Articles with shalawat

posisi zero untuk shalawat mendoakan Rasulullah

Shalawat ini dapat mempertahankan sang diri untuk tetap ada. bahaya jika belajar zero tapi dirinya ikutan  lenyap. Keadaan seperti nabi Musa pun hanya berlangsung sementara tidak salamanya atau seterusnya. jadi kita belajar zero dengan tetap mempertahankan sang diri, agar kita bisa menjalankan amanah Allah, menjalankan ibadah yang diperintah Allah. Coba jika diri ikut ikutan lenyap.. pasti akan meninggalkan shalat dan kalau belajar makrifat sudah meninggalkan shalat maka berarti sudah sesat.

nah shalawat ini sebagai sarana untuk mempertahankan diri agar tetap berada pada jalurnya tidak ikutan lenyap. dan shalawat yang di jalankan cukup dengan mendoaakn saja tidak perlu yang lain. shalawat mendoakan rasulullah maka nanti kita akan dimudahkan dalam menjalankan syariat yang diajarkan Rasulullah. Sebab dengan shalawat ini kita akan se frekwensi dengan Rasulullah, atau belajar sekfrekwensi dengan rasulullah. maka tak heran kadang ada yang bermimpi bertemu ke beliau ketika menjalankan shalawat dengan ihlas.

shalawat tanpa Allah “batal”

logika yang selama ini ada adalah ; kalau ingin ke Allah sebaiknya menggunakan shalawat, tentunya kalau ke Allah saja manggunakan shalawat berarti belum ke Allah. Nah logika ini harus nya dibalik “shalawat tanpa Allah batal”. Sekarang mari kita logika :

1. lihat bacaan shalawat pasti pertama kali kalimat yang muncul adalah kalimat Allah, yaitu Allahumma…… jadi jelas untuk bisa bershalawat dengan benar harus ke Allah dulu dan harus sampai ke Allah dulu, baru setelah itu sholli ala sayyidina Muhammad. Setelah Allah kemudian mendoakan Rasulullah

2. Logika yang kedua adalah, shalawat adalah Doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk Rasulullah SAW. jadi kita harus jelas dulu kepada siapa kita minta? jelas kita minta kepada Allah bukan yang lain. Kita minta kepada Allah untuk salam dan rahmat kepada Rasulullah dan keluarganya. maka Allah menjadi point penting dalam hal bershawalat bukan di nomor duakan tapi Allah harus di nomorsatukan

hampir ahli shalawat melupakan Allah, kadang saking semangatnya shalawat lupa akan esensi shalwat itu sendiri. bahwa shalawat adalah doa yang kita panjatkan kepada Allah untuk rasulullah. Bahkan lebih ironisnya bershalawat fokusnya pada nyanyiannya atau dendangannya dengan diiringi musik. saking asiknya lupa akan Allah dan rasulnya.

Bershalawat sangat di anjurkan sebagai bentuk penghormatan kita kepada Rasulullah dan terimakasih kita kepada Beliau, namun caranya harus benar. jangan sampai shalawat membuat kita malah melupakan Allah SWT selama shalawat. Semua ibadah tanpa esensi akan batal. silahkan saja bershalawat namun tetap dalam rangkan mendoakan Rasululah bukan untuk niat berdendang dendang atau bernyanti, bahkan maaf sampai ada yang bershalawat dengan lagu dangdut. Itu bukan menghormati Rasulullah tapi bisa bermakna melecehkan rasulullah.

 

patrap dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW

saya bereksperimen mancer (patrap, dzikir) ke Allah lewat shalawat ternyata daya nya sangat besar dan sangat cepat sekali membawa kepada alam kesadaran yang lebih tinggi.
carannya:
1. sambungkan hati kita kepada Allah
2. sambungkan hati kita kepada Rasulullah
3. doakan rasulullah dalam shalawat yang kita baca
4. arahkan diri kita ke Allah bersama doa kepada Allah untuk rasulullah.
5. tunggu saja sambil kita bersalawat…
kenapa mancernya tambah kuat dengan bershalawat karena rasulullah memiliki daya ke Tuhanan yang sangat kuat.. jika kita sambungkan hati kita kepada Rasululah maka secara otomatis kita akan terbawa oleh daya yang kuat tadi.

bersilaturahmi ke habib lutfi

tadi malam kita berkunjung ke tempat habib lutfi pekalongan seorang habib yang suka main musik dan cukup disegani terutama di kalangan nahdliyin. beliau adalah ketua ahlu tahriqoh muktabaroh (thoriqoh yang resmi) seluruh indonesia. alhamdulillah kita dipertemukan dengan beliau cukup senang walau hanya mak NYUK alias cuma sebentar karena memang waktu sudah larut malam dan habib juga kelihatannya capek karena banyak tamu yang harus dilayani. beberapa wejangan beliau ” belajarlah yang ringan ringan saja, jangan yang berat berat, perbanyak baca shalawat, shalawat itu ringan tapi ampuh”

sepertinya habib tahu kalau kita belajarnya agak berat sehingga disarankan untuk bershalawat.

silatun kepada rasulullah

silatun adalah rasa kesambungan batiniah dimana batiniah ini bisa kita sambungkan ke pada siapa saja dan kepada apa saja… kita bisa menyambungkan diri kita kepada allah dalam dzikir kita bisa menyambungkan hati kita kepada rasulullah lewat shalawat , kita¬† bisa menyambungkan kepada sesama kita dengan silturahmi dan kita pun bisa menyambungkan hati kita kepada ciptaan allah lainnya seperti binatang, kendaraan, rumah barang dagangan dan lain sebagainya.

makrifat jangan meningggalkan rasulullah

keuntungan yang besar ketika kita berjalan menuju ke allah dengan tidak meninggalkan rasulullah. bukan sekedar hormat ketika kita tidak meninggalkan rasulullah, tapi sebenarnya merupakan keuntungan bagi kita sendiri untuk berjalan menuju kepada allah. rasulullah merupakan muara daya menuju ke allah beliaulah yang mendapatkan kesempurnaan dalah menuju ke allah, dan beliau lah kesempurnaan dalam mengajak umatnya untuk menuju ke allah. energi terbuka lebar tinggal kita mau pakai atau tidak. kalau mau kita pakai ya jangan tinggalkan rasulullah tapi kalau tidak di pakai ya tinggalkan saja rasulullah..

ihlas bersama rasulullah

setiap perbuatan rasulullah disertai dengan keihlasan kepada allah, marilah kita contoh keihlasan rasulullah yang demikian ini. masuklah ke dalam ….. hingga hatinya rasulullah menjadi hati kita, hingga pikirannya rasulullah menjadi pikiran kita dan hingga jiwanya rasulullah menjadi jiwa kita. hati, pikiran dan jiwa ini jalankan dengan ihlas karean allah. pada akhirnya nanti penglihatan perbuatan dan lain sebagainya akan mencerminkan perbuatannya rasulullah.

jadilah diri kita rasulullah… jadi mengikuti sunah rasul tidak hanya dengan bekal hapal hadis saja… kalau hadis saja maka tidak akan mampu menjangkau bagaimana rasanya rasulullah beriman… sehingga kita perlu untuk mencicipi manisnya iman seperti manisnya iman rasulullah.

memodel rasulullah

modelling di ambil dari istilah psikologi behavior, dimana modelling ini tidak sekedar mencontoh namun meresapi hingga berurat berakar… model ini, yang dimodel bukanlah perilakunya namun jiwanya, yaitu jiwanya rasulullah.. sebab perilaku yang nampak dalam diri rasulullah berangkat dari jiwa yang mengalir dalam pikiran dan hati kemudian muncullah perilaku.

oleh karena itu langkah pertama untuk meniru rasulullah adalah bershalawat karena shalawat inilah sebagai sarana kesambungan kita kepada beliau yang nantinya akan mengalirkan energi kerasulan sehingga apa yang menjadi jiwanya akan dengan mudah kita akses.

tanpa energi rasulullah ini tidak mungkin kita akan bisa meniru rasulullah dalam setiap perilaku kita, kita akan terjebak jebak dan pertikaian serta ptertentangan tiada usai tatkala yang kita tiru adalah perilaku tanpa jiwa. tidak mungkin rasul melakukan sesuatu tanpa jiwanya.. kenapa rasul itu uswatun hasanah karena rasul jiwanya bersih dan mulya.. nah jika kita meniru rasul maka perilaku kita harus berangkat dari bersihnya jiwa.

jadi jangan sampai kita terblenggu saudaraku… carilah hakikat perilaku rasul maka kita akan menemukan apa maunya rasulullah…