tebalnya hijab akan membuat seseorang tidak merasa terhijab.. Kalau sudah mencapai levelnya tentunya seorang salik harus sadar dengan hijab tersebut, tapi yang belum level … tidak akan merasa itu hijab, bahkan dianggapnya itu sebagai penuntun, pembimbing.

Seorang anak TK yang baru belajar membaca … Guru TK merupakan pembimbing dia untuk membaca, dia akan menganggap bahwa guru TK tersebut adalah penuntunnya pembimbingnya. Tapi suatu saat anak TK tersebut sudah bisa membaca sendiri tentunya GURU TK tersebut tidak perlu lagi untuk menuntun membaca, Pasti  Guru tersebut akan menyuruh anak tadi membaca buku buku yang lain yang ada di perpustakaan. nah masalah akan lain jika guru TK tersebut masih diminta dia untuk menuntunnya terus menerus… pasti jadi masalah. sebab apa yang dibaca guru dengan apa yang dibaca murid akan berlainan, pada level ini maka antara guru dan murid TK tadi harus sama sama membaca sesuai dengan levelnya masing masing.

Tulisan saya sebelumnya akan dianggap sebagai nyleneh dan membuat anak TK yang belum bisa membaca  marah, sebab harus kita maklumi bahwa anak TK memang masih membutuhkan Guru Pembimbing.

Dalam perjalanan spiritual bisa kita samakan dengan analogi antara anak TK yang belum bisa membaca dan anak TK yang sudah  bisa membaca. Tulisan saya yang sebelumnya saya peruntukkan untuk anak TK yang sudah bisa membaca . membaca apa yaitu membaca ILHAM dari Allah. Jadi tidak diperlukan lagi bimbingan membaca ….. karena selain Guru juga merasa terganggu ….  guru tersebut akan menganggap dirinya tidak berhasil dalam mendidik.

bagi yang belum bisa membaca ilham teruslah untuk belajar kepada Guru, tapi ingat itu adalah hijab, akui saja dan iyakan saja suatu saat nanti anda akan mengalami keadaan harus lepas dengan Guru TK. dan anda akan membaca sendiri buku buku itu.