Virus corona dan dzikir nafas

virus corona yang sedang menyebar kemana mana, menimbulkan kekhawatiran. Ada yang menanyakan ke saya bagaimana mengatas virus corona dengan dzikir nafas. Saya bingung jawabnya karena tidak ada kaitan antara virus corona dengan dzkir nafas. tapi kalau hubungannya dengan ATP itu ada. misalnya amanahnya adalah kesehatan, tandanya tersebarnya virus maka perintahnya adalah memakai masker atau sesuai saran dokter. namanya wabah penyakit dari jaman dahalu juga sudah ada. pernah suatu kali di suatu tempat yang akan dilewati syaidina umar memiliki wabah penyakit, maka syaidina umar mengambil jalan lain tidak masuk ke daerah itu. itu berarti bahwa syaidina umar mengamalkan ATP A nya adalah kesehatan, T nya adalah wabah penyakit dan P nya adalah jalan dengan tidak melewati tempat yang berwabah panyakit itu. Syaidina umar tidak menggunakan wirid wirid tertentu untuk dapat selamat dari wabah penyakit tersebut. dan ini seharunys kita mencontoh syaidina umar yang rasional dan nyata. virus corona tidak dapat ditangkal dengan wiridan atau shalawatan apalagi dengan dzikir nafas. kalau mau selamat ya jalankan ATP. Semoga kita semua dapat menjalankan ATP dengan benar terkait dengan penyebaran virus corona tersebut. amin amin

apakah al quran dan hadits, masih belum cukup?

apakah anda percaya 100% bahwa kita kitab agama itu selalu benar? tentu memerlukan kajian mendalam. Apakah kalau sudah pengarang di anggap sebagai orang yang “tidak pernah salah” sudah bisa menjamin kitabnya 100% benar ? hanya dianggap bahwa penulisnya adalah “orang suci” sehingga kadang tidak rasional dalam menggunakannya sampai sampai al quran di kalahkan isinya. Kitab kitab agama yang sudah sangat lama, ratusan lalu dibuat apakah juga masih sesuai dengan yang sekarang?, tentunya perlu kajian mendalam dan telaah. Kajian kajian kitab lama efektif pada jamannya dan sekarang sudah beda jaman dan itu pasti banyak mengalami perbeadaan dan ketidak sesuaian.

agama ini mudah dan agama ini sangat simpel, cukup dengan al quran dan sunah, serta kitab kitab pendukung yang tidak bertentangan dengan al quran. Kadang kitab lama itu terlalu dipengaruhi oleh penulisnya artinya dibuat sangat subjektif. Misalnya jelas jelas di al quran disebutkan bahwa dalam setiap ibadah harus menyadari Allah, harus ada ihsan kemudian kitab buatan manusia menyebutkan semua ibadah harus menyadari Allah kecuali shalawat. Pernyataan kitab ini kan sangat bertentangan dengan al quran. Bagaimana bisa shalawat tidak perlu sadar Allah, sedangkan ke Allah saja kita harus sadar Allah. Ke Allah saja dengan berbagai ritual ibadah harus sadar Allah, tapi kenapa shalawat tidak perlu sadar Allah. Inikan pendapat yang sangat menyesatkan. Bagaimana mungkin shalawat tidak perlu sadar Allah sedangkan kalimat pertama dalam shalawat adalah menyebut nama Allah, yaitu Allahumma….

dan masih banyak sekali karena ulama tersebut saking fanatiknya dengan “shalawat” sehingga berpendapat berlebihan dan kebablasan dalam hal shalawat. Misalnya denganĀ  baca shalawat akan bisa laris dagangannya, bisa lancar merah jabatan, ini jelas pendapat yang sangat menyesatkan karena yang memberi rejeki adalah Allah bukan bacaan shalawat. Kemudian yang sering kita dengar misalnya baca shalawat maka akan mendapat syafaat, padahal di al quran di tegaskan bahwa yang dapat memberikan syafaat adalah Allah SWT bukan shalawat.

mari kita kembali kepada Ala quran dan memahami perintah yang ada di dalamnya. Kalau kita memahami perintah Allah dalam al quran maka al quran lebih dari cukup. Kesalahan kita adalah al quran hanya barang hafalan dan bacaan tanpa di telaah lebih lanjut apa perintah Allah kepada saya. Makan sebaik baik orang mengajarkan Al quran adalah mengajarkan kepada orang lain tentang apa bagiamana membaca perintah Allah dalam kitab tersebut. bukan mengajarkan hal hal yang justru mempersulit orang untuk memahami perintah Allah dalam ayat al quran yang dia baca. Misalnya dengan mengatakan ” tidak perlu tahu artinya kalau baca al quran, baca saja sudah berpahala banyak” pernyataan ini sangat menyesatkan orang untuk dapat memahami al quran.

 

posisi zero untuk shalawat mendoakan Rasulullah

Shalawat ini dapat mempertahankan sang diri untuk tetap ada. bahaya jika belajar zero tapi dirinya ikutanĀ  lenyap. Keadaan seperti nabi Musa pun hanya berlangsung sementara tidak salamanya atau seterusnya. jadi kita belajar zero dengan tetap mempertahankan sang diri, agar kita bisa menjalankan amanah Allah, menjalankan ibadah yang diperintah Allah. Coba jika diri ikut ikutan lenyap.. pasti akan meninggalkan shalat dan kalau belajar makrifat sudah meninggalkan shalat maka berarti sudah sesat.

nah shalawat ini sebagai sarana untuk mempertahankan diri agar tetap berada pada jalurnya tidak ikutan lenyap. dan shalawat yang di jalankan cukup dengan mendoaakn saja tidak perlu yang lain. shalawat mendoakan rasulullah maka nanti kita akan dimudahkan dalam menjalankan syariat yang diajarkan Rasulullah. Sebab dengan shalawat ini kita akan se frekwensi dengan Rasulullah, atau belajar sekfrekwensi dengan rasulullah. maka tak heran kadang ada yang bermimpi bertemu ke beliau ketika menjalankan shalawat dengan ihlas.