test tingkat kemusyrikan

syirik

bagaimana mengetahui syirik atau tidak

Dalam diskusi malam jumat lalu di padepokan patrap, ada bahasan menarik tentang test kemusyrikan. Diskusi ini muncul karena kriteria perbuatan musrik ini sangat simpang siur. Ada yang menganggap bahwa menggunakan jimat itu syirik, tapi juga ada yang berpendapat bahwa menggunakan jimat tidak syirik asal tetap berkeyakinan kepada Allah bukan pada jimatnya. Kalau yang pertama tidak ada masalah artinya tetap mengharamkan penggunaan jima , tapi yang kedua bahwa boleh menggunakan jimat asal tetap percaya Allah.

Diskusi berlanjut … kemudian saya mengusulkan adanya test kemusyrikan untuk menentukan apakah perbuatan menggunakan jimat itu musyrik atau tidak. test kemusyrikan yang saya ajukan ini sangat sederhana hanya untuk membedakan apakah lebih percaya jimat atau lebih percaya Allah, kalau lebih percaya jimat tentunya masuk perbuatan syirik, tapi kalau lebih percaya Allah berarti tidak masuk perbuatan syirik.

test kemusyrikan ini adalah meniadakan jimat yang digunakan kemudian di coba keampuhan apakah yang masih menggunakan jimat ini masih ampuh atau tidak. contoh nya misalnya seseorang menggunakan jimat kebal maka maka untuk menge test termasuk perbuatan syirik atau tidak jimat tersebut di minta kemudian yang menggunakan jimat di test masih kebal atau tidak. Jika dia tidak membawa jimat kemudian di coba dan tidak apa apa tubuhnya dikenai benda tajam maka jimat tersebut tidak termasuk syirik. tapi jika takut dicoba dikenai benda tajam atau dia takut dan tidak berani berarti penggunaan jimat tersebut termasuk perbuatan syirik.

Jika seseorang berani di bacok kalau dia menggunakan jjimat dan  takut dibacok jika tidak menggunakan jimat maka perbuatannya jelas syirik, karena dia lebih mengandalkan jimat dari Allah. Mestinya mengandalkan Allah tidak dipengaruhi oleh menggunakan jimat atau tidak menggunakan jimat. Beda dengan orang yang berani dibacok baik itu menggunakan jimat atau tidak menggunakan jimat berarti perbuatannya tidak syirik. karena dia lebih mengandalkan Allah dari pada jimat.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *