Articles with sunah

gerak cepat dan pasrah

2 kata yang mungkin berlawanan, tapi tidak dua duanya bisa beriringan dan saya mau belajar banyak dari sikap ini. seperti rasulullah kalau berjalan terkenal cepat tapi beliau selalu pasrah kepada allah. nah apa yang kkita lakukan harus dilakukan dengan cepat dan pasrah, apa yangkita perbuat jangan banyak berpikir langsung saja kerjakan kalau itu sudah pasti. yang pasti pasti jangan terlalu banyak dipikir langsung saja di kerjakan. namun yaitu kerjakan tapi jangan tergesa gesa kerjakan dengan cepat dan tumakninah serta pasrah.

berpikir itu penting tapi kalau memikirkan sesuatu yang sudah jelas , berpikir malah bisa menghambat. terus sajalah bergerak dan dan bergerak jangan berpikir terlalu lama. JUST DO IT

kembali pada quran sunah atau kembali ke pada Allah

hati hati dengan bahasa, karena dapat menyesatkan. seperti halnya kalimat diatas, hati hati dengan kalimat diatas kalau salah pengertian bisa menyebabkan kesyirikan. kembali kepada quran dan sunah sangat berbeda dengan kembali kepada Allah. kalau kembali ke quran dan sunah belum tentu kembali kepada allah, namun kalau kembali ke Allah pasti Allah akan menuntun kita untuk berakhlak seperti apa yang terdapat quran dan sunah.
pernyataan tersebut sudah menjadi jargon di berbagai dakwah dengan menggembar gemborkan untuk kembali kepada quran dan sunah namun sayangnya tidak diteruskan kepada Allah. ini sangat bahaya untuk kehidupan tauhid kita. bisa bisa umat islam ini hanya menjalankan quran dan sunah dengan meninggalkan esensi nya yaitu Allah. seharusnya allah ditaruh didepan, ke Allah dulu baru ke quran dan ke sunah.
logika lain, diakir hayt kita nanti apakah kita kembali pada quran dan sunah atau kembali kepada allah??? jelas kita kembali kepada allah.
siapa yang buat quran dan sunah jawabnya adalah allah .. terus kenapa kita tidak kembali saja kepada allah
terus lagi banyak diantara kita memecahkan masalah dengan kembali kepada quran dan sunah, padahal kalau kita pikir pikir siapa sih yang bikin masalah dan siapa yang menylesaikan masalah? quran sunahkahu atau Allah?
ini merupakan logiika logika sederhana yang seharusnya mengingatkan kita untuk sadar bahwa bukan quran dan sunah yang akan menuntun hidup kita tapi Allah lah sang Penuntun. bukannya ke Allah terus meinggalkan quran dan sunah…. tapi kalau kita benar benar ke allah maka Allah akan menuntun hidup kita seperti apa yang tercantum dalam quran dan sunah.

jurnal malam jumatan 11 desember 2008

malam ini lebih banyak diskusi tentang hakikat ketuhanan. salah satunya adalah membahas tentang seberapa jauh usaha manusia, tertanya manusia setelah dikaji lebih lanjut tidak memiliki usaha apa apa, misalnya kita bekerja memberi nafkah keluarga maka sesungguhnya kita tidak ngapa ngapain, kita hanya benda mati yang diberi, di gerakkan dan seterusnya.
adalagi diskusi menari.. banyak orang yang selalu menggembar gemborkan “mari kembali kepada quran dan hadis, mari kita berpegang pada quran dan hadis, dalam diskusi ini tadi ….kenapa kita tidak kembali kepada Allah kenapa kita tidak berpegangan kepada allah. orang saking semangatnya menjalani hidup dengan quran dan sunah eee malah melupakan Allah… ya kita kembali kepada allah saja dan berpegang kepada allah saja, kalau berpegang pada bukan selain allah takut syirik. nah kajian tidak berhenti … ternyata dengan berpegang kepada allah maka allah akann menuntun kita unntuk hidup seperti apa yang sudah dituntunkan dalam quran dan hadis. jadi orang yang mendahulukan allah dia akan dituntun allah untuk bisa berperilaku seperti quran dan sunah.
diskusi terus berlanjut hingga 3 jam dari jam 9 sampai jam 12, malam jmata ditutup dengan silatun atau patrap yang sudah menjadi sajian khas malam jumatan. diawali dengan merasakan dzikir hingga mencapai tenang sampai betul betul tenang. kemudian masuk dalam wilayah kebesaran Allah merasakan dan menyaksikan tidak sekedar allahuakbar allahuakbar namun kita belajar hingga masuk dalam alam kebesaran allah. sebelum berakhir ada sedikit peristiwa ganjil jadi ada suasana dan suhu yang dingin terus hilang dingin kemudian hilang lagi, saya sendiri juga tidak tahu itu.. namun ada perasaan seperti sesuatu yang mendekat.. wallahu alam. dan setelah berakhir kita semua yang hadir merasakan ketenangan dan daya dzikir itu seperti masih menyelimuti kita. dan masih terbawa hingga saat ini (makanya segera saya tulis).
demikian jurnal malam jumatan
eh iya sempat dibahas juga tentang silatun di kuburan.. antara khayalan dan kenyataan. suatu diskusi yang maenarik, ternyata dikuburan pun ada tata caranya tidak sekedar datang baca yasin tahlil pulang … tidak… tapi ada metode silatun yaitu dengan sambung ke allah dan mendoakan dan memohon kepada allah karomah seperti apa yang sdh diberikan kepada yang punya makam ini. ya…itu dulu