carilah keheningan puasa

puasa merupakan penenangan fisik terhadap segala gejolak dirinya (tubuh) karena dorongan dorongan (id) tubuh yang sellau mengajak pada kenikmatan. setala seharian mengendalikan tubuh agar mengikuti kemauan kita maka tiba saat malam untuk mengheningkan diri, baik hening pikiran dan hening hati… caranya yaitu dengan itikaf. keheningan ini penting karena merupakan proses lanjut dari sebuah pelatihan maha besar yaitu ramadhan. pahala sudah mbukan menjadi ukuran lagi… yang menjadi tujuan adalah pencapaian derajat diri yang berwujud sebuah kesadaran tingkat tinggi untuk lebih dekat dengan ilahi robbi.

duduklah tenang serahkan diri dan seluruh jiwa raga dan ruh untuk berserah diri kepada allah. tidak menyisakan apapun dari diri kita.. termasuk diri kita, kita serahkan sehingga habis menjadi suatu kehampaan yang tiada dapat di persepsi… suatu kesadaran tertinggi yang banyak di cari orang. itulah keadaan sebenar benar dzikir bukan hanya ingat tapi sudah melampui dari itu yaitu penghancuran diri untuk tidak mensekutukan Allah dengan dirinya, dengan ke akuannya.. dan segala apa yang mengatasnamakan diri. inilah kesejatian dalam kesedaran ilahi… suatau kesadaran yang sudah tidak bisa didefinisikan, tidak bisa diceritakan…. asyhadu anla ilaha ilallah…

syahadat sempurna

dua kalimat syahadat mengandung dua yaitu ke allah dan ke rasulullah. ke allah merupakan dimensi lepas tanpa batas (tiada persepsi) dan ke rasulullah dimensi contoh atau uswatun. bersatunya dua dimensi ini akan mengarahkan hidup untuk selaras antara dunia dan akhirat, antara sekarang dan besuk, antara yang lahir dan yang batin antara nyata dan ghoib.

Continue reading “syahadat sempurna”

perbedaan itu rahmat

adanya perbedaan membuat kita menjadi tambah semangat untk belajar, berkreasi dan aktif untuk mencari kebenaran dari apa yang kita yakini. inilah rahmat dengan perbedaan ini hati kita menjadi tergerak untuk belajar dan belajar entah itu lewat baca buku, membuat buku atau debat kusir yang tiada habis.

kenapa selepas rasul, terjadi perbeadaan yang kuat antara aisyah dan ali… agar islam terjaga agar islam berkembang walaupun banyak yang berkorban untuk hal ini termasuk Ali sendiri. coba seandainya tidak ada perbedaan semua belajar baik basik saja .. maka islam tidak akan berkembang ….seperti saat kejayaan islam setelah jaya semua terlena akhirnya apa.. islam melemah hingga sekarang.

perbedaan diawali dengan cara pandang cara berpikir dan cara berpendapat. pada awal kejayaan islam tidak ada pembatasan dalam berpikir mereka bebas berpikir, pemikir pemikir seperti al ghazali, ibnu rusd, dan kawan kawannya tidak mendapatkan batasan berikir, saya berpendapat mungkin beliau beliau ini merupakan  JIL nya jaman dulu yang memiliki kebebasan berpikir.

kebebasan berpikir ini yang membuat orang akan terus berpikir dan berpikir. maka marilah kita kembangkan perbedaan ini apapun itu perbedaan ini. karena keyakinan yang benar ada dalam diri kita masing masing, dan kesalahan keyakinan itu bukan pada orang lain. semua nanti akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. mari kita tunjukkan kebenaran keyakinan kita dengan baik kepada orang lain tanpa menyalahkan keyakinan orang lain karena keyakinan itu relatif.

keyakinan saya adalah ada pada syahadat… bukan pada syariat, syariat bukanlah keyakinan tapi syariat adalah tata cara saya untuk memupuk keyakinan. sholat bukanlah keyakinan tapi sholat adalah sarana sy untuk menghadap terhadap apa yang saya yakini yaitu allah. sarana tidak perlu diperdebatkan..