saya marah dengan salah satu orang tua wisudawan yang kurang berakhlak dalam menyampaikan sambutan “orang tua wali mahasiswa” … kemarahan saya memuncak dan sayapun meninggalkan ruangan … ehhh dia masih saja berkata yang kurang sopan dan berakhlak dan melenceng dari seharusnya… akhirnya saya beri kode beliau untuk turun karena selain omongannya tidak pantas di depan publik juga waktu jumatan yang semakin dekat….

marah itu sangat terasa dalam hati…. dan saya harus keluar dari emosi. saya pun mencoba untuk “hanya” berterimakasih kepada Allah….dan sungguh di luar dugaan saya emosi bisa reda dan bisa anda bayangkan betapa leganya hati dan jiwa saya setelah saya dengan tulus berterimakaih kepada Allah.

bagaimana tentang wali mahasiswa tadi? saya limpahkan dia kepada Allah, biar Allah yang urus….. saya pun tambah plong dan tambah berterimakasih kepada Allah…..

sungguh syukur obat marah…, buktikan.