Tinggalkan keluarga demi Allah

Hikmah kurban tahun ini adalah mencontoh perilaku mulia nabi Ibrahim AS, yang  meninggalkan keluarga demi memenuhi perintah Allah. bahkan membunuh anak demi menjalankan perintah Allah. Contoh nabbi Ibrahim ini benar benar mengajak kita untuk membunuh rasa cinta kita kepada anak kita dan beralih mencintai Allah. 

Ketika kita cinta Allah dan meninggalkan semua yang kita cintai termasuk anak kita maka Allah akan mengganti rasa cinta kepada anak kita dengan cinta yang penuh barokah. Sangat berbeda dengna cinta kepada anak tapi tidak berdasaarkan cinta kepada Allah maka cinta kepada anak itu akan menjadi malapetaka. Banyak saya menemui orang tua yang mencinta anaknya dengan nafsu akhirnya membuat si anak tidak menjadi anak yang baik, tapi kita banyak melihat anak anak yang ditinggal orang tua dengan ihlas lllahi taala maka anak tersebut menjadi anak yang berhasil dan sholah serta sholehah.

contoh paling nyata adalah ketika jamaah haji meninggalkan anak anak mereka, anak anak tersebut tidak ada yang berbiuat tidak baik, karena orang tua meninggalkan mereka selama 40 hari adalah karena Allah. ini berarti bahwa anak yang ditinggal karena Allah, maka Allah sendirilah yang akan memelihara anak tersebut.

seperti nabi ismail yang ditinggal nabi ibrahim di tengah gurun pasir secara ajaib nabi ismail mengleuarkan air dari jejakan kaki beliau.

jadi kita tidak perlu khawatir meninggalkan keluarga asal kita meninggalkannya karena Allah. jangan takut terhadap anak anak yang kita tinggalkan haji karena pasti Allah akan pelihara anak kita.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

12 thoughts on “Tinggalkan keluarga demi Allah

  1. Ya pak ustadz…tapi memang utk sampai ke titik bisa “mencintai dan mengutamakan Allah diatas segalanya”,bagi manusia awam sperti kami adalah proses yg brliku panjang,dr proses ilmu yg text book,smpai pembelajaran langsung ke diri kita dr wkt ke wkt,dari proses ke proses khidupan..,krn proses ilmu ttg tauhid-pun jg berproses hingga smpai ke titik yakin bhw memang hanya Allah-lah yg tdk pernah mengecewakan kita,hanya Allah-lah yg pantas mendapatkan prioritas cinta yg utama dari kita diatas yg lain….subhanallah..walhamdulillah wallaillahaillallahu allahu akbar…

    • suatu saat kita mati dan meninggalkan apa yang kita cintai , anak istri atau suami dan lainnya. dalam kehidupan , suatu saat kita juga akan ditinggalkan anak kita entah dia sekolah atau dia kerja di luar kota, maka sejak sekarang mari kita sadarkan bahwa apa yang kita cintai akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita. jika kita tidak siap maka kita akan sakit. maka persiapkan sejak sekarang

  2. Assalaamu alaikum, wr, wb.
    Semoga pa setyo dan pengunjung seluruhnya senantiasa dalam rahmat dan barakah Allah SWT.
    tulisan yang sangat mencerahkan pak. Hal ini sejalan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh saudara-saudara kita dari Jamaah Tabligh, mereka keluar di jalan Allah (khuruj fi sabilillaah) 3 hari, 40 hari, 4 Bulan, melakukan da’wah mengajak manusia untuk taat kepada Allah SWT, memakmurkan masjid-masjid. Mereka meninggalkan keluarga dengan keyakinan Allah SWT maha kuasa untuk mengurus, menjaga keluarga mereka. Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk melakukan tugas da’wah, seperti pa setyo yang selama ini juga terus berda’wah lewat tulisan maupun pelatihan2an yg pa setyo buat. Semoga pa setyo senantiasa istiqomah di jalan da’wah.

    • waalaikum salam wr wb , benar pak, saya pun dulu pernah keluar 3 hari, 1 minggu dan 40 hari pak, terimakasih doanya…

  3. Pingback: Tinggalkan keluarga demi Allah | Madinah Kecil

  4. Terima kasih Pak Ustad atas pencerahannya, doakan saya mulai sekarang agar saya bisa belajar setapak demi setapak untuk cinta lebih ke Allah dari pada lainya termasuk cinta keluarga yang nantinya mau tidak mau akan meninggalkan saya kalau nggak sayalah yang akan meninggalkannya. Nuwun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *