Articles with tarekat

alam fana yang tidak bisa di ajarkan

banyak jamaah yang bertanya bagaimana caranya agar cepat mencapai alam fana. Jawab saya “jalankan saja Dzikir nafas level 3 selamat satu jam lebih secara istiqomah setiap hari … nanti akan mengalami sendiri dan akan paham sendiri. ya inilah cara berguru kepada Allah. Cara yang saya berikan hanya pada level 3 selanjutnya kita harus berguru kepada Allah. Untuk mendapatkan keadaan fana kita harus terus berlatih di level 3 untuk level 4 atau fana Allah sendiri yang akan ajarkan.

pada awalnya anda akan di bawa pada keadaan fana dalam sepersekian detik tapi pengalaman itu sangat terasa, dan sangat berkesan namun terjadi begitu cepat. dan yang pasti anda tidak akan bisa mengulanginya secara sengaja, anda harus terus berlatih di level 3 nanti keadaan fana yang sepersekian detik itu akan terulang tanpa sengaja dan akan berdurasi lebih lama. dan semakin dilatih di level 3 maka keadaan fana itu akan dapat anda hafalkan sehingga anda bisa masuk keadaan fana dengan sengaja.

ya teruslah ke Allah dengan ihlas dan jangan berhenti ke Allah dalam keadaan apapun. Meski fana anda harus terus ke Allah dan ke Allah. Fana bukanlah tujuan, fana bukanlah terminal ke Allah, masih panjang jalan menuju ke Allah selama kita masih hidup maka perjalanan akan terus berjalan dan berjalan itulah seorang SALIK.

jadwal-perkuliahan-12-x-pertemuan

Hati-hati : Tidak Semua Aliran Tarekat Asli

Ilahi anta maqsudikita harus berhati hati dalam berjalan menuju ke Allah. Model aliran tarekat memang menjadi trend terutama sejak ditemukan pertama oleh para Ahli nya seperti Oleh Beliau Syeh abdul Qodir J, kemudian Syeh Abu Hasan As Sazili dan banyak lagi pada era beliau. namun kalau kita lihat perjalanan dari taarekat tarekat ini banyak di modifikasi, dan banyak di gabung antara satu dengan lainnya, bahkan banyak juga yang melakukan Mixing dengan menjalankan beberapa tarekat tersebut. kemudian dari guru guru mursyid yang ada generasinya sudah sekian puluh generasi tentunya ada yang masih asli dan ada yang membias bahkan ada yang di salahgunakan dan melenceng dari tujuan awal didirikannya aliran tarekat tersebut.

saya tidak akan menyebutkan jenis tarekatnya, saya hanya akan memaparkan tarekat yang seperti apa yang sudah mengalami penyimpangan dari aslinya. satu hal yang pasti adalah pengalihan dari tujuan asli didirikannya tarekat yaitu untuk berjalan menuju kepada Allah berubah menjadi bacaan untuk mendapatkan kesaktian, kekayaan, bahkan yang halus tapi tetap menyimpang yaitu untuk pembersihan diri, agar masuk surga, agar selamat, agar terhindar dari neraka, dan penyimpangan halus lainnya. Maka jika anda akan memilih jenis tarekat dengan tujuan tidak selain ke Allah seperti yang saya sebutkan saya diatas maka anda patut berhati hati, kalau bisa anda tidak memilihnya , dan jika anda sudah terlanjur mengikuti maka saya sarankan untuk keluar dari tarekat tersebut karena jelas itu terjadi penyimpangan.

sudah satu kriteria itu saja jika itu ada maka amalan yang di anjurkan tarekat itu pasti akan mengarah kepada kesesatan. Sebab tujuannya sudah bukan ke Allah tapi ke yang selain Allah. Padahal kita tahu bahwa pendiri tarekat awal awal atau mursyid awal awal sangat lurus bahwa tidak ada tujuan bertarekat kecuali untuk berjalan menuju kepada Allah bukan yang lain.

Jika tarekat masih murni maka dia akan selalu menekankan bagaimana si murid ini berjalan si salik ini berjalan tapi jika sudah tidak murni lagi maka aliran itu hanya memberikan sejumlah bacaan wiridan seabrek tanpa memperhatikan si murid ini sudah berjalan atau belum, jalannya sudah lurus atau belum. coba bandingkan dengan kisah Imam Sazily ketika ada seorang mau belajar tarekat maka bukannya langsung baiat dan diberikan seabrek wiridan tapi calon murid itu diajak jalan jalan menggunakan kereta beliau sambil mengajarkan lurus ke Allah yaitu dengan memberikan murid itu gelas penuh air dan diajak berjalan keliling kota. Setelah berputar putar dan sampai , beliau bertanya kepada Muridnya apa yang kamu lihat dari jalan jalan tadi… maka pasti muridpun menjawab saya tidak dapat melihat apapun karena yang saya perhatikan hanya air ini agar tidak tumpah.. kemudian Imam Sazily pun berkata begitulah saya, meski saya sibuk dunia tapi kesadaran saya terus tertuju kepada Allah tidak kepada apa yang sedang saya sibukkan. Inilah pelajaran tarekat yang asli, yaitu mengajarkan murid untuk lurus kepada Allah. Bacaan bacaan sebenarnya untuk membantu murid untuk selalu ingat lurus ke Allah, bukan bacaan bacaan tarekat itu yang akan menyelematkan si murid. Bacaan tarekat pada umumnya ada 3 yaitu istighfar, shalawat dan tahlil. Nah itulah pengigat yang sangat tepat untuk si murid terus lurus ke Allah. Sekarang kalau ada murid tarekat dengan begitu banyak amalan tapi tidak ada kesadaran ke Allah bagaimana Allah mau menyelamatkan dia… Lurus saja ke Allah nanti Allah akan selamatkan, tapi kalau kita fokus cari selamat maka Allah tidak akan selamatkan.

Rasulullah bukan seorang guru Mursyid

Kalau tidak mau mencontoh rasulullah mau mencontoh siapa? jika ada yang tidak sesuai dengan apa yang beliau jalankan masak kita mau mencontoh dan menirunya. demikian pula hal yang esensi dalam kita belajar menuju ke Allah. Rasulullah tidak pernah menyebut diri beliau adalah seorang guru mursyid, tapi beliau menyebut diri beliau sebagai seorang sahabat bagi umatnya pada waktu itu. Beliau ingin menunjukkan kepada kita bahwa Beliau bukanlah sang pemberi petunjuk, sang pemberi hidayah, tapi beliau adalah utusan yang di utus oleh sang pemberi petunjuk, sang pemberi hidayah untuk umat manusia agar kembali kepada Allah. Jadi posisi Rasulullah bukanlah seperti posisi Allah SWT. Beliau sangat paham tentang hal ini sehingga beliau tidak berani mengatakan bahwa beliau adalah guru apalagi mursyid.

kita harus paham benar mana Sang Penuntun dan mana yang mengajak untuk kembali kepada Sang penuntun. Jangan di campur aduk. Okelah jika kita cinta kepada Rasulullah tapi cinta kepada rasulullah jangan sampai merusak ajaran Rasulullah itu sendiri dengan menyesatkan manusia dengan mengarahkan manusia kepada selain Allah. Kalau kita mencintai rasulullah berarrti kita juga mencintai apa yang beliau ajarakan, apa yang beliau ajarkan yaitu mengajak menusia untuk kembali kepada Allah secara langsung. Bukan melalui perantara apapun termasuk perantara manusia. Kalau ada yang mengajak untuk tidak ke Allah tapi ke manusia itu sama saja menyesatkan manusia dari jalan ketauhidan itu artinya menghina dan melawan ajaran Rasulullah.

Berjalan menuju ke Allah adalah perjalanan masing masing dari kita, selama kita lurus ke Allah maka akan selamat tapi jika kita berhenti pada sosok manusia maka kita akan terhenti disitu selamanya dan tidak akan bisa sampai ke Allah, seterusnya dan selamanya naudzubilah

marilah dalam perjalanan menuju ke Allah ini kita kembalikan kepada ajaran Rasulullah yang mengajak kita semua umatnya ini untuk ke Allah bukan ke yang lain. KEnapa Rasulullah tidak mengangkat diri beliau sebagai guru mursyid sebab Beliau ingin agar kita lurus ke Allah tidak ke BEliau sebagai Rasul terlebih kepada pengganti paengganti dan pewaris beliau yaitu ulama ulama syehk syehk… atau yang lainnya.

semoga kita selalu dituntun untuk selalu kembali kepada Nya amiin.

Rasulullah Muhammad SAW