terpisahnya Ruh jiwa dan jasad ketika sholat

sholat seperti halnya kematian, unsur unsur tubuh kita akan terpisah. dalam kematian tubuh di kubur, jiwa mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia dan Ruh kembali kepada Allah. dalam sholat jasad melakukan bacaan dan gerakan sholat, jiwa berkomunikasi kepada ALlah, dan Ruh pulang ke ALlah.
Pulangnya Ruh ini harus dilakukan dalam sholat, inilah kesadaran kita dalam sholat, untuk urusan jasad dan jiwa kita tinggalkan biarkan dia (jasad dan ruh) menjalankan fungsi nya masing masing, yang bergerak sholat ya biarkan begerak sholat, yang berkomunikasi dengan ALlah ya biarkan dia berkomunikasi dengan ALlah. urusan kita hanya pulang ke Allah.
dengan berpisah seperti ini nanti maka kita akan mengenal bagian bagian dari diri kita mana jasad mana jiwa dan mana Ruh, selamat mencoba

20 thoughts on “terpisahnya Ruh jiwa dan jasad ketika sholat

  1. Man Arafa Nafsaha Faqad Arafa Rabba, mantabs Pak Pur….Syukur, banyak yang sudah paham anasir ini.

  2. bagus sekali paparan ini,

    mahu tambah sikit, pada pandangan saya jiwa yang telah mengenal RuhKu, akan bersatu dengan RuhKu dan kembali kepada Allah, jiwa itu tidak akan tinggal di alam barzah malahan tidak akan mendapat seksaan.

  3. 1. Assholatu Mi’rajul Mu’minin (Al Hadist)…dlm hubungannya dgn Roh, qta harus shilatun (rasa nyambung kpd Allah) nah bgm mana caranya untuk mendapat rasa sambung kepada Allah itu ?utk mendptkan suasana khusyu itu, apakah ktk kita Niat Shalat, atau ktk di awal Taqbir…!!!
    2. dlm hadist nabi diktkan “roh itu berada plg dkt dgn Allah ketika qta Sujud, nah.. yg mjd pertanyaan “mengapa dikatakan roh itu paling dkt dgn Allah ktk Sujud” mengapa tdk di awal Sholat ktk qta akan mengangkat taqbir ????

    • wasjud waq tarib (sujudlah dan dekatkan dirimu) maksudnya ini adalah perintah untuk ruh/nafsa kita karena saat sujud Allah begitu dekat dengan hamba-Nya. ia mengamati hamba-Nya yang memuji-Nya. uduni astajiblakum – mintalah maka akan Aku kabulkan.

      • husus buat cak mamad

        memohon bantuan bantuan kepada sejati kita untuk meminta kepada Allah . apakah meminta bantuan kepada sejati kita tidak termasuk kepada perbuatan syirik ?
        trimakasih dan mohon penjelasannya

  4. itu sholatnya yg bgm biar bisa ketemu mana jasad, jiwa dan ruh, klo kita sholat gtu tata caranya bgm, mohon penjelasan

    • pasrah saja ke Allah dalam sholat kita, insya Allah nanti akan ketemu dengan sendirinya mana jasad, jiwa dan ruh

    • nyawa bukan Ruh… nyawa adalah bersatunya berbagai unsur… bersenyawa sehingga menjadi suatu bentuk kehidupan baru. Ruh adalah salah satu unsur kehidupan.

  5. Saya Mat Rodzi Sahak ingin penjelasan lebih detail dari bapak ustaz mengenai perbezaan antara nyawa dan Ruh. Kalau ada buku-buku rujukan yang lain bolehkah berikan nama jodul buku tersebut untuk buat rujukan.

    • saya sepertinya sudah menjelaskan ya pak, kalau bapak ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut bapak bisa membaca di buku berguru kepada Allah karya ust Abu Sangkan

  6. Terima kasih telah mengingat kan saya dengan kematian,sesungguhnya kita hidup hanya untuk melaksanakan perintahnya dan dan menjauhkan segala larangannya dan akhirnya kembali kepadanya…..

  7. Salam!
    Mas Pur, maaf saya ada pertanyaan yang sudah lama belum saya pahami.
    Istilah nyawa dan ruh saya paham dan sepertinya sesuai dengan penjelasan mas Pur. Tapi ada 2 istilah lain yang sampai sekarang saya masih belum menjapat jawaban yang pas, yaitu istilah sukma dan jiwa.Bagaimana menurut mas Pur mengenai sukma dan jiwa tersebut ?
    Tumbuhan adalah makhluk hidup, tapi tidak bisa berpindah tempat, apa yang dia miliki ? nyawa atau jiwa ?
    Kemudian kalau hewan, ini juga makhluk hidup, bisa bergerak, punya rasa lapar, tapi tidak bisa berbohong, apa yang dia miliki ?
    Lha kemudian manusia yang paling komplit, hidup, punya lapar, bisa bermimpi, punya nafsu serakah, bisa berbohong, bisa jahat, bisa baik dan masih banyak yang ada pada diri manusia.
    Nah, hal tersebut yang sampai sekarang saya belum mendapat penjelasan yang pas.
    Mohon mas Pur atau pengunjung bisa menolong saya menjelaskan perbedaan ke-empat istilah tadi. Terimakasih
    Salam !

    • salam
      pak baset kalau sukma itu bukan dari islam jadi agak susah untuk mengartikannya dlm islam, kalau jiwa hampir sama dengan nafs aatu diri.
      hewan itu punya jiwa tapi berebda dengan jiwa manusia, yang tidak dimiliki selain manusia adalah Ruh… ruh hanya milik manusia. demikian pak Baset, mungkin ada pengunjung lain sila untuk beri penjelasan.

    • Assalamualikum Pak Baset,

      saya hanya menjawab sepanjang pengetahuan saya yang dangkal.

      Istilah sukma – seperti dalam ngerogo sukmo, adalah salah satu asal dari bahasa jawa, sukma yang saya ketahui adalah nama lain dari jiwa atau dari an nafs atau dari ruh

      saat kita belajar mengenal diri sejati, dalam ilmu kejawen ada satu ilmu yaitu meraga sukma – mengeluarkan jasa halus dari jasad kasar, sejatinya adalah sama dengan mengenalkan an nafs kepada jasad / badan manusia ini.

      apakah tumbuhan juga memiliki jiwa – tumbuhan memiliki jiwa sama seperti manusia karena mereka juga berdzikir kepada Allah swt, namun jiwa / ruh yang dimiliki tumbuhan tidak sama dengan an nafs atau ruh yang Allah hembuskan pada manusia – di dalam manusia terdapat akal/aql dia adalah cahaya keimanan yang ditanamkan oleh Allah didalam jiwa manusia – saat an nafs dan raga bersatu maka dijelaskan bahwa posisi aql seringkali letaknya ada diatas hati.

      Hewan sejatinya sama seperti tumbuhan hanya memiliki jiwa tanpa aql, namun hewan dan manusia sama-sama ditanamkan kedalam nafsu – gejolak rasa / kemauan, hewan atas gejolak ini tidak terkena hukum Allah karena mereka tidak Allah lengkapi dengan aql dan fikir, sedangkan manusia terkena hukum Allah karena fungsi aql dan fikir yang telah Allah karuniakan kepada manusia.

      karena fikir (yang ada dalam fungsi oatak) dan aql (yang ada diatas hati) maka manusia seharusnya diharapakan ingat saat syahadat pertama kali dialam malakut dahulu kala, namun ternyata gejolak nafsu dan bisik rayuan setan telah membutakan hati dan menguasai fikir sehingga manusia cenderung berbuat jahat memenuhi ego hawa nafsu nya.

  8. Terimakasih mas setiyo, cak mamad, atas penjelasannya tentang istilah nyawa, sukma, jiwa, dan ruh.
    Walaupun penjelasan tersebut masih belum bisa saya pahami benar. Menurut pemahaman saya semua bentuk kehidupan pasti mempunyai nyawa. Sementara jiwa hanya dimiliki oleh makhluk yang memiliki kemauan/keinginan. Dan ruh adalah bentuk ghoib diri kita yang nantinya akan kembali kepada Sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan bentuk kasar diri kita.
    Dan sukma sendiri menurut saya hanya dimiliki oleh mahluk yang bisa mengalami mimpi.
    Saya tidak tahu apakah hewan itu bermimpi atau tidak ( karena saya belum pernah jadi hewan, he…he…he…).
    Jadi menurut saya manusia memiliki ke 4 unsur tersebut. Sementara hewan cuma punya 2, yaitu nyawa dan jiwa, dan tumbuhan sendiri hanya punya nyawa.
    Barangkali ada yang punya pendapat lain ?
    Salam!

  9. Assalamualikum pak Baset

    sy hanya menyampaikan sj, ya pak….
    Manusia itu terdiri dari 3 unsur JASAD, JIWA/NYAWA, RUH…
    Ketika JASAD sudah berpisah dengan JIWA/NYAWA maka RUH kita akan kembali kepada apa yg paling kita cintai didunia ini..jk kt cinta nya hanya pd ALLAH mk RUH kita akan kembali ke ALLAH dan ditempatkan ditempat yg khusus hingga hari kiamat….
    tetapi jk kita cinta nya selain ALLAH maka ruh kita kan tersasar di dunia ini..jk panas kepanasan dingin kedinginan… itulah yg disebut SIKSA ALAM KUBUR…

    …..sedangkan JIWA kembali ke dlm genggaman Allah.. (QS. Az Zumar: 42)

    “Akibat perbuatan JASAD maka RUH lah kelak yg bertanggung jawab…

    salam…

  10. husus buat cak mamad
    dalam ilmu kejawen ada juga namanya sejati kita , saudara tua kita , saudara muda kita, dan ada lagi yang lain, Benarkah sejati kita sangat dekat dengan Allah ?, Apakah dalam islam ada hal tersebut dan apa namanya ? dan apa fungsinya masing masing anasir tersebut, dan apa hukumnya kita mengimani yang tersebut di atas. trimakasih

  11. Jasad = jasmani (terikat rantai makanan)
    Nyawa = energi (terikat hukum kekekalan energi/reinkarnasi))
    Ruh = ruhani (rahasia Allah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *