Articles with spiritual problem solving

2 jenis masalah internal dan eksternal bagaimana solusinya ?

Masalah utama manusia adalah mengangap sesuatu itu masalah, sebenarnya yang terpenting dalam menghadapi kehidupan bukanlah pada “masalah” tapi tindakan yang mengarah kepada solusi. Misalnya anda di beri target perusahaan yang terpenting adalah tindakan apa yang anda lakukan untuk mencapai target tersebut, bukan target itu sendiri. Pastinya yang namanya target perusahaan adalah sesuatu yang diatas rata rata pada umumnya sehingga akan membuat stress bagi yang tidak memahami hakikat masalah. Tapi kalau memahami hakikat masalah maka setinggi apapun target yang ditetapkan oleh perusahaan tidak akan membuat stress karena yang terpenting adalah tindakannya “saya sudah melakukan apa”, bukan merenungi target yang sangat tinggi tapi kita belum melakaukan apapun

nah disinilah kita perlu mempelajari adanya kehendak Allah yang terus kita ikuti. JIka kita siap menerima target perusahaan maka akan ada daya yang muncul yatu berupa dorongan, ide untuk bergerak ke arah pencapaian target. semakin kita ikuti daya itu maka semakin mengarah pada pencapaian target. Ikuti daya itu dengan terus bergerak jangan berhenti, bergerak dengan senang hati d an bahagia. Serta kesadaran akan Allah yang lebih besar dari apa apa yang dapat kita pikirkan tentangNya.

baik dengan metode diatas maka masalah eksternal kita yang berupa target dan masalah internal kita yang berupa stress tidak akan muncul.

mumpung masih hangat di hari buruh … maka sebaiknya para buruh belajar tentang hal ini, agar nyaman dalam bekerja dan dapat hidup bahagia. Hidupa bahagia bukan saja karena gaji yang selalu bertambah… tapi pada bagaimana memaknai kehidupan ini. Status buruh tidak penting yang terpenting adalah bagaimana benar benar menjadi buruhnya Allah yang berstatus “karyawan tetap”. tentunya karyawan tetapnya ALlah… silahkan berjuang tapi jangan memaksa, silahkan berdemo tapi dengan hati yang tetap dingin.

spiritual problem solving

Spiritual adalah jalan kesuksesan dunia dan akhirat. Jika benar spiritualitas kita maka ide ide kreatif dalam memecahkan masalah akan bermunculan. kemampuan tidak menggunakan pikiran dalam proses penyelesaian akan dapat mempercepat proses dari penyelesaian masalah tersebut.

Bicara spiritual berarti bicara masalah kesadaran. maka memecahkan masalah dengan spiritual berarti memecahkan masalah dengan kesadaran bukan dengan pikiran atau dengan perasaan. mungkin hal yang baru bagi kita ya memang, namun jika kita meneliti lebih jauh kita memiliki kesadaran yang bukan merupakan aktivitas berpikir. Kesadaran ini dapat mengaktivasi pikiran lebih kreatif. jadi kita cukup menggunakan kesadaran kita saja dalam menyelesaikan masalah nanti akan ada solusi dari pikiran kita.

selama ini kesalahan kita terletak pada bagaimana kita menggunakan pikiran, selalu mengguakan pikiran untuk berpikir padahal sebenarnya pikiran seharusnya kita gunakan untuk menangkap ilham ilham yang diberikan kepada kita berkat kita mengaktifkan kesadaran kita.

spiritual problem solving merupakan cara mudah untuk menyelesaikan masalah sehari hari kita. ingat cara ini tidak menggunakan aktivitas berpikir. cukup tangkap apa saja yang ada dalam pikiran cukup pikiran kita arahkan kepada Allah SWT dengan arah keyakinan bahwa Allah memberikan solusi kepada kita. ya cukup dengan terima jalankan, terima jalankan dan terima jalankan. Ketika kita menjalankan sesuatu maka akan ada solusi berikutnya, ketika kita jalankan maka akan ketemu solusi berikutnya. cara ini lebih cepat menyelesaikan masalah dari pada kita harus menganalisis masalah, mengidentifkasi masalah mencari solusi alternatif… dan seterusnya.

prinsipnya adalah dengan berjalan menjalankan ilham maka solusi berikut akan ada. yang penting juga kita harus peka dengan ilham yang turun. Untuk membedakan ilham itu mengarah ke solusi atau tidak cukup mudah yaitu dengan melihat apakah ilham itu dari hasil kita mengarahkan ke allah dengan yakin kepada Allah bahwa Allah memberikan solusi atau malah sebaliknya. jika dari  hasil yakin kita kepada Allah maka itu ilham baik tapi jika itu bukan dari keyakinan kita kepada Allah maka itu adalah ilham yang mengarahkan ketidakbaikan.