Tebalnya Hijab, merasa tidak terhijab

tebalnya hijab akan membuat seseorang tidak merasa terhijab.. Kalau sudah mencapai levelnya tentunya seorang salik harus sadar dengan hijab tersebut, tapi yang belum level … tidak akan merasa itu hijab, bahkan dianggapnya itu sebagai penuntun, pembimbing.

Seorang anak TK yang baru belajar membaca … Guru TK merupakan pembimbing dia untuk membaca, dia akan menganggap bahwa guru TK tersebut adalah penuntunnya pembimbingnya. Tapi suatu saat anak TK tersebut sudah bisa membaca sendiri tentunya GURU TK tersebut tidak perlu lagi untuk menuntun membaca, Pasti  Guru tersebut akan menyuruh anak tadi membaca buku buku yang lain yang ada di perpustakaan. nah masalah akan lain jika guru TK tersebut masih diminta dia untuk menuntunnya terus menerus… pasti jadi masalah. sebab apa yang dibaca guru dengan apa yang dibaca murid akan berlainan, pada level ini maka antara guru dan murid TK tadi harus sama sama membaca sesuai dengan levelnya masing masing.

Tulisan saya sebelumnya akan dianggap sebagai nyleneh dan membuat anak TK yang belum bisa membaca  marah, sebab harus kita maklumi bahwa anak TK memang masih membutuhkan Guru Pembimbing.

Dalam perjalanan spiritual bisa kita samakan dengan analogi antara anak TK yang belum bisa membaca dan anak TK yang sudah  bisa membaca. Tulisan saya yang sebelumnya saya peruntukkan untuk anak TK yang sudah bisa membaca . membaca apa yaitu membaca ILHAM dari Allah. Jadi tidak diperlukan lagi bimbingan membaca ….. karena selain Guru juga merasa terganggu ….  guru tersebut akan menganggap dirinya tidak berhasil dalam mendidik.

bagi yang belum bisa membaca ilham teruslah untuk belajar kepada Guru, tapi ingat itu adalah hijab, akui saja dan iyakan saja suatu saat nanti anda akan mengalami keadaan harus lepas dengan Guru TK. dan anda akan membaca sendiri buku buku itu.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

8 thoughts on “Tebalnya Hijab, merasa tidak terhijab

  1. Shohih, menurut saya sudah terbaca dan memang ilham itu akan mengalir menurut kehendak-Nya, namun perjalanan ini (terrasa belum mengganggu) memiliki guru selama tidak terikatkan pada gurunya, dan disinilah kedewasaan spiritual akan diuji, antara ke guru atau ke Alloh.

  2. Assalamualaikum wr wb.. Pak pur ada apa gerangan dengan tulisan2 pak pur akir2 ini?… Dulu tulisan pak pur bisa dinikmati sekarang hanya bisa diamati.

    • amati dulu pak, ada pelajaran tingkat tinggi.. he he ….. salam untuk Pak Indra yang lama tidak pernah komen …

  3. Waalaikum salam pak pur.. Betul sekali pak pur.saya tersadarkan,ada level2 yg belum saya sampai disana.terima kasih pak pur wasalam.

  4. Hijab
    Buku adalah tulisan yang ditmpel pada kertas bisa menjadi hijab
    si pembacanya
    Tahu adalah rekaman pancaindra yang tersimpan dalam otak,
    pun bisa menghijab si penyimpannya

    hijab . hijab & hijab
    mas pur pun bisa menjadi hijab bagi si muridnya &
    murid2 bisa menhijab si guru pamrih
    tahunya mas pur pun bisa menghijab si mas purnya
    nafas bisa menghijab pemerhatinya yang berhenti di nafas &
    akuannya “ana khairun minhu” pun bisa menghijab pengakunya

  5. Assalamu’alaikum Pak Abdul.Says, hebat….hebat…. memang hebat sang hijab itu. halus, lembut tak kentara tahu-tahu kita masuk dalam lingkaran hijab yang diri ini tidak menyadarinya, ampun Ya Allah hambamu ini sedang belajar dalam perjalanan menuju-Mu ( Allah SWT ) lepaskan hijab-hijab itu dari diri hamba. terima kasih Pak Abdul,terima kasih Pak Pur. Wassalamu’alaikum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *