gurunya Abu Sangkan apa Allah???

biasanya orang yang ngefans berat dengan Ust Abu terjebak pada Sosok Abu Sangkan, padahal beliau selalu mengajarkan untuk tidak menganggapnya sebagai guru tapi sebagai sahabat, seperti rasulullah menjadi sahabat bagi murid muridnya. kitapun jangan terjebak pada sosok abu sangkan, kita bukan thoriqoh yang menganggap mursyid sebagai perantara yang dapat mengantarkan kita kepada ALlah. kita adalah patrapis yang bergurunya kepada Allah bukan kepada siapa siapa. kalau kita menganggap Abu Sangkan sebagai mursyid yang dapat mengantarkan kita kepada Allah maka kita akan tersesat. karena sang Pemberi PEtunjuk adalah Allah bukan Abu sangkan. maka kita harus mampu mendudukkan posisi guru. sedangkan Ust Abu Sangkan adalah sahabat Tua yang harus kita hormati, kita junjung tinggi baik beliau maupun keluarganya…SELAMAT BERGURU KEPADA ALLAH

mlebu Allah metu Allah

sebuah hakikat dapat dipelajari dari hal yang paling sederhana… yaitu jalannya nafas… keluar Allah masuk Allah… mlebu allah metu Allah…masuknya nafas bukan karena kita tapi karena Allah… keluarnya nafas juga bukan karena kita tapi karena Allah.
ketika nafas masuk kita merasakan jiwa kita terbang menuju kepada Allah yang tak bisa kita persepsi, ketika keluar nafas maka jiwa kita menyebar ke seluruh jagad raya….
jadilah diri kita diri sejati….

bersilaturahmi ke habib lutfi

tadi malam kita berkunjung ke tempat habib lutfi pekalongan seorang habib yang suka main musik dan cukup disegani terutama di kalangan nahdliyin. beliau adalah ketua ahlu tahriqoh muktabaroh (thoriqoh yang resmi) seluruh indonesia. alhamdulillah kita dipertemukan dengan beliau cukup senang walau hanya mak NYUK alias cuma sebentar karena memang waktu sudah larut malam dan habib juga kelihatannya capek karena banyak tamu yang harus dilayani. beberapa wejangan beliau ” belajarlah yang ringan ringan saja, jangan yang berat berat, perbanyak baca shalawat, shalawat itu ringan tapi ampuh”

sepertinya habib tahu kalau kita belajarnya agak berat sehingga disarankan untuk bershalawat.

Maqom itu bukan pangkat disisi allah

Banyak sekali persepsi tentang maqom atau kedudukan ini. Menurut saya, saya lebih berpandangan optimis dan positif artinya bahwa maqom bukanlah pangkat namun suatu keadaan kejiwaan individu dalam mengarahkan dirinya kepada Allah. Misalnya maqom pasrah sebenarnya pasrah bukanlah pangkat yang ditentukan allah dibanding dengan manusia lainnya, namun maqom pasrah adalah suatu keadaan kejiwaan individu itu sendiri dalam memasrahkan dirinya kepada allah. Jadi bukan pangkat pangkatan atau tingkatan seperti pangkat seorang pejabat.
Salah persepsi ini biasanya terjadi pada mereka yang menganut tasawuf tradisional dan para pengikut tarekat. Mereka menganggap bahwa maqomat adalah suatu derajat atau pangkat yang ditentukan oleh allah. Jadi tidak sembarangan orang bisa mencapai maqom pasrah. Nah kalau saya tidak perlu pangkat pangkatan dalam mengarah ke allah pokoknya kalau mau maqom pasrah ya pasrah saja…. perkara lain lainnya allah biar allah yang tentunkan

shalat khusyu salah kaprah

apa beda toriqoh dengan sholat?  kalau toriqoh ada mursidnya tapi kalau shalat khusyu tidak ada mursyidnya, artinya langsung ke allah, tidak ada penghalang, tidak ada hijab, langsung ke allah. sholat inilah thoriqoh yang diwajibkan oleh allah karena gurunya langsung yaitu allah, bukan orang atau pun yang lainnya. orang mau berjalan ke allah lewat sholat saja lebih praktis ekonomis dan dijamin keselamatannya.

kalau sholat khusyu masih membayangkan guru mursyid baik lewat imajinasi, mapun lewat gambar itu namanya shalat khusyu yang salah kaprah. karena sholat langsung menghadap allah dan langsung diterima allah, tidak melalui wasilah, tidak melalui perantara. jadi jangan melakukan sholat khusu salah kaprah karena bisa merusak nilai sholat itu sendiri.