transformasi diri dengan puasa

proses kembali kepada yang fitrah merupakan wujud dari transformasi diri, artinya kita dulu perna fitrah ketika dilahirkan kemudian tidak fitrah dan dengan puasa ini kita dilatih untuk kembali ke yang fitrah lagi. fitrah adalah kesucian yang pernah kita rasakan ketika bayi, saat bayi kita tidak merasakan apa apa, nangis kita fitrah (tidak ada rasa sedih) ketawa kita fitrah (tidak dengan hati yang gembira meluap luap) dan saat itu hidup tiada khawatir. tidak pernah kita berpikir saat bayi, besuk kit akan makan apa,kita hanya percaya pada dunia luar bahwa dirinya pasti dipelihara pasti diberi makan dan seterusnya. nangis nangis bayi yang membuat orang tidak ikut ikutan sedih namun nangis yang malah membuat orang lain senang. coba nangis apa yang bisa membuat orang lain senang.. kalau tidak nangis yang fitrah. jangankan nangis ngompol pun kita waktu bayi orang yang kena ompol pun tidak marah… luar biasa… orang ngliat bayi pinginnya menggendong pinginnya mencium, semua orang senang sama kita. itulah fitrah kesucian. kita didik allah untuk kembali menyadari ruh suci yang ditiupkan allah dalam diri kita. ruh inilah yang akan menuntun kita kembali kepada allah. maka puasa merupakan wujud transformasi diri yang akan menyadarkan kita untuk kembali kepada kesucian, idul fitri