Kesadaran kita dapat meningkat salah  satunya terbebas dari ruang dan waktu, ini bukan khayalan atau sekedar imajinasi. Kesadaran yang bisa melampoi ruang dan waktu dapat di capai dengan bertauhid dengan benar. Allah adalah destinasi akhir dan segalanya. Destinasi atau tujuan ini bersifat tidak sama dengan apapun. Kesadaran akan “laisa kamitslihi syaiun” ini akan membawa kepada loncatan kesadaran yang bisa melewati ruang dan waktu. Kesadaran pada tahap ini akan membawa kepada keadaan pikiran dan perasaan bahwa kita ada tapi tidak dimana mana dan ada pada waktu kapan. Yang ada adalah disini dan saat ini. Ketika disini berarti kita terbebas dari ruang karena tidak di bumi atau dimanapun, “sekarang” berarti terbebas dari masa lalu dan masa depan.

tentunya keadaan ini sangatlah membahagiakan dan menenangkan kita, dimana kita tidak lagi dipengaruhi lagi oleh keadaan masalalu dan keadaan disuatu tempat. keheningan yang dicapai dalam keadaan ini akan membawa dampak tauhid yang sangat kuat pada pelakunya. Pelaku akan memahami betapa Allah itu maha luas tak terbatas, maha tunggal yang meliputi segalanya, dan keadaan keadaan tauhid lainnya yang semakin menguatkan akan eksistensi Allah SWT.

keadaan terbebas dari ruang dan waktu ini dapat dicapai melalui metode dzikir nafas, kita dapat melatihnya dengan menggunakan nafas kita seebagai tool atau cara mendapatkan kesadaran ini. Dalam dzikir nafas setiap keluar masuknya nafas kita arahkann kepada Allah yang tidak sama dengan apapun, semakin diarahkan ke sana maka semakin dalam kita terbebas dari keadaan ruang dan waktu Jika anda tidak percaya dengan tulisan saya ini anda dapat membuktikan dengan mempraktekan dzikir nafas. baik selamat mencoba dan mempraktekannya.

Kesadaran bahwa Allah tidak sama dengan apapun akan