Seandainya orang tarekat mau belajar patrap…

saya sendiri adalah orang tarekat yaitu tarekat sazaliyah, saya merasakan benar ketika menjalankan amalan tarekat saya gunakan patrap dalam membaca bacaan tarekat tersebut. Ternyata saya dibawa pada suatu keadaan keadaan. Ketika saya membaca istighfar saya dibawa kepada keadaan kejernihan hati dan saya dipahamkan tentang berbagai keadaan bersihnya hati. kemudian ketika saya shalawat saya benar benar bisa menyatu dalam doa kepada Rasulullah. saya diajak untuk tidak hanya mencontoh rasulullah berdasarkan quran dan hadis tapi saya diajak untuk mencontoh jiwa dan Ruh rasulullah. jadi saya diajak untuk tidak sekedar melihat perilaku rasulullah dalam hadis saja tapi saya diajak untuk menyelami jiwa rasulullah.

keadaan keadaan jiwa tersebut, tidak saya dapatkan sebelum saya belajar patrap. bacaan tarekat hanya sekedar bacaan saja yang saya baca tiap habis subuh dan habis magrib, tapi setelah saya mengenal patrap dari empuya langsung yaitu bapak Haji Slamet Utomo , tarekat saya menjadi lebih bermakna. karena patrap mengajarkan untuk sambung kepada Allah jadi sangat sesuai jika digunakan untuk membaca tarekat.

Seandainya orang tarekat belajar patrap pasti masuk ke alam keTuhanannya lebih cepat karena dia memiliki skor yang lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak mengikuti tarekat. Tapi kebanyakan orang tarekat agak susah untuk diajak patrap masalahnya dia sudah merasa paling hebat dengan bacaan bacaan yang sekedar dibacanya. Padahal kalau mau jujur sudah berapa tahun dia tarekat dan apa yang dia dapat? kalau pun dapat sesuatu pasti tidak sebanding dengan jumlah bacaan yang telah dilakukannya. Metode patrap akan mempercepat proses masuk ke Alam keTuhannya. jadi kalau bolehsaya sarankan untuk belajar patrap terutama untuk awal adalah patrap gerak. Insya Allah september ini saya akan memberikan pelajaran patrap gerak di singapura, kalau mau gabung silahkan.

wirid yang membosankan

pernah anda melakukan wirid ? terasa bosan? misalnya anda melakukan wirid setiap hari dua kali setiap habis subuh dan maghrib, setiap kali wirid anda membaca istghfar, shalawat dan tahlil masing masing 100 kali , dan bacaan shalawat adalah shalawat yang panjang…. apa yang anda rasakan, anda memperoleh sesuatu dari wiridnya? hati hati dengan kebosanan yang muncul ketika anda melakukan wirid tersebut, sebab ketika bosan dan anda memaksakan diri untuk membaca wiridan itu maka semakin anda tersiksa dengan bacaan tersebut.

ciri ciri kebosanan itu adalah :

1. merasa terpaksa

2. membaca dengan tempo cepat, bahkan semakin hari samakin dipercepat

3. yang di dapat setelah wirid bukan pencerahan tapi kelelahan..

4. tidak ada perubahan dalam kehidupan setelah melakukan wirid wirid tersebut

5. hati sama saja, tidak merasakan ketenangan

segera lah ketika anda merasakan kebosanan membaca wirid untuk mencari jalan keluarnya, jangan anda biarkan sekali lagi semakin anda memaksakan wirid untuk dibaca padahal anda bosan maka semakin anda tersiksa. jalan keluar yang harus anda cari jalan keluarnya adalah :

1. mencari hakikat wirid tersebut, untuk apa saya wirid, untuk siapa saya wirid

2. carilah level spiritual yang ada pada bacaan wiridan tersebut

3. selami maknanya sambil anda membaca wiridan sehingga ada wilayah emosi yang bermain disini

4. tetaplah sambung ke Allah selama melakukan wirid, jangan wirid sambil membayangkan selain Allah misalnya berpikir tentang pekerjaan, tentang kawan atau yang lain.

5. konsultasikan kepada guru, pembimbing, kyai, mursyid yang memberikan ijazah wiridan tersebut.

6. gunakan setiap bacaan wiridan untuk meningkatkan level spiritual jadi harus serius, sungguh sungguh

7. jangan meniatkan apapun dalam wiridan selain ihlas karena Allah, misalnya melakukan wiridan untuk kaya, untuk sakti, untuk sukses, untuk pintar dan lain sebagainya, meski fadhilah wirid tersebut tetap akan diberikan Allah.

8. gunakan bacaan shalawat untuk sambung kepada rasulullah, sebab daya spiritual rasulullah ini akan membawa kita kepada level yang lebih tinggi dan akan meningkatkan akselerasi menuju ke Allah.

9. jangan lupa juga doakan orang tua kita, guru kita, sahabat nabi, dan seluruh umat islam baik yang sudah meninggal maupun masih hidup. daya doa kita tadi akan membawa kita kepada keadaan luas dan kuat, sehingga ini menjadi power tersendiri untuk menuju ke Allah.

10 ketika tahlil : tiadakan semua termasuk kita memfanakan diri kita , afirmasikan bahwa yang ada hanyalah Allah SWT.

setelah melakukan wirid tetap lah duduk dengan relaks, resapi apa yang telah kita terima selama wirid tadi.. mungkin perasaan kita berubah, mungkin pemahaman tentang sesuatu. tetap lah duduk sampai tersimpan dalam hati sanubari kita shingga nanti kalauwirid kembali ingatan atau memori ini kita panggil (recall) kembali sehingga wirid kita akan selalu meningkat dan meningkat.

semoga Allah tidak membosankan wirid wirid kita amin

bertemu guru Spiritual Habib Lutfi dalam mimpi

sungguh bertemu dalam mimpi dengan beliau bahagianya hingga sekarang masih terasa. meski tidak ada wejangan apapun namun sikap dan tatapannya sungguh pelajaran yang sangat berharga bagi saya.

gurunya Abu Sangkan apa Allah???

biasanya orang yang ngefans berat dengan Ust Abu terjebak pada Sosok Abu Sangkan, padahal beliau selalu mengajarkan untuk tidak menganggapnya sebagai guru tapi sebagai sahabat, seperti rasulullah menjadi sahabat bagi murid muridnya. kitapun jangan terjebak pada sosok abu sangkan, kita bukan thoriqoh yang menganggap mursyid sebagai perantara yang dapat mengantarkan kita kepada ALlah. kita adalah patrapis yang bergurunya kepada Allah bukan kepada siapa siapa. kalau kita menganggap Abu Sangkan sebagai mursyid yang dapat mengantarkan kita kepada Allah maka kita akan tersesat. karena sang Pemberi PEtunjuk adalah Allah bukan Abu sangkan. maka kita harus mampu mendudukkan posisi guru. sedangkan Ust Abu Sangkan adalah sahabat Tua yang harus kita hormati, kita junjung tinggi baik beliau maupun keluarganya…SELAMAT BERGURU KEPADA ALLAH

mlebu Allah metu Allah

sebuah hakikat dapat dipelajari dari hal yang paling sederhana… yaitu jalannya nafas… keluar Allah masuk Allah… mlebu allah metu Allah…masuknya nafas bukan karena kita tapi karena Allah… keluarnya nafas juga bukan karena kita tapi karena Allah.
ketika nafas masuk kita merasakan jiwa kita terbang menuju kepada Allah yang tak bisa kita persepsi, ketika keluar nafas maka jiwa kita menyebar ke seluruh jagad raya….
jadilah diri kita diri sejati….

bersilaturahmi ke habib lutfi

tadi malam kita berkunjung ke tempat habib lutfi pekalongan seorang habib yang suka main musik dan cukup disegani terutama di kalangan nahdliyin. beliau adalah ketua ahlu tahriqoh muktabaroh (thoriqoh yang resmi) seluruh indonesia. alhamdulillah kita dipertemukan dengan beliau cukup senang walau hanya mak NYUK alias cuma sebentar karena memang waktu sudah larut malam dan habib juga kelihatannya capek karena banyak tamu yang harus dilayani. beberapa wejangan beliau ” belajarlah yang ringan ringan saja, jangan yang berat berat, perbanyak baca shalawat, shalawat itu ringan tapi ampuh”

sepertinya habib tahu kalau kita belajarnya agak berat sehingga disarankan untuk bershalawat.

Maqom itu bukan pangkat disisi allah

Banyak sekali persepsi tentang maqom atau kedudukan ini. Menurut saya, saya lebih berpandangan optimis dan positif artinya bahwa maqom bukanlah pangkat namun suatu keadaan kejiwaan individu dalam mengarahkan dirinya kepada Allah. Misalnya maqom pasrah sebenarnya pasrah bukanlah pangkat yang ditentukan allah dibanding dengan manusia lainnya, namun maqom pasrah adalah suatu keadaan kejiwaan individu itu sendiri dalam memasrahkan dirinya kepada allah. Jadi bukan pangkat pangkatan atau tingkatan seperti pangkat seorang pejabat.
Salah persepsi ini biasanya terjadi pada mereka yang menganut tasawuf tradisional dan para pengikut tarekat. Mereka menganggap bahwa maqomat adalah suatu derajat atau pangkat yang ditentukan oleh allah. Jadi tidak sembarangan orang bisa mencapai maqom pasrah. Nah kalau saya tidak perlu pangkat pangkatan dalam mengarah ke allah pokoknya kalau mau maqom pasrah ya pasrah saja…. perkara lain lainnya allah biar allah yang tentunkan