Articles with tauhid

Mencari Allah atau ridho Allah

apakah sama antara Allah dan Ridho Allah? tentunya berbeda. Nah tauhid ini memang sangat ekstrim, kalau keyakinannya belum sampai tidak akan dapat memahami, mungkin cenderung menolak. Baik Allah adalah pemilik dari Ridho, jadi kan sangat berbeda. Kita tahu juga bahwa Allah tidak mau di sekutukan dengan apapun termasuk dengan ridho itu sendiri. Bagaimana menurut anda? apa mau membuat alasan alasan penyangkalan terhadap kenyataan ini?. JIka iya tidak perlu menuliskannya cukup simpan dalam hati saja dan itu menjadi catatan untuk anda sendiri, bahwa dalam diri masih ada “selain Allah” yaitu ridho Allah.

tauhid
tauhid

Langsung ke Allah saja

Dalam shalat, dalam berdoa, dalam beribadah sebagai seraong hamba kita di ajarkan Rasulullah untuk langsung ke Allah, tidak melalui perantara apapun dan siapapun. Di dalam shalat misalnya kita dituntut untuk bisa bertemu dengan Allah, maka shalat adalah bertemu dengan Allah, artinya bertemu berarti tidak apapun dan tidak siapapun yang menjadi perantara kita kepada Allah.

Allah tidak mau kita terhijab dengan apapun. Hamba yang terhijab dengan sesuatu ketika menghadap Allah berarti dia masih menduakan Allah dalam dirinya. Orang yang benar benar bertauhid berarti orang tersebut mampu untuk langsung ke Allah.

Kita sadar betul bahwa Allah tidak mau diduakan, kita sadar betul bahwa dosa terbesar adalah syirik tapi mengapa dalam ibadah ibadah kita masih mendudukkan sesuatu di antara kita dengan Allah. kalau kita merasa belum mampu berhbungan langsung kepada Allah itu bukan berarti kita menggunakan jasa orang lain untuk mempertemukan kita dengan Allah tapi kita harus berlatih dan berlatih bagaimana kita bisa bertemu dengan Allah. Kita mempelajari kepada orang tersebut bagaimana bisa bertemu dengan Allah bukan kita selalu minta agar hajat hajat kita disampaikan kepada Allah melalaui jasa perantara tersebut. Tentunya Allah tidak akan suka dengan hal ini. Allah selalu mendidik kita melalui rasulullah agar kita bisa mandari bisa langsung bertemu dengan Allah agar apapun hajat kita bisa langsung disampaikan kepada Allah. Hal ini berbeda ketika anda mau minta di doakan … minta di doakan orang lain ini bukan berarti ktia tidak bisa ke Allah untuk berdoa, tapi kita mohon bantuan agar yang memohon bisa lebih banyak sehingga bisa cepat mendatangkan ridho Allah. Nah sekali lagi bedakan dengan orang yang hanya meminta tolong kepada orang lain … tanpa dirinya bisa berhubungan dengan Allah secara langsung.

Ke Allah tidak memerlukan birokrasi seperti kita menghadap presiden. Ingat bahwa Allah berbeda dengan Presiden. jangan sampai analogi salah ini dipakai ketika kita menghadap Allah. bahwa kalau kita mau ke Allah itu seperti kita menghadap presiden ada birokrasi yang harus menggunakan jasa perantara. Analogi yang salah dalam menghadap langsung kepada Allah ini yang membuat kita secara tidak sadar menduakan Allah dengan perantara tersebut.

Dalam hal tauhid kita harus tegas, harus lurus dan harus mau langsung ke Allah. kalau belum bisa yam ┬ábelajar. kalau belum mampu ya tetap berjuang untuk bertemu dengan Allah yang menguasai alam semesta. inilah perlunya kita belajar tauhid, belajar tasawuf. Jangan sampai sudah belajar ilmu tauhid bertahun tahun, sudah belajar tasawuf ke ulama ulama kondang, sudah belajar tarekat dan mengamalkan beberapa tarekat tapi ketika punya hajat masih saja meminta bantuan perantara… ini kan agak ironi, lalu mana ilmu tauhidnya, mana ilmu tasawufnya, mana hasil amalan tarekatnya kalau masih seperti itu. Seharsnya kita masing masing ini memiliki kemampuan untuk mendoakan orang lain, dengan kamampuan kita bertemu dengan Allah kita doakan orang lain. Kita bantu orang lain dengan Doa. Nah kalau ini baru ilmu yang kita miliki dapat teraplikasikan.

langsung ke Allah

Allah tidak menyarankan kita berusaha (5)

syukur alhamdulillah… beberapa peserta diskusi tentang apakah kita “berusaha atau tidak” memamahami maksud saya tentang bab ini. sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan karena wilayah keyakinan bukan untuk diperdebatkan terlebih di buat dikotomi jabariya dan qodariyah…. tujuan dari tulisan daari bab ini 1 hingga 5 ini adalah untuk memudahkan pemahaman tentang kemahamutlakan Allah atas segala makhluknya….dan kita hanya bisa berserah dan mengikuti kehendak Allah… semoga kita menjadi makhluk yang tunduk patuh kepada Allah… bukan pada pikiran dan usaha kita…

awas jebakan harta

yang sering membelokkan kita dari allah adalah kesenangan kita. kita senang harta maka hati hati kita akan mudah dibelokkan ke harta kita, nah kalau hati sudah belok artinya tidak tergantung kepada allah lagi, maka itu alamat bahwa kita sedang tersesat.. tersesat ke harta. bila kita terlalu cinta pada keluarga.. anak istri atau keluarga lainnya maka siap siap kita akan sakit karena nya yaitu kepada apa yang kita cintai karena pada prinsipnya adalah allah tidak mau di duakan.

Hidup lurus ke allah

Kemurnian tauhid adalah kelurusan kepada allah. Seperti memasuki lorong dimana alam pikiran dan alam perasaan menarik kearah menyamping dari arah lorong itu. Ke allah sering di tutupi dengan alam pikiran dan alam perasaan seingga allah tidak seperti apa adanya allah, namun masuk dalam rekayasa alam pikiran. Kelurusan kepada allah ini membawa kita kepada kemurnian kita kepada allah. Coba kalau kita duduk diam mengarahkan diri kepada allah (mancer) maka akan terlihat jelas bagaimana alam pikiran dan alam perasaan menarik seperti magnit untuk keluar dari tujuan kita kepada allah. Hidup lurus kepada allah ibarat sebuah perjalanan yang penuh rintangan, rintangan rintangan itu bukan dari luar namun dari dalam diri. Ketika kita lurus kepada allah maka hati dan pikiran yang menggoda kita, namun kalau kita kuat ke allahnya maka pikiran dan perasaan akan mengikuti keadaan jiwa kita sehingga alam pikiran dan alam perasaan akan merasakan suatu experience dari keadaan kejiwaan kita, nah dalam posisi ini kita akan dapat menguasai pikiran dan perasaan, tidak tergoda lagi

kembali pada quran sunah atau kembali ke pada Allah

hati hati dengan bahasa, karena dapat menyesatkan. seperti halnya kalimat diatas, hati hati dengan kalimat diatas kalau salah pengertian bisa menyebabkan kesyirikan. kembali kepada quran dan sunah sangat berbeda dengan kembali kepada Allah. kalau kembali ke quran dan sunah belum tentu kembali kepada allah, namun kalau kembali ke Allah pasti Allah akan menuntun kita untuk berakhlak seperti apa yang terdapat quran dan sunah.
pernyataan tersebut sudah menjadi jargon di berbagai dakwah dengan menggembar gemborkan untuk kembali kepada quran dan sunah namun sayangnya tidak diteruskan kepada Allah. ini sangat bahaya untuk kehidupan tauhid kita. bisa bisa umat islam ini hanya menjalankan quran dan sunah dengan meninggalkan esensi nya yaitu Allah. seharusnya allah ditaruh didepan, ke Allah dulu baru ke quran dan ke sunah.
logika lain, diakir hayt kita nanti apakah kita kembali pada quran dan sunah atau kembali kepada allah??? jelas kita kembali kepada allah.
siapa yang buat quran dan sunah jawabnya adalah allah .. terus kenapa kita tidak kembali saja kepada allah
terus lagi banyak diantara kita memecahkan masalah dengan kembali kepada quran dan sunah, padahal kalau kita pikir pikir siapa sih yang bikin masalah dan siapa yang menylesaikan masalah? quran sunahkahu atau Allah?
ini merupakan logiika logika sederhana yang seharusnya mengingatkan kita untuk sadar bahwa bukan quran dan sunah yang akan menuntun hidup kita tapi Allah lah sang Penuntun. bukannya ke Allah terus meinggalkan quran dan sunah…. tapi kalau kita benar benar ke allah maka Allah akan menuntun hidup kita seperti apa yang tercantum dalam quran dan sunah.

Selamat jalan Amrozi CS

sebagai sesama muslim saya mengucapkan selamat jalan saudaraku Amrozi, imam samudra dan Ali…kami bangga dengan keteguhan Hati mu, yang mampu mengguncang dunia… kami akan meniru keimananmu dan kami akan meneruskan perjuangan mu… untuk menegakkan tauhid laa ila ha ilallah..

kami berjuang dengan jalan yang berbeda.. namun intinya adalah sama yaitu menegakkan tauhid.. kami dengan patrap dan sholat kalian dengan jihad dan pengorbanan… insya allah asal niat mu karena allah… dan ihlas (allah yang tahu) niscaya allah akan memasukkan mu dalam surga Nya.. amin.

god spot melecehkan quran

kayaknya sih penelitiannya membuktikan adanya tuhan tapi sebenarnya kalau dicermati god spot melecehkan quran terutama tauhid. mana mungkin tuhan berada pada spot spot di otak, mana mungkin berketuhanan disederhanakan dengan adanya sensasi di otak. padahal Allah, menyadari Allah tidak bisa dipersepsi istilah jawanya tan keno kinaya ngapa… indonesianya…allah tidak bisa dipersepsikan dengan sesuatu apapun.

Allah tidak bisa kita otak atik dengan stimulasi stimulasi yang menggetarkan gelombang pikiran, ke allah bahkan tidak akan menggetarkan apapun … nol…. berarti tidak bisa di rasakan.. kalau nol kok masih bisa dipersepsi berarti belum nol. nol berarti tidak ada rasanya…

maka god spot tidak bisa menjadi landasan tauhid orang islam.. kalau bagi orang non muslim atau orang atheis mungkin mash bisa karena konsep tuhannya berbeda dengan Tuhannya orang islam yaitu tidak bisa disamakan dengan apapun.