Articles with tahmid

Spiritual skill

saya melihat bagaimana berspiritual itu adalah sebuah skill, karena spiritual harus ada out putnya. keluaran dari spiritual harus dapat menghasilkan kehidupan yang lebih baik lagi dalam keseharian. kalau kita pandai berspiritual tapi tidak dapat teraplikasikan dalam kehidupan berarti spiritualnya hanya sebatas di rasa saja.

apa yang saya alami dan jalani jembatan antara spiritual dan kehidupan kita sehari hari adalah ridho. ridho ini mengandung unsur tasbih yaitu bergerak mengikuti kehendak Allah, bersyukur karena sudah di gerakkan dan menyadari Allah yang lebih besar dari apapun.

ridho adalah skill yaitu bagaimana dapat menggabungkan ketiga unsur yang saya sebutkan di atas dalam satu waktu. jadi 3 T yang teraplikasikan dalam satu keadaan.

ibarat arus listrik yang besar, kita buat menjadi arus ringan yang bermanfaat dan dapat menghasilkan manfaat.

baik selamat berlatih ridho

sulitnya ber tasbih

Berulang kali saya memposting tentang tasbih, ya memang tidak mudah untuk bisa bertasbih sampai benar benar kita merasakan keadaan nol, bahkan kalau perlu tidak nol lagi tapi minus. Grounding kita memang seharusnya sampai dibawah nol alias minus. Saya merasakan grounding ini benar benar rasanya seperti tidak bisa apa apa, tidak mampu apa apa, tidak berdaya sama sekali. Saya tidak berdaya atas takdir Allah yang berjalan atas diri saya. Saya berada benar benar di bawah dan benar benar ini keadaan yang benar benar zero. Bagi yang sedang mengalami ini maka pelajari keadaannya, saya pun sedang mengalami keadaan ini. Kesulitan yang kedua adalah mempertahankan keadaan grounding ini agar benar benar dibawah tidak naik lagi, kadang secara tidak sengaja naik, sehingga terkena hempasan takdir dan alhamdulilah saya tersadar lagi bahwa saya harus grounding dan grounding lagi.

baik latihan demi latihan harus kita lalui karena ini memang jalan ke Allah yang harus kita lewati, bagaimana kita mengaku berTUhan Allah kalau kita tidak ridho dengan semua takdir dan ketentuannya. Semua butuh latihan semua butuh proses. Hidup memang berat  ketika kita harus menerima kenyataan tapi demikianlah jalan surga yang sudah diatur Allah. Dengan grounding ini kita akan tenang menjadi jiwa yang muthaminah dan ketika kita muthaminah maka kita akan dipanggil masuk SurgaNya.

CATATAN KECIL EVENT 3T by PAK HERY CIKARANG

Diawal sempat muncul praduga saya, event kali ini akan datar atau bahkan hambar mengingat secara keseluruhan materi sudah pernah diulas termasuk 3T, meski bukan lewat event khusus.
Namun dugaan saya meleset, malah kalau boleh memberikan penilaian event 3T termasuk kategori the best event Gumpang.
.
Saya turun diperempatan Gumpang, tepat pukul 23.00, setelah mencoba kontak sana sini tidak tersambung akhirnya tersambung dengan Ki Soenan yang kemudian menjemput menuju Padepokan Patrap.
Berlanjut sampai esoknya Patrap Kungkum di pemandian Pengging.
.
Ketika sampai pembukaan event, bahkan sempat muncul beberapa kali perubahan acara, karena satu dan lain hal, namun dari sini mulai tertangkap vibrasinnya.
Saya yang diamanahkan memandu acara sempat galau ditambah pak Pur sudah wanti wanti agar on time schedule, tapi dari sini ketika kesadaran mulai terbangun, rasa nyaman mulai muncul, mengalir tanpa beban. Didukung para sahabat cukup siap dikondisikan dengan perubahan acara, mulai dari Ki Soenan, mas Donie, pak Suko ataupun mbah Yayin yang tanpa saya info & prepair sebelumnya, Alhamdulillah semuanya berhasil memberikan point.
Acara puncak malam di hari pertama Patrap di lapangan, sore hari sempat turun hujan sehingga menjadikan kondisi lapangan layaknya area persawahan. Beberapa sahabat yang tidak mengikuti Patrap tetap di pendopo memperdalam DN dengan di gawangi mbah Bagus dan para sahabat lainnya.
Sempat muncul penolakkan dari dalam diri untuk tidak ikut, namun ketika di pasrahkan malah muncul dorongan sebaliknya.
Patrap seolah mempunyai daya tersendiri pada tiap kali event, namun dalam pengamatan saya ada sesuatu yang beda kali ini, pak Pur begitu full power, para sahabat all out melakoninya.. pasrah total, sekalipun terjungkal terjerembab berkubang tanah.
Dalam kondisi jasad yang tak berdaya, akhirnya kami di kumpulkan kembali, saya pikir sudah selesai, kembali dugaan saya meleset, pak Pur mengkomando untuk penerimaan kondisi apapun, dalam keadaan jasad yang lemah dimungkinkan minim penolakkan bahkan sangat terasa tanpa campur tangan pikir, sebuah kecerdasan spiritual ditularkan pak Pur.
Dalam setengah sesi berikutnya para sahabat diajak praktek mengenal daya 3T.
Cukup sulit buat saya menggambarkan kondisi tersebut.. semuanya tertangkap detail riil karena kami langsung praktek dan merasakan, sehingga yang terungkap hanya rasa haru, takjub, bahagia.. Alloh Huu Akbar.
Seumuran 45 tahun lebih baru kali saya merasakan hal yang demikian, bukanlah kebetulan, hanya rasa syukur yang mampu terucap.. semakin indahnya rencana Alloh meskipun terkadang tertolak oleh nalar logika.
Yang unik ketika acara Patrap selesai tanpa ada penegasan komando para sahabat memilih jalan kaki sepulangnya, karena badan cukup kotor tidak enak mengotori mobil. Ibu-ibu berjalan didepan seolah dikawal Bapak Bapak dibelakangnya, sekali lagi tidak ada instruksi untuk hal ini. Dan yang terjadi tidak tampak ekspresi kesal apalagi kecewa.
.
Baru siangnya seolah sebagai terjemahan apa kita praktekkan semalam lewat teori sekaligus pengulangan praktek.
.
Dan suasana terasa sedikit berbeda ketika Bu Zul menyampaikan materi, dengan gaya khas seorang Ibu cukup mampu memberikan warna meskipun sempat baper (dibawa perasaan) khususnya oleh Ibu-ibu, sebuah terobosan jitu tanpa harus copy paste dari pak Pur, meskipun beliau adalah pendamping pak Pur.
.
Mungkin celah minusnya dari event kali ini, adalah kurangnya among tamu atau penerima tamu sehingga pencatatan data base tidak maksimal, karena ternyata banyak jamaah diluar anggota group yang hadir.
Serta yang kedua masalah parkir tamu, meski sempat disiasati parkir dihalaman tetangga ternyata masih belum tuntas.
Namun semua kekurangan tersebut tertutupi dengan menu istimewa. Team konsumsi dibawah komando Bu Zul berhasil menyajikan menu khas Solo, tengkleng, bubur tumpang ditambah oleh oleh khas dari para sahabat, kopi Toraja, pie Bali, opak ditambah tumpeng istimewa tasyakurannya pak Dewa & pak Heru, selamat semoga barokah dan menjadi kenangan indah.
.
Terkunci & sepakat bahwa event kali ini sukses, selamat buat para sahabat yang hadir karena panjenengan dalam golongan yang Bejo, selamat kepada para pendukung event karena Padepokan Patrap tidak pernah mengkondisikan panitia seolah sebagai bagian yang ekslusif, semua berhak menjadi relawan dan berkontribusi menuju Alloh, terakhir selamat buat pak Pur dan keluarga yang telah melayani & mengarahkan, sebagai mentor, guru, sahabat, serta orang tua bagi kami. Yang tak mungkin akan mampu kami kompensasi dalam bentuk materi atau apapun juga, yang hanya akan melahirkan hutang kebaikan dan budi. Matur nuwun “pak Haji…”
.
Cukup berat rasanya bagi saya melanjutkan tulisan ini, disamping ada isyarat untuk menjaga kerahasian, demi terhindar dari salah persepsi dan fitnah, juga rupanya air mata dan perasaan ini sudah tak tertahan…

Ilmu Hikmah Tasbih Tahmid dan Takbir

Selepas shalat kita menjalankan wiridan yang sering kita lakukan yaitu subhanallah, alhamdulillah dan allahuakbar sebanyak 33 kali. Tapi pernahkah kita terilhami untuk mendalami makna dzikir tersebut terutama untuk kehidupan kita yang lebih baik, kekayaan yang barokah, hidup yang penuh dengan kebahagiaan. Baik tulisan saya kali ini saya akan menguraikan tentang ilmu hikmah dibalik wiridan yang kita baca, saya berharap dari penerapan ilmu hikmah dalam setiap wirid yang di jalankan akan membuat hidup kita lebih berkah dan lebih baik.

yang pertama adalah tasbih yaitu subhanallah 33 kali. Kalimat subhanallah artinya adalah maha suci Allah. Allah adalah suci, suci dari segala kesalahan, suci dari segala apa apa yang telah Allah buat. baik terus untuk apa kita diperintah untuk berdzikir subhanallah ini. Kita berdzikir subhanallah agar kita sadar bahwa apapun yang telah terjadi pada kita adalah perbuatan Allah dan perbuatan Allah adalah benar tidak ada kesalahan sedikitpun. Misalnya saat ini saya dijadikan Allah sebagai dosen, sebagai ayah, sebagai apapun yang ada pada saya adalah suatu kebenaran dari Allah SWT. intinya segala sesuatu yang sudah terjadi (bukan yang belum terjadi) itu adalah kebenaran. Kesadaran dalam wirid ini adalah membawa kita kepada kenyataan yang memang kita alami dan harus kita terima. Saya bikin kopi saya sudah makan, kaki saya sebelah kanan agak sakit, tangan kiri terkena alat pemantik api, dan lainnya adalah suatu kebenaran dari Allah. Tidak ada yang salah dalam kejadian kejadian yang saya alami. Semua adalah kebenaran dari Allah SWT. kebenaran pada setiap orang akan berbeda beda ya terserah Allah saja yang menjadikan. Saya dijadikan islam itu kebenaran, orang lain kristen atau budha (karena sudah terjadi) itu adalah kebenaran “maha suci Allah” Allah tidak salah menjadikan orang lain kristen atau katolik (ya karena sudah terjadi).

dalam berbicara kebenaran perbuatan Allah adalah yang sudah terjadi jangan yang belum terjadi. Misalnya saya sebagai dosen pendidikan hanya sampai master… apakah ini benar .. ya ini benar. Kalau saya belum doktor ya ini belum kebenaran karena belum terjadi karena nanti ada dua kemungkinan apakah saya ditakdirkan doktor atau tidak. sesuatu yang belum terjadi bukan suatu kebenaran.

Baiklah singkatnya bahwa kita wirid subhanallah agar kita tidak protes tentang apa yang kita alami tentang apa yang sudah menjadi tugas kita. Dosen ya dosen, pedagang ya pedagang, pegawai kantor ya pegawai kantor… kita terima semua tugas dari Allah. Mungkin saat ini kita diberikan tugas begitu berlimpah oleh Allah, yang jadi ini yang jadi itu dan yang lain masih banyak… terima saja, seberapa banyak ya kita terima terima dan terima…. seberat apapun amanah dari Allah harus kita terima dan siap kita jalankan. kita terima dulu dan kita afirmasikan kita menerima ketika kita wirid subhanallah.

yang kedua, yaitu tahmid atau hamdalah, Yaitu bacaan alhamdulillah atau segalah puji bagi Allah. Kalimat ini sebenarnya adalah kalimat berterimakasih kepada Allah yang kita ujudkan dalam bentuk memuji Allah secara totalitas. “segala puji bagi Allah”.

kalimat ini akan membawa kita kepada keadaan berterimakasih terhadap apa yang sudah dililmpahkan Allah kepada kita, termasuk juga tugas tugas hidup yang Allah berikan kepada kita. Kesadaran yang ada pada diri kita adalah berterimakasih kepada Allah. saya dijadikan dosen alhamdulillah, tangan saya terkena logam panas alhamdulillah saya dijadikan ayah dengan 4 anak ahamdulilahm, saya dijadikan suami alhamdulillah, saya dijadikan apa apa yang saya alami sekaran saya berterimakasih kepada Allah.

tahmid ini mutlak dilakukan atau kesadaran ini musti ada agar pertolongan Allah dapat turun yang nantinya akan di afirmasikan dalam takbir. kalau syarat berterimakasih kepada Allah ini tidak ada maka pertolongan Allah juga tidak akan diturunkan.

Pandanglah hidup dengan penuh syukur, dengan penuh berterimakasih kepada Allah. ya berterimakasih kepada Allah bukan hanya berterimakasih kepada nikmat Allah tapi pada Allahnya.

maka kita baca alhamdulillah dengan penuh kesadaran dan rasa berterimakasih kepada Allah dari setiap apa apa yang kita terima. Kita menerima bukan hanya yang kita anggap nikmat tapi yang kita anggap tidak nikmat harus juga kita sampaikan rasa terimakasih kepada Allah.

yang ketiga adalah takbir yaitu Allahuakbar. Kalimat ini adalah kalimat solusi dari segala apa yang kita terima. Banyak yang menanyakan kesaya terkait dengan lilitan hutang,yang tidak mungkin lagi di bayarnya. ya saya sampaikan bahwa caranya dengan kesadaran yang pertama adalah membenarkan bahwa punya hutang itu adalah kebenaran dari Allah (karena sudah terjadi) kemudian berterimakasih kepada Allah karena sudah diberikan suatu keadaan “harus membayar hutang” dan yang terakhir adalah Allahuakbar, bahwa Allahlah yang akan menyelesaikannya dengan kebesarannya dan keagungannya. Tidak ada masalah yang tidak selesai dengan kebesaranNya. Maka ketika kita wirid Allahuakbar 33kali setelah shalat kita afirmasikan bahwa Allah maha agung dan tidak ada masalah yang tidak selesai dengan keAgungannya. Disini kita harus benar benar berlatih kesadaran. Kesadaran akan kebesaran Allah maka akan membawa tugas hidup kita dan masalah kita akan dapat teratasi dengan baik.

jika kesadaran kita benar selama kita menjalankan wirid ini setelah shalat maka semua masalah kita akan bisa teratasi, semua tugas akan bisa terselesaikan dengan sukses dan berhasil, dengan ijin Allah.

baik sebagai penutup  : mari kita sadarkan diri kita dalam wirid wirid yang kita jalankan dan semoga kita umat islam menjadi umat yang sukses di dunia di dunia di dunia dan di akhirat. Sehingga orang non muslim berbondong bondong masuk islam karena umatnya yang sukses sukses.