Terjadinya getaran pada saat dzikir

Seharusnya setiap melakukan dzikir ada getarannya, barang siapa yang disebut nama allah maka akan bergetar hatinya. Orang yang dzikir dispastikan akan mengalami pengalaman pengalaman spiritual, dan pasti pengalaman ini adalah selalu baru, kadang getaran itu begitu besarnya sehinga menimbulkan sensasi tubuh yang sangat kuat. Kuatnya getaran emosi (internal turmoil) akan menimbulkan sensasi tubuh berupa jantung berdenyut lebih keras, nadi cepat, otot tegang, gemetar, dan gejala lainnya.
Respon fisik saat dzikir ini dikenal dengan reaksi otonomik, karena dikendalikan oleh system syaraf otonom (SSO). Sekali lagi getaran bisa muncul dengan kita menggetarkannya kepada allah. Dengan mengarah ke allah maka sensasi kesadaran baru yang diawali dengan getaran tersebut akan mudah muncul

0 thoughts on “Terjadinya getaran pada saat dzikir

  1. EHH patrap ada di buku berguru kepada allah mas, karya ustad abu sangkan, mas… silahkan unutk di baca …

  2. pak pur getaran itu apa sih??artinya apa dalam patrap?
    “”patrap itu perjalanan sang jiwa menuju Allah, hanya sang jiwa yang yang tidak tergantung pada dunia yag bisa menuju Allah””, bagaimana bisa berjalan menuju Allah apabila ada unsur emosi(keakuan)??!!

    ALLAH………

  3. Seharusnya hati kita bergetar pada saat menyebut nama Allah.

    ” Ciri cinta kepada Allah senang cinta Dzikrullah,
    Ciri benci kepada allah benci dzikir kepada-Nya”

    (HR. Baihaqi dari Anas)

    ————————————

    Dari hasan Bashry :

    Nabi SAW ditanya :
    Ya Rasul amal apakah yang paling utama ?

    Jawabnya:
    Jika engkau meninggal bibirmu basah dengan dzikrullah

    ———————————–

    Barang siapa yang banyak melakukan Dzikir kepadaKu dari pada banyak meminta, maka Aku akan memberikan yang paling baik kepadanya yang tidak aku berikan kepada setiap orang yang banyak meminta sedikit berdzikir.”

    (H.R Baihaqi dari Umar Bin Khattab)

  4. Maaf kalau boleh saya menambahkan. Orang islam indonesia pada umumnya dzikir itu konsentrasinya pada hitungan (bilangan). Padahal kalau kita tahu rahmat Allah yang diberikan kepada kita, tidak akan sanggup kita menghitungnya.
    Apa salahnya kalau kita konsentrasi nya ke Rasa. Ibaratnya kita membaca buku dengan penuh perasaan, setelah buku itu kita tutup maka pada saat kita duduk, berjalan dll rasa isi buku menyentuh di hati.
    Dan banyak sensasi yang tidak bisa dibayangkan persis seperti yang bapak sebutkan, sampai saat ini pun saya masih belajar dan belajar….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *