tips spiritual parenting "ridlo orang tua"

ridlo orang tua menjadi ridlo Allah, berarti jika kita ridlo terhadap anak maka Allah pun akan ridlo kepada anak kita. anak yang diridloi oleh Allah maka dia akan mendapatkan kebaikan dalam hidupnya. kadang orang tua jika anaknya nakal makaorang tua tidak ridlo..jika orang tua tidak ridlo maka anak pun tidak akan diridloi Allah. ini lebih bahaya. jadi apapun anak kita; perbuatannya, perilakunya, perkataannya harus kita ridloi agar Allah meridloi anak kita. ingat kuncinya adalah jika anak sudah di ridloi ALlah maka tidak akan yang bisa mengganggunya, pasti hidupnya bahagia dunia akhirat.

jangan banyak bertanya dalam hati tentang tulisan saya ini, lakukan saja, just do it

mudah mudahan sebagai orang tua kita mendapatkan ilmu yang besar dari meridloi anak ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

11 thoughts on “tips spiritual parenting "ridlo orang tua"

  1. assalamualikum Ustad sebenarnya sangat lah kuat antara ridho Allah dan Ridho Ortu hingga diri saya ini merasa merugi kenapa saya kurang menggunakan kesempatan yang ada di saat ortu masih ada kok ya ndak banyak minta ridhonya malah sering dan lebih banyak bikin ortu dak kasih ridho walau kita dak menyadari hal tersebut ..nah yang ingin ana minta saran ustadz adalah waktu ana di sekolah dulu serimng disampaikan bahwa orang tua adalah ibi bapak dan guru atau ustadz juga termasuk orang tua kita ..nah apakah hal tersebut juga sama ni bobot nya mengenai keridoan ustaz pada santrinya…dan juga pernah ana dengar di pondok atau majelis taklim..bila seorang santri itu lepas dari majelis hingga kurang dan mungkin tidak tersentuh lagi doa serta nasehat dari ustadz nya apakah ini akan membuat Allah pun murka sepertinya demikian ..intinya bagaimana seharusnya sikap santri tersebut buat agar

    • betul guru adalah orang tua kita, jadi meminta ridlo guru juga akan membuat Allah riddlo, meski nilai keridloannya berbeda dengan orang tua kita.

  2. Assalamu’alaikum wr.wb,
    Maaf Mas Pur, ini hanya sekedar share yang terjadi tgl. 24 jan 2011.
    Kemarin sore saya pulang kerja, sampai rumah menjelang maghrib, lampu dapur mati, anak saya yang kecil sedang nangis dan mengamuk. Saya dekati dan memeluknya sambil membujuk agar tenang, tapi dia tambah meronta dan memukuli saya. Jadi saya lepaskan dan saya mengambil bangku untuk naik mengganti lampu, ternyata dia mengejar saya dan bangku yang akan saya naiki digoyang-goyang.
    Alhamdulillah…. Allah masih memberi kelapangan dada, sambil memeluk anak, saya mengucap dalam hati, Ya Allah, hamba ridlo, hamba siap melaksanakan tugas-Mu.
    Setelah saya renungkan, kalau saya mengikuti pikiran, mungkin akan menimbulkan emosi-emosi negatip, apalagi mengikuti pikiran tetangga yang merasa terganggu dengan berisiknya tangisan anak.
    Anak menangis mungkin ada sesuatu yang mengganggu kenyamanannya dan sudah pasti tidak diinginkan, begitu juga tetangga tidak menginginkan suara-suara berisik yang mengganggu. Tetapi hal itu terjadi, berarti ada yang maha berkehendak. Betapa kita ini tak berdaya apa-apa, tinggal mau menerima atau tidak untuk mengikuti kehendak-Nya.
    Mohon pencerahan Mas Pur.

    Wassalam.

    • waalaikum salam, pengalaman yang bagus pak, jadi memang benar pak, kesadaran pertama yang harus dibangun adalah bagaimana kita menyadari bahwa semua adalah kehendak Allah termasuk anak yang kita anggap “nakal” … semakin ridlo kita maka Allah juga akan semakin ridlo dan tidak mungkin keridloan Allah menimbulkan kemudhorotan. pasti akan mendatangkan kebaikan. saya juga belajar membiarkan dan meridloi anak dan istri saya…. apapun yang dia lakukan….. ketika ridlo itu muncul maka hati saya terasa plong.. dan lega….ya Allah aku mohon keridloan Mu…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *