Meluasnya kesadaran di level 1 akan mengurangi sensasi ber Dzikir Nafas

metode terbaru khususnya di level 1 yaitu meluaskan kesadaran akan mengurangi sensasi sensasi dalam berdzikir. Ini disebabkan karena jiwa sudah meluas bukan jiwa di persepsikan sebagai wujud serupa dengan badan. Kalau serupa dengan badan maka sensasi seperti terbang, keluar dari jasd, sensasi mati , sensasi ketarik kebelakang atau sensasi seperti tercekik berhenti di tenggorokan. Sensasi sensasi tersebut akan bisa by pass dengan cara meluaskan kesadaran.

cara meluaskan kesadaran adalah dengan menyadari tubuh, menyadari tempat sekitar , menyadari bumi , dan menyadari alam jagat raya sejauh masih bisa dipikirkan. level 1 dengan meluaskan kesadaran ini akan menjadikan jiwa kita terbebas dari ikatan bentuk bentuk jiwa seperti yang kita persepsikan.

meluaskan kesadaran juga merupakan cara positioning jiwa kita untuk memasuki level dzikir nafas berikutnya. artinya ketika ke masuk DN level 2 kesadaran kita harus di atasnya meluas, misalnya pada level 2, kita harus berada di sebalik alam semesta ini atau wilayah kesadaran akan sang pencipta. demikian terus sampai masuk di level 3, ktia melakukan penyerahan total kepada Allah, hingga fana untuk selanjutnya masuk ke level 4 yaitu nafi isbat, bahwa kesadaran fana ini yang ada hanya Allah dan yang ada hanya kekuatan Allah. dan selanjutnya masuk alam SIBGHOH.

Patrap Ngleyang

Ketika kita ke Allah maka ada sensasi terbang, ketika kita tetap lurus ke Allah dan mengabaikan semuanya maka sensasi terbang itu berubah menjadi ngleyang. Ngleyang adalah bahasa jawa yang mungkin kalau diilustrasikan begini. ketika layang layang itu diterbangkan dari yang terendah kemudian terbang dan terbang naik dan naik hingga menjadi ketinggian kemudian ada musuh yaitu layang layang lain yang memutus tali layangan terbutus sehingga layang layang terbang tidak lagi mengarah ke atas tapi ngleyang…. ngleyang terbang bersama angin lagi tidak bersama dengan tali pengikatnya. nah rasakan layangan yang ngleyang tadi. begitulah ketika kita dzikir maka ada fase tertentu kita merasakan ngleyang seperti layangan.

meski ngleyang tapi tetap mengarahkan dirinya ke Allah karena pada wilayah ngleyang ini tidak ada atas dan tidak ada bawah. tidak ada kanan dan kiri.

ngleyang ini bisa menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalankan ridho kepada Allah. karena aslinya ridho itu ngleyang juga tapi dalam kehidupan bukan dari sisi pengalaman spiritualnya.

ngleyang ini kalau bahasa Allah adalah sibghah atau celupan Allah, dimana sibghah Allah ini adalah lautan Allah kemudian kita masuk dalam lautan itu dan terserap kedalamnya. ketika kita masul dalam lautannya Allah kita tidak bisa diam, kita tetap bergerak mengikuti kehendak Allah. seorang dai yang tugasnya berdakwah ketika tidak dikehendaki Allah untuk tidak berdakwah maka dia mengikutinya … ketika dia tidak dibuat jahat oleh Allah maka dia mengikutinya ,,,, jadi kita mengikuti Allah karena kita sudah masuk dalam lautan Allah ..

baik, keadaan spiritual ngleyang ini tidak perlu di cari, apalagi di harapkan pokoknya yang penting adalah lurus ke Allah dan lurus ke Allah. dengan mengabaikan sensai yang muncul mengabaikan semua bayangan tentang Allah ,persepsi tentang Allah .. hilangkan dan hilangkan  nanti pada saatnya anda akan merasakan ngleyang. maka duduklah dalam dzikir nafas dengan waktu tertentu misalnya 1 jam atau 30 menit. dengan waktu yang agak lama ini memungkin datangnya keadaan ngleyang. selamat berlatih dan selamat berjalan menuju kepada Allah