teori ilmiah yang membelenggu

teoari teori hasil research yang membelenggu pikiran
dampak negatif paling besar dari penelitian yang terlalu di agung agungkan adalah kemandulan dalam berpikir melampoi hasil research tersebut. kepandaian sebenarnya bukan terletak pada  penemuan ilmiah namun pada pikiran kita sendiri disitulah letak kecerdasan yangluar biasa. kebiasaan kita menggunakan dasar ilmiah sebagai sesuatu yang mutlak merupakan pemandulan cara berpikir kita terhadap masalah yang kita hadapi  sehingga ide ide original sering dikesampingkan dan ditertawakan. maka benar saja kenapa dunia ini tidak banyak perubahan karena salah ssatu sebabnya adalah tidak mau keluar dari pakem ilmiah

coba kita lihat saja di dunia pendidikan tinggi atau universitas seharusnya mereka bisa menelorkan sebuah gagasan cemerlang terhadap suatu masalah kehidupan namun tidak perguruan tinggi terlalu disibukkan dengan menjejali mahasiswanya dengan berbagai teori teori kedaluwarsa dan memberikan ilmu ilmu kuno yang kurang bermanfaat untuk menghadapipermasalahan sekarang. dan masa depan.

saya sendiri lebih menghargai cara berpikir bebas yang saya miliki dan tentunya setiap orang memilikinya juga. ide orisinal inilah yang saya yakin bisa merubah dunia.

allah mengkaruniakan pikiran ini sebagai alat detektor aktif yang bisa menangkap sinyal ilmunya allah, selama ini detektor ini tidak pernah dipakai karena kita lebih percaya pada ilmu dan teori yang tertulis dari pada ilham yang disusupkan allah dalam pikiran kita. bahkan ironisnya tadi ilmu ilham ini sering menjadi cemoohan.

so, jangan kita terbelnggu lagi dengan ilmu hasil penelitian mari kita bangkitka radar kita untuk menangkap ilmu allah yang maha luas dan selalu UPDATE ini. perpustakaan terbesar yang pernah adalah perpustakaan alam semesta ini. kita bisa ambil ilmu hewan, psikologi, faal dan segala jenis ilmu ada tinggal kita mau yang mana. caranya sederhana, LIHAT, AMATI, TELITI, DAN FIKIRKAN YUBSHIRUN, TANDZURUN, TATAFAKARUN, TA’QILUN…..

dilarang keras menghafal…..

0 thoughts on “teori ilmiah yang membelenggu

  1. saya setuju dengan mas pur. ayat yang pertama turun kan ikro’ (bacalah), baca apa saja khususnya al quran. dalam setiap ayat sudah terkandung makna yang dalam, misal soal madu dalam surat an-nahl, kemudian soal semut dalam surat an-naml. dari semut saja kita bisa mendalami teknik mengangkat beban yang melebih berat kita sendiri. contoh yang lain, konsep makanan (1/3 makanan,1/3 minuman, 1/3 bernafas) kalau didalami, itu sudah bisa sebagai obat sakit maag.sholat tahajud, kalau mau didalami juga bisa sebagai obat segala macam penyakit dll. bahkan untuk lebih dalam lagi, dalam surat an-naml 19 sudah diterangkan tentang “ilham” itu sendiri. insyaallah, kalau surat an-naml 19 ini didalami, maka pertanyaan sesulit apapun akan ketemu jawabannya dan itu bukan ghaib. bagi Allah tidak ada yang ghaib, jadi nyata adanya.

  2. mau tanya pak, yang mana yang baik diantara 2:
    Orang yang senang melakukan dosa karena ia percaya akan ampunan Tuhan sangat Luas, dengan orang yang takut berbuat dosa karena dia takut dosanya tidak akan diampuni, trimsss

    • Allah Maha Pengampun, tetapi bukanlah bermakna bahwa Sifat-Sifat Allah itu dapat diakal-akali untuk kepentingan hawa nafsu kebinatangan manusia. Allah Maha Pengampun adalah merupakan Rahmat bagi orang-orang yang ingin bertaubat, bukan kepada orang sesat yang makin bertambah kesesatannya setelah dibukakan ayat-ayat Allah kepadanya.

  3. Takut berbuat dosa adalah kebaikan, tetapi adalah lebih baik lagi jika rasa takut berbuat itu karena akan menjauhkan kita dari Allah, tentu yang lahir adalah rasa kecintaan kepada-Nya. Saya tidak mau melakukannya karena itu akan menjadi hijab yang menjauhkan saya dari pada-Nya. Ya Allah, saya sadar bahwa ini adalah ujian dari-Mu, maka kuatkanlah diri saya. Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Perkasa.

  4. yang baik adalah orang yang tidak mau berbuat dosa karena takut akan azab Allah meskipun Allah itu Maha Pengampun. senang melakukan dosa karena ampuan Allah itu tidak terkira sama artinya dengan “sengaja berbuat dosa”. kalau sudah tahu itu dosa, kenapa dilakukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *