Surat untuk Bapak Jokowi Presiden RI Spiritualitas Modal tak Tertandingi untuk Kemajuan Bangsa

Sudah hampir sebulan saya berada di  Malaysia, saya melihat perbedaan yang sangat mencolok antara malaysia dan Indonesia. Kebetulan saya tinggal di bandar raya Kuala Lumpur tepatnya di Kampung Baru, sebuah tempat yang kata orang sini adalah little jakarta. Malaysia melangkah ratusan kedepan yang tidak mungkin terjangkau oleh bangsa indonesia, boleh dikatakan indonesia kalah jauh dengan malaysia. Di dunia pendidikan pun, UGM dan UI tidak ada apa apa nya dengan UKM atau UPM apalagi UM.

Sebagai orang indonesia yang sedang berada di negara tetangga terdekat yaitu malasia, saya melihat ketimpangan ekonomi, ketimpangan sosial dan budaya…. dan tentu saja juga bidang pendidikan. Disini trasnsportasi sudah terhubungan satu dengan yang lain, pelayanan transportasi cukup memadai dan digitalisasi sudah sangat maju. Dengan kartu mahsiswa saja kita sudah bisa melakukan banyak hal, dengan hanya mengetikkan no mahasiswa (kalau disini no matric) kita sudah bisa mengakses banyak fasilitas kampus …. okelah… kalau diceritakan satu satu akan sangat panjang .

singkat cerita, Kepada Bapak Presiden yang saya hormati. Kita Bangsa yang  sebenarnya lahir lebih awal dibandingkan dengan negara jiran malaysia, bahkan kerajaan kerajaan jaman dulupun pernah menguasai tanah melayu malaysia ini. Nah ini yang akan saya usulkan kepada yang saya hormati Bapak Preseiden. Yaitu Spiritualitas. Di Malaysia Spiritualitas tidak seperti di Indonesia, kalau disini tidak sebebas dan seekspresi kalau di Indonesia. Maka saya usul kepada Bapak Presiden, untuk memajukan Spiritualitas di negara Indonesia.

Karena saya Muslim maka sudut pandang saya adalah spiritulitas islam, dan tentunya yang beragama lain bisa menyesuakan. Spiritulitas yang saya maksud disini adalah pembentukan mental yang berbasis spiritual, yaitu suatu kesadaran akan Allah SWT. Mental ini sangat penting Bapak Presiden, dengan mental inilah bangsa kita akan disegani seperti diawal revolusi seperti di awal kerajaan kerajaan berjaya. Kehebatan bangsa kita Bangsa Indonesia adalah terletak di mental spiritual ini.

Bapak Presiden, umat Islam sebagai umat beragama harus berani meninggalkan klenik, jin, khadam, azimat, dan sejenisnya kembali kepada aslinya spiritual yaitu lurus ke Allah. Hanya dengan lurus ke Allah inilah maka mental kita akan terbangun dengan tangguh dan siap untuk bersaing dengan negara negara lain … saya yakin dengan spritualitas murni ini tidak akan tertandingi oleh malaysia, singapura dan negara lainnya bahkan negara islam seklipun seperti arab saudi iran atupun negara islam lainnya.

Bapak Presiden yang saya hormati, revolusi mental yang Bapak Presiden canangkan merupakan langkah revolusioner yang sangat mengagumkan. Dari sini saya ingin mengusulkan bahwa revolusi mental tanpa merevolusi kesadaran spiritual hanya akan menghabiskan dana negara saja, sebab tidak akan ada pengaruhnya terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Puncak dari karakter adalah kesadaran bukan pada pikiran atau hati terlebih pada perbuatan. Di awali dari kesadaran inilah yang nantinya akan dapat mempengaruhi pikiran perasaan dan perbautan. Yang Mulia Presiden Soekarno ketika mendirikan ¬†negara ini adalah dengan kesadaran, dimana kesadaran Rakyat di bangkitkan, di bakar sehingga muncul karakter pemberani, karakter HEBAT, sampai sampai ada istilah bambu runcing mampu melawan senjata penjajah. Bapak Presiden Kita ingin kembali seperti dulu lagi ….. kembali ke semangat Forty five

Ingat Sekali saya, Bapak presiden ketika diangkat menjadi wali kota solo untuk yang pertama, Bapak Langsung mencanangkan sesuatu yang luar biasa yaitu SOLO THE SPIRIT OF JAVA, dan kesadaran ini terus Bapak bawa hingga benar benar sekarang terwujud. Bapak Presiden, sekarang ini spirit itu meluas tidak hanya di tanah jawa tapi seluruh Indonesia, ya indonesia raya… maka pencanangan Spiritualitas harus bisa masuk ke ranah Indonesia bukan hanya jawa. TRUST GOD THE SPIRIT OF INDONESIA …..

Baik Yang Mulia Bapak Presiden, tulisan ini saya akhiri dengan semoga Dengan kepemimpinan Bapak Presiden, Indonesia bisa kembali ke negara spiritualis, sehingga bisa bersaing dengan negara negara lain, ketika mental spiritualis terkejar insya Allah bidang bidang lain ekonomi, pendidikan, sosial dan lainnya akan mengikuti kemajuannya.