Apa yang kita perhatikan selama sholat?

Jika anda sholat hanya memperhatikan atau fokus kepada syariat saja maka sholat anda dijamin tidak akan khusyu, anda harus mampu untuk melewati jasad, artinya biarkan jasad kita melaksanakan syariat, sedangkan kita fokus kepada Allah yang dekat, Allah yang mengawasi. Keadaan memperhatikan ini harus terus menerus kita perhatikan, usahakan jangan sampai anda lengah, atau kembali memperhatikan jasad. Anda harus mampu duduk di alam kesadaran dekat dengan Tuhan dan hanya Tuhan lah yang anda perhatikan.

wilayah syariat adalah wilayah jasad sedangkan wilayah sadar Allah adalah wilayah makrifat. maka sebisa mungkin, selevel apa makrifat anda gunakan terus menerus memperhatikan Allah. jika ini dilakukan maka jasan kita ini sepertirobot  yang sudah diprogram untuk menjalankan sholat sedangkan kesadaran kita connect to Allah secara terus menerus.

jika anda belum memisahkan antara kesadaran dan jasad, atau kesadaran dengan pikiran maka saya sarankan anda belajar kepada yang ahli. khusyu itu bukan di jasad khusyu itu di kesadaran. demikian , jangan putus asa karena ini memerlukan mujahadah yang sungguh sungguh. belajar dan belajar

Beralihlah ke Jiwa

Ketika kita sholat , pindahkan diri kita dari jasad (pikiran hati) ke jiwa. Misalnya ketika kita rukuk fokuslah kepada ketundukan kepada Allah, abaikan seluruh tubuh abaikan apa yang dipikiran, dan abaikan apa yang sedang anda rasakan.

ketika anda memasuki jiwa dan menggunakannya dalam ketundukan kepada Allah maka anda akan merasakan kekuatan jiwa. Point penting untuk mengamalkan ini  adalah pengabaian jasad yang di dalamnya ada pikiran dan hati. ketika anda dapat mengabaikan pikiran otomatis anda akan masuk kedalam jiwa.

Rukuk merupakan pekerjaan jiwa untuk  tunduk kepada Allah. anda tidak perlu bingung karena anda tinggal fokus kepada ketundukan maka seluruh instrumen jasad akan mengikuti jiwa. keterikatan jasad dengan jiwa ini mutlak, artinya jasad akan selalu mengikuti jiwa. jadi jangan takut nanti jasad bagaimana, jasad yang pasti akan mengikuti apa yang dilakukan jiwa. jika jiwa tunduk maka pikiran tunduk, jika jiwa tidak tunduk maka pikiran tidak akan tunduk. ini menjadi rumus bagi kita. banyak orang yang tidak mampu mengendalikan pikiran disebabkan karena jiwa tersebut tidak mau tunduk.

Namun, saya menyadari bahwa jika anda belum paham anda tidak akan dapat melakukan apa yang saya maksud, tapi ada kunci yang tetap bisa anda lakukan yaitu fokus untuk berserah ketika rukuk dan sujud.

baik semoga cara ini menambah kekhusyuan dalam sholat kita amin.

Bagaimana agar sholat menghasilkan ilham …

yang penting dalam menjalankan sholat dalam tahap awal adalah “tenang” atau tumakninah. Tenang atau sikap tumakninah ini dapt kita lakukan jika kita meninggalkan semua kesibukan pikiran dan hati terhadap dunia. misalnya kita memiliki masalah yang pelik maka tinggalkan masalah itu dan menghadaplah kepada Allah. Pertahankan posisi ini maka anda akan mendapatkan ketenangan. semakin tenang berarti semakin tumakninah.

Sikap tumakninah seperti inilah yang menyebabkan jiwa kita mampu menangkap ilham yang diturunkan Allah SWT. maka jalankan sholat dengan tenang, tenangkan pikiran tenangkan hati dan tenangkan jiwa dengan ketenangan maka Ruh kita akan mudah kitakembalikan kepada Allah. inilah kesadaran tertinggi dalam sholat.

 

hubungan al hadid 16 dan al baqoroh 45-46

sura al hadid ayat 16

ayat ini menunjukan bahwa khusyu adalah bentuk kesadaran dari dzikir

tidak mungkin dzikir yang dimaksud dalam ayat di atas adalah dzikir yang hanya di bibir saja atau di pikiran saja, hanya dzikir yang dengan kesadaran sajalah yang dapat menimbulkan kekhusyuuan. Continue reading

Jika sholat tak berasa lagi, harus bagaimana?

Sholat kita kadang terasa nikmat kadang biasa kadang setengah nikmat …. tak menentu. Kalau pas nikmat rasanya sholat itu sangat indah, namun sayangnya tidak setiap sholat kita tidak merasakan yang demikian, kecuali bagi yang benar benar istiqomah. lalu kita harus bagaimana jika sholat kita tidak berasa lagi? atau berkurang rasa nikmatnya? Ada salah satu cara, alhamdulillah kemarin dari ngaji kitab al khusyu fi sholat ada ilmu dari Ust Muhammad Muin beliau mengatakan jika sholatnya drop maka cukup akui saja bahwa sholat yang nikmat kemarin adalah dari Allah, bukan dari kita. jadi ada sikap pengenolan diri.

Tips ini menarik , karena kebanyakan dari yang belajar khusyu ketika khusyu itu tidak datang bingung harus bagaimana, ada yang memaksaakan khusyu ini malah semakin menambah tidak khusyu. Ada yang semakin jauh dengan khusyu mereka membiarkan kalau tidak khusyu…. katanya … sholat yang umum umum sajalah… peduli amat dengan khusyu.

baiklah semoga tips sederhana ini bermanfaat, dan terimakasih Ust Muhammad atas pencerahannya

Etika belajar khusyu

ada satu etika ketika kita belajar khusyu yaitu tidak boleh menilai ketidak khusyuan orang lain. sebab masalah khusyu adalah masalah hidayah dari Allah SWT jadi misalnya kita sudah mendapatkan kekhusyuan itu maka kita tidak boleh menilai orang lain. Khusyu layaknya rejeki tidak boleh di sombongkan dengan menganggap diri lebih baik dari pada orang lain.

tulisan ini sekedar mengingatkan saja kepada kawan kawan dan khususnya bagi saya sendiri untuk tidak menilai sholat orang lain. Ilmu khusyu yang sudah kita terima dan rasakan bukan menjadi alat pembeda sholat kita dengan sholatnya orang lain.

ada satu saran untuk menghindari penilaian kepada orang lain. ketika berada di masjid tundukkan pandangan jangan melihat sholat orang lain. ……..mungkin pembaca lainnya ada yang memiliki tips silahkan tulis di komen …

tidak ada paksaan dalam beragama

kalau biasanya kita mengartikan dan menterjemahkan ayat
لا إكره فى الدين untuk tidak memaksakan agama kepada orang lain, ternyata kitapun yang sudah islam dalam menjalankan ibadah juga tidak boleh merasa dipaksa atau merasa terpaksa. Sebab orang yang terpaksa dalam beribadah amalnya tidak akan diterima karena otomatis pasti tidak ihlas. ketika kita sholat misalnya maka sujudnya tubuh harus ihlas dan sujudnya hati harus ihlas. meski sholat itu wajib tapi jangan merasa terpaksa dalam sholat.