjawab dengan rujukan surat Asy syam, Bp Ibu bisa juga check sama sama surat tersebut.

8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,
9. sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

nah jawaban pertanyaan diatas ada di ayat 8 9 dan 10. Jadi Allah mengilhamkan pada jiwa, bahasa ilham adalah bahasa kehendak yang ada pada manusia. Jadi manusia diberikan kehendak untuk berbuat baik dan tidak baik. Tinggal yang mau di ekskusi yang mana, apakah dia melakukan akhirnya melakukan perbuatan baik atau tidak bai

kita diberikan pilihan 2, tinggal kitanya. ALlah menurunkan agama, Allah menurunkan Rasulullah, Allah memberikan akal kepada kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar. sehingga kita kalau kita memilih mana yang baik maka kita beruntung, dan jika kita memilih yang tidak baik maka kita akan celaka. Bahasa di ayat diatas adalah, jika kita menjaga kebersihan jiwa yaitu dengan melaksanakan ilham baik maka kita akan beruntung. dan jika mengotori hati yaitu dengan mengeksusi perbuatan tidak baik maka kita akan celaka.

dalam hal ini maka manusia diberikan kewenangan penuh, nah mungkin yang jadi pertanyaannya kenapa Allah membiarkan manusia berdosa, jawabannya karena manusia meninggalkan Allah, tidak mau kembali kepada Allah, tidak mau sadar Allah. Klaau manusia mau sadar Allah maka dia akan ditunjukkan jalannya. jika meninggalkan Allah tidak hanya dibiarkan Allah bahkan akan disesatkan Allah. banyak ayat yang menyebutkan bahwa Allah ini akan menyesatkan manusia. jadi Allah akan memberi petunjuk siapa saja yang sadar Allah dan akan menyesatkan siapa saja yang tidak sadar Allah.

menjawab dari pertanyaan jamaah DNSA di group WA

Berhala itu adalah yang bukan Allah

sesuatu yang bukan Allah jika itu menjadi pemberhentian, atau menjadi tujuan maka itu adalah berhala. Kita tahukan sejarahnya Nabi Ibrahim yang memenggal kepala patung berhala .. itulah pelajaran bagaimana kita meluruskan dan menyingkirkan sesuatu yang bukan Allah yang menjadi penghalang antara kita dengan Allah. Anda pasti setuju kan dengan pernyataan saya ini… ya jika anda orang beriman pasti setuju … perjaanan hidup kita seringkali terkendala dengan berhala berhala entah itu disengaja (bangeten) atau tidak sengaja (karena kebodohan atau ketidaksadaran). Maka mari kita saling mengingatkan untuk menghilangkan apapun itu selain Allah.

ya sekedar test apakah kita memiliki berhala atau tidak silahkan jawab pertanyaan saya ini  : ketika dagangan anda tidak laris anda lebih percaya Allah atau selain Allah agar dagangan anda kembali laris?.

jika anda memohon langsung ke Allah untuk dilariskan maka skor anda 100, jika anda masih menggunakan jasa orang lain untuk minta di doakan maka skornya 50 saja (karena anda lebih percaya di doakan dari pada doa sendiri) jika anda percaya orang lain tanpa percaya Allah sama sekali maka skor anda 0 (artinya anda tidak beriman alias lebih percaya sama berhala).

kembali ke judul bahwa berhala itu adalah yang bukan Allah. Sekarang silahkan mengevaluasi masing masing, sebab kalau saya sebutkan pasti anda akan marah. lebih baik kita evaluasi apakah kita masih memiliki berhala atau tidak. jika masih mari kita tinggalkan dan luruskan ke Allah. ihdinasshiratal mustaqim…

meninggalkan berhala bagi sebagian orang menjadi suatu kecemasan tersendiri. ya benar, karena memang orang yang imannya lemah sangat takut meninggalkan berhala. tapi tetaplah mencoba untuk meninggalkan berhala dan yakinlah kepada Allah nanti Allah akan ajarkan kepada kita untuk semakin yakin kepada Allah. Jika tidak kita tinggalakan berhala itu maka selamanya kita akan berada pada kesesatan.