Tarian Sufi bukan Sufi

Beda antara sufi dan seni, tidak pernah ada seniman melahirkan karya spiritual, tapi kalau spiritual banyak menghasilkan karya seni. berarti disini seni dibawahnya spiritual. Banyak orang yang akhirnya menggunakan spiritual untuk menghasilkan karya seni. tapi jarang yang orang yang berkesenian untuk melahirkan karya spiritual.
tarian sufi adalah seni, dengan ciri: ditonton, dikagumi, diatur sedemikian rupa sehingga orang senang, bertujuan tidak ke Allah tapi ke wisata atau sejenisnya. Jadi tarian sufi adalah seni dan bukan sufi. Jalaludin rumi dengan tarian sufinya mungkin awalnya adalah benar benar ke Allah, namun karena di belokkan tujuannya menjadi sebuah seni maka sudah tidak menjadi jalan spiritual lagi. digunakan untuk cari duit dengan dalih pariwisata.
sama halnya dengan tari saman, hadrah, shalawat yang sudah berubah menjadi seni. shalawat bukanlah mendoakan rasulullah tapi sudah menjadi nyanyian dan dendangan bahkan ada yang menyanyikan lagu dangdut dengan bergoyang kesana sini meski syairnya shalwat. hadrah tidak murni lagi sudah dibuat seni dengan menambahkan alat musik seperti organ atau drum.
seni tidak akan bisa masuk ke wilayah spiritual, turun derajat dari spiritual menjadi seni yang hanya menyenangkan syahwat dan hawa nafsu.
hasil spiritual bukan hasil budi dan daya (budaya) tapi benar benar terilhamkan dari Allah. Wayang karya sunan kalijaga bukan lah hasil budi dan daya tapi hasil ilham untuk berdakwah, bukan menghibur. sekarang ini yang terjadi sebaliknya. dai yang seharusnya mengajak jamaahnya memasuki wilayah spiritual malah diajak berdendang, bernyanyi padahal umat sudah islam, umat sudah bisa untuk diajak berspiritual.

One thought on “Tarian Sufi bukan Sufi

  1. Saya justru menganggap seni adalah jembatan menuju spiritualisme. Misalnya dalam budaya Jawa lagu ciptaan Sunan Kali Jogo : “Kidung Rumekso ing wengi” adalah jembatan bagi pembacanya dan hadirin pendengarnya untuk melayang diri (fana fillah) dalam membiarkan diri berserah diri kehadirat Allah SWT.
    Tapi ini sekedar pendapat pribadi. Mohon maaf bila terdapat salah pemahaman. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *