Articles with sombong

kebenaran disampaikan dengan sombong

sombong tidak selalu jelek, coba renungkan seandainya Rasulullah tidak sombong dengan kebenaran yang beliau bawa maka apakah kebenaran itu bisa terwujud menjadi suatu tatanan moral universal, coba renungkan lagi seandainya Rasulullah ini tidak menyatakan bahwa diri beliau adalah utusan Allah maka apakah kita percaya dengan Beliau. Seandainya Rasul kita tidak sombong dalam hal kebenaran maka kebenaran yang beliau bawa tidak akan tersampaikan.

kalau orang kafir saat itu mengatakan bahwa rasulullah sombong kemudian Rasulullah minder dan termakan omongan orang kafir apa ya kebenaran beliau akan terbukti… Rasulullah dalam hal kebenaran sombong bahkan beliau berani menyatakan bahwa orang kafir masuk neraka orang islam masuk surga…. coba ini kalau diartikan sebagai Rasulullah merasa lebih baik dengan orang kafir …. wah kebenaran tidak akan terwujud.

jadi sekarang pun kita menyatakan bahwa kalau tidak ke Allah salah, kita menyatakan bahwa orang yang menduakan Allah dengan selain Allah maka masuk neraka .. kalau niat kita ibadah tidak karena Allah maka tidak diterima, kalau kita bershalawat tidak ihlas mendoakan rasulullah maka tidak akan sampai.. dan seterusnya yang pada intinya jika tidak ke Allah adalah “salah” kalau saya menyampaikan hal ini dengan penuh kerendahan hati apakah orang bisa menerima… saya gunakan sombong seperti sombongnya rasulullah untuk menyatakan kebenaran.

Resikonya adalah di hujat orang…. ya saya senyum saja seperti senyum rasulullah ketika di hujat orang kafir. sekali lagi kebenaran Allah adalah mutlak tidak bisa ditawar, ┬átidak bisa ditawar dengan surga, tidak bisa ditawar dengan yang lain. Demikian pula shalawat adalah mutlak mendoakan Rasulullah tidak bisa ditawar dengan agar selamat, agar mendapat syafaat.

saya akan perjuangkan terus tegaknya kalimat tauhid yaitu lurus ke Allah. Biar yang sesat tahu kalau dirinya sesat, yang merasa sesat kemudian sadar agar kembali ke jalan allah… saya ini ibarat mengislamkan orang yang sudah islam. Coba bayangkan orang islam yang disembah bukan Allah tapi Quran, Rasulullah, surga dan lainnya, padahal kita tahu semua bahwa itu bukan lah Allah itu semua adalah sarana kita untuk ke Allah. Quran adalah petunjuk , Rasulullah adalah pembawa risalah, tidak mungkin Rasulullah minta disembah… dimintai syafat.. dll.

baiklah silahkan bagi siapa saja yang mengatakan sombong .. itu tidak masalah memang ia saya sombong, tapi sombong saya adalah untuk kebenaran Mutlak. kalau anda masih belum terima bahwa Allah adalah tujuan akhir ya silahkan, berarti neraka menanti anda… nah sombongkan saya berani mengatakan bahwa yang tidak mengakui Allah masuk neraka?

 

bersyukurnya orang sombong

pemberian Allah kepada kita ini unlimited, kenikmatan ini tidak dapat kita hitung hitung. jika bersyukur kepada Allah kemudian kita menghitung menghitung apa yang kita terima kemudian kita bersyukur dari apa yang kita terima tadi maka sama saja kita ini sombong, kenapa sombong karena nikmat allah yang banyak tadi kita hargai dengan sedikit kenikmatan yang kita rasakan menurut persepsi kita.
bisa juga menghina Allah karena allah memberikan banyak yang kita ucapkan terimakasih cuma sedikit. banyak orang bersyukur jika menerima sesuatu yang dianggapnya “keberuntungan” misalnya diberi orang uang, wah kita bersyukur….(tapi juga tidak salah). nah yang paling utama adalah kita bersyukur tidak pandang materinya tapi kita bersyukur karena Allah. bahayanya kalau kita bersyukur hanya karena materi misalnya dapat uang tadi maak kita jika kita tidak mendapat kan uang kita tidak bersyukur (padahal nikmat allah tidak hanya uang kan) nah bahaya yang lain adalah jika kita mendapat kan sesuatu yang kita persepsikan “musibah” maka kita akan bersyukur artinya bersyukurnya akan hilang bisa berganti menjadi mengeluh, mengaduh atau mengumpat.
bersyukur itu jangan karena nikmat Allah, bersyukur itu karena Allah. kita kan sudah tahu bahwa nikmat allah ini begitu banyak dan sepakat bahwa nikmat allah ini sangat luas tak terbatas, kenapa kita repot repot menghitungnya. sudah… tugas kita tinggal bersyukur kepada Allah titik

jangan sombong dan congkak

jebakan orang spiritualis adalah kesombongannya bahwa dia seorang spiritualis yang merasa paling benar, paling benar bahwa dirinya telah mencapai tahap kekosongan , inilah jebakan yang menggagalkan seseorang untuk mencapai diri yang sejati.
berapa banyak orang spiritualis yang jatuh pada tahap ini, ingat merasa diri suci atau merasa diri benar adalah godaan yang harus dihindari dengan merendah dan merendah. kadang seorng spiritualis harus merendah kepada seorang anak yang memperingatkan nya, atau seorang awam yang tidak tahu apa apa. seorang spiritualis harus waspada dngan gerak hatinya jika melampoui dari ketentuan cepat cepat minta maaf….
seperti orang jawa pakailah ilmu padi yaitu semakin berisi akan semakin merunduk…