Benarkah sholat itu dzikir tertinggi?

Tidak Benar, Sholat bukanlah dzikir tertinggi, Dzikir tertinggi adalah dzikir yang terus menerus, tidak hanya sewaktu sholat. bagaimana mungkin sholat menjadi dzikir tertinggi kalau selepas sholat kesadaran kita tidak ke Allah. Aneh lagi ada orang yang melarang dzikir karena sudah menemukan sholat, cukup sholat saja sebagai dzikir yang lain tinggalkan saja. bagaimana bisa orang islam dzikirnya kepada Allah hanya sewaktu sholat saja.

Tulisan saya ini meluruskan pendapat yang terlalu dipaksakan bahwa tidak perlu dzikir di luar sholat. saya beranggapan demikian agar kita dalam beribadah ini tidak fokus pada satu hal. kenapa Allah Memerintahkan kita berdzikir selepas sholat yaitu diwaktu kita berdiri duduk dan berbaring. Jelaskan, bahwa selepas sholat ada dzikir tertinggi yaitu ketika kita dalam keseharian.

jangan terlalu mendewakan satu ibadah saja, Allah memerintahkan kita untuk menjalankan berbagai macam ibadah yang dituntunkan kepada kita. marilah kita selepas sholat tetap menjalankan dzikrullah. Terserah mau pakai tasbih atau pakai nafas, langsung sambung ke Allah, langsung silatun ke Allah, langsung sadar Allah. jangan hanya silatun ketika sholat saja, kita berjuang silatun sepanjang hidup kita.

Menangkap Ilham saat Sholat

Pernah mendengar hadis bahwa rasulullah jika memiliki suatu masalah beliau ambil air wudlu dan sholat 2 rekaat, atau pernah mendengar cerita ada seorang kyai yang bila ditanya jamaah tentang masalah yang dihadapi, kyai tersebut masuk kamar dan menjalankan sholat?, ternyata baik Rasulullah dan Kyai tersebut melakukan sholat untuk mendepatkan solusi dari masalah yang beliau hadapi.

baiklah saya akan kupas sedikit mudah mudahan ini bisa menjadi cara kita untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi

ketika sholat, jiwa kita mengarah kepada Allah dengan rendah hati dan rasa takut, ternyata jasad kita yang diwakili otak yang fungsinya untuk menerima ilham, bisa menerima informasi yang diberikan Allah.

jadi dalam diri kita ada yang mmenghadap Allah dan ada yang menerima ilham. nah jika kita punya masalah lakukan seperti rasulullah dan para ulama ambil air wudlu dan sholat dua rekaat, luruskan jiwa kita menghadap Allah dan biarkan fikiran kita menerima Ilham dari Allah.

Apa yang kita perhatikan selama sholat?

Jika anda sholat hanya memperhatikan atau fokus kepada syariat saja maka sholat anda dijamin tidak akan khusyu, anda harus mampu untuk melewati jasad, artinya biarkan jasad kita melaksanakan syariat, sedangkan kita fokus kepada Allah yang dekat, Allah yang mengawasi. Keadaan memperhatikan ini harus terus menerus kita perhatikan, usahakan jangan sampai anda lengah, atau kembali memperhatikan jasad. Anda harus mampu duduk di alam kesadaran dekat dengan Tuhan dan hanya Tuhan lah yang anda perhatikan.

wilayah syariat adalah wilayah jasad sedangkan wilayah sadar Allah adalah wilayah makrifat. maka sebisa mungkin, selevel apa makrifat anda gunakan terus menerus memperhatikan Allah. jika ini dilakukan maka jasan kita ini sepertirobot  yang sudah diprogram untuk menjalankan sholat sedangkan kesadaran kita connect to Allah secara terus menerus.

jika anda belum memisahkan antara kesadaran dan jasad, atau kesadaran dengan pikiran maka saya sarankan anda belajar kepada yang ahli. khusyu itu bukan di jasad khusyu itu di kesadaran. demikian , jangan putus asa karena ini memerlukan mujahadah yang sungguh sungguh. belajar dan belajar

Beralihlah ke Jiwa

Ketika kita sholat , pindahkan diri kita dari jasad (pikiran hati) ke jiwa. Misalnya ketika kita rukuk fokuslah kepada ketundukan kepada Allah, abaikan seluruh tubuh abaikan apa yang dipikiran, dan abaikan apa yang sedang anda rasakan.

ketika anda memasuki jiwa dan menggunakannya dalam ketundukan kepada Allah maka anda akan merasakan kekuatan jiwa. Point penting untuk mengamalkan ini  adalah pengabaian jasad yang di dalamnya ada pikiran dan hati. ketika anda dapat mengabaikan pikiran otomatis anda akan masuk kedalam jiwa.

Rukuk merupakan pekerjaan jiwa untuk  tunduk kepada Allah. anda tidak perlu bingung karena anda tinggal fokus kepada ketundukan maka seluruh instrumen jasad akan mengikuti jiwa. keterikatan jasad dengan jiwa ini mutlak, artinya jasad akan selalu mengikuti jiwa. jadi jangan takut nanti jasad bagaimana, jasad yang pasti akan mengikuti apa yang dilakukan jiwa. jika jiwa tunduk maka pikiran tunduk, jika jiwa tidak tunduk maka pikiran tidak akan tunduk. ini menjadi rumus bagi kita. banyak orang yang tidak mampu mengendalikan pikiran disebabkan karena jiwa tersebut tidak mau tunduk.

Namun, saya menyadari bahwa jika anda belum paham anda tidak akan dapat melakukan apa yang saya maksud, tapi ada kunci yang tetap bisa anda lakukan yaitu fokus untuk berserah ketika rukuk dan sujud.

baik semoga cara ini menambah kekhusyuan dalam sholat kita amin.

Bagaimana agar sholat menghasilkan ilham …

yang penting dalam menjalankan sholat dalam tahap awal adalah “tenang” atau tumakninah. Tenang atau sikap tumakninah ini dapt kita lakukan jika kita meninggalkan semua kesibukan pikiran dan hati terhadap dunia. misalnya kita memiliki masalah yang pelik maka tinggalkan masalah itu dan menghadaplah kepada Allah. Pertahankan posisi ini maka anda akan mendapatkan ketenangan. semakin tenang berarti semakin tumakninah.

Sikap tumakninah seperti inilah yang menyebabkan jiwa kita mampu menangkap ilham yang diturunkan Allah SWT. maka jalankan sholat dengan tenang, tenangkan pikiran tenangkan hati dan tenangkan jiwa dengan ketenangan maka Ruh kita akan mudah kitakembalikan kepada Allah. inilah kesadaran tertinggi dalam sholat.

 

hubungan al hadid 16 dan al baqoroh 45-46

sura al hadid ayat 16

ayat ini menunjukan bahwa khusyu adalah bentuk kesadaran dari dzikir

tidak mungkin dzikir yang dimaksud dalam ayat di atas adalah dzikir yang hanya di bibir saja atau di pikiran saja, hanya dzikir yang dengan kesadaran sajalah yang dapat menimbulkan kekhusyuuan. Continue reading

Jika sholat tak berasa lagi, harus bagaimana?

Sholat kita kadang terasa nikmat kadang biasa kadang setengah nikmat …. tak menentu. Kalau pas nikmat rasanya sholat itu sangat indah, namun sayangnya tidak setiap sholat kita tidak merasakan yang demikian, kecuali bagi yang benar benar istiqomah. lalu kita harus bagaimana jika sholat kita tidak berasa lagi? atau berkurang rasa nikmatnya? Ada salah satu cara, alhamdulillah kemarin dari ngaji kitab al khusyu fi sholat ada ilmu dari Ust Muhammad Muin beliau mengatakan jika sholatnya drop maka cukup akui saja bahwa sholat yang nikmat kemarin adalah dari Allah, bukan dari kita. jadi ada sikap pengenolan diri.

Tips ini menarik , karena kebanyakan dari yang belajar khusyu ketika khusyu itu tidak datang bingung harus bagaimana, ada yang memaksaakan khusyu ini malah semakin menambah tidak khusyu. Ada yang semakin jauh dengan khusyu mereka membiarkan kalau tidak khusyu…. katanya … sholat yang umum umum sajalah… peduli amat dengan khusyu.

baiklah semoga tips sederhana ini bermanfaat, dan terimakasih Ust Muhammad atas pencerahannya