Articles with thawaf

patrap thawaf dzikir muter dijamin tidak pusing dan mual

saat ini saya sedang mengembangkan model dzikir gerak yang gerakannya hampir sama dengan salah satu ritual haji yaitu thawaf. saya sudah menjalani dan teman teman di group dzikir nafas juga sudah banyak yang mempraktekan. dari pengalaman mereka ketika menjalankan dzikir dengan benar tidak pusing dan tidak mual asal dijalankan dengan benar. caranya adalah dengan lurus ke Allah kemudian mengikuti gerak yang muncul lalu mulailah berputar seperti thawaf. Yang penting adalah sadar Allah dan pasrah ketika diputar. ya pasrah saja ketika diputar. putaran akan semakin kencang ketika kita lurus ke Allah. nah ikuti saja dengan terus sadar Allah dan pasrah. Kalaupun tidak kencang tapi lambat ya ikuti saja dengan penuh relaks

kalau mau berhenti ya tinggal minta sama Allah, ya Allah hamba mohon berhenti dari patrap thawaf ini. nanti lama lama gerakan akan pelan dan akan berhenti dengan sendirinya atas ijin Allah.

patrap thawaf ini sangat bermanfaat sekali untuk kesehatan spiritual, kesehatan fisik dan mental, coba anda lakukan setiap pagi setelah shalat subuh, anda lakukan 5 sampai 10 menit dulu untuk latihan. pada awal latihan biasanya keringat akan bercucuran dan tubuh anda akan terasa sangat segar sekali.

manfaat besar jika anda akan menjalankan ibadah umrah atau haji anda bisa mempratkekan ini di depan kakbah, pasti ser ser sangar nikmat, meski saya belum mempraktekannya di depan kakbah tapi ada bayangan betapa nikmatnya bisa mempraktekan patrap thawaf ini di depan kakbah. Tentunya ada sedikit perbedaan tapi intinya sama ada gerak berputar yang di ganti dengan mengitari kakbah dengan kesadaran Allah yang terus menerus disertai dengan kepasrahan fana kepada Allah.

baik itu lah beberapa hal yang dapat saya sampaikan untuk sementara tentang patrap thawaf semoga manfaat

haji (3) Thawaf

menyadari diri dari debu yang berputar… dari proton dan elektron yang merupakan bagian terkecil .. dan memahami kita mengikuti bumi yang berputar mengelilingi matahari. …. kesadaran akan hakikat diri ini lah yang akan membawa kita kepada kefahaman tentang hakikat ketuhanan. thawaf mengajarkan kita untuk tidak berebut mencium hajar aswad tapi untuk menemukan siapa diri kita dan Allah yang sebenar benar Allah. hasil dari thawaf adalah ketiadaan diri (fana) untuk mengenal dengan sempurna tentang hakikat ketuhanan yaitu Allah Tuhan alam semesta. haji mabrur seharunya dapat mencapai tahapan ini.

mengapa kita menghadap kakbah

kakbah bukan tempat sesembahan atau tujuan kita dalam beribadah, kakbah adalah simbolisasi dari ketiadaan allah. maka ketika ada yang bertanya ada apa di dalamĀ  kakbah jawabannya ya tidak ada apa apa, yang ada ada adalah kekosongan..apa makna kekosongan itu, mengapa kita menghadap kepada yang kosong, itulah hakkat ketuhanan yaitu kekosongan artinya Allah tidak dapat kita jangkau dengan akal pikiran kita sehingga yang ada adalah kosong. simbolisasi inilah keunikan dari islam mungkin agama lain atau aliran kepercayaan lain akan menganggap bahwa yang disembah apa itu batu, pohon atau yang lainnya memiliki kekuatan tertentu dan berpenghuni sesuatu, hal ini akan sangat berbeda dengan kakbah yang kosong dan tidak ada kekuatan apapu, istilahnya tidak ada dayanya.

ustad abu menerangkan tentang ketiadaan daya atau energi di kakbah… benar saja kalau beberapa orang ngecek daya kakbah dengan daya tempat tertentu daya akan lebih tinggidi tempat keramat tersebut. namun pak abu menceritakan bahwa kakbah memiliki suatu daya yang sangat halus yaitu daya keimanan kepada allah….

baik kembali ke masalah mengapa kita menghadap kakbah, berarti jika menghadap kekosongan secara otomatis kita akan mengarah kepada kekosongan juga, hijab yang paling kuat dalam makrifat kepada allah adalah ke akua an kita atau kedirian kita, maka dalam sholat kita betul betul kita arahkan dirikita untuk meleburkan diri dalam kekosongan seperti simbolisasi dari menghadap kakbah ini.

kiblat juga bukan barat atau timur atau arah yang lain. kiblat bukanlah arah, kiblat adalah kelurusan kita menghadap ke allah, inilah sebenar benar kiblat.

maka diwajibkan kita berhaji ke baitullah agar kita bisa thawaf yaitu mendekati kakbah dengan memutar apa makna berputar yaitu meniadakan arah atau meniadakan apa yang ada ada dalam pikiran kita sampai kita menemukan kekosongan kita, nah kekosongan inilah yang nanti kita bawa ke tanah air dan kita gunakan dalam setiap kita sholat.