di dalam shalat ada tumakninah, di dalam ramadhan ada itikaf, dan di haji ada wukuf, sebenarnya itu adalah pengendapan energi yang di dapat dari menjalankan ibadah. Energi ini tidak akan didapat jika posisi ita tidak menerima. pada saat itikaf misalnya maka diamnya kita akan menerima lailatul qodr, ketika kita rukuk dan tumakninah maka kita akan menerima energi rukuk, sujud , menerima energi sujud dan seterusnya. Jadi dalam ibadah kita ada proses untuk menerima. Menerima dilakukand engan “diam” dan tetap sadar Allah.

baik saya akna fokus kepada energi syukur yaitu T2, ketika kita bersyukur kepada Allah maka akan energi yang akan mengalir dalam diri kita entah itu masuk melalui tubuh kita atau masuk melalui langsung pada jiwa kita. Coba kita baca salah satub contoh testimoni dari jamaah dzikir nafas yang meenrima energi syukur ini

 

ketika jamaah ini memaski wilayah syukur maka akan ada daya yang diterima oleh hati yaitu rasa yang plong seperti terbebas dan beban apapun dan ini terasa nikmat, contoh ini adalah daya syukur. Ketika kita mengalami ini maka terima sampai selesai daya itu. semakin menerima maka daya itu akan tersimpan dalam diri kita dan akan berdampak kepada kita setelah daya itu selesai. maka saya sya menyebut bahwa dengan memasuki wilayah syukur ini seperti kita mencharge diri kita.

menerima ini sebenarnya adalah T1 atau tasbih. Dan kita menerima dari syukur yang kita lakukan (T2). baik semoga kita dimudahkan Allah untuk selalu belajar dan belajar, belajar dengan kesabaran karena kadang ilmu dan daya Allah ini ada yang lembut ada yang keras menghentak.